Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 November 2015

Audiensi Bali Mengaji Dengan Bapak Gubernur Bali

Alhamdulillah alladzi bi ni'mati tatimussholihat, tim Bali Mengaji pada hari Jum'at tanggal 6 Nopember 2015 bisa beramah tamah dengan orang No 1 di Bali yaitu Bapak Gubernur Bapak I Made Mangku Pastika di kantornya di kawasan Renon. Beliau sangat mendukung kegiatan Bali Mengaji selama itu positif bagi masyarakat.






Turut serta dalam Audiensi bersama Gubernur Bali, Pengurus Bali Mengaji, diantaranya: Bapak Farid Masyhadi sebagai Ketua, Bapak Badrimin selaku Ketua Bidang Dakwah, Bapak Muhammad Abduh selaku Ketua Bidang Sosial dan Kemasyarakatan, dan Bapak Roy Emerson Hidiya selaku Bidang Humas dan Kelembagaan. Disamping itu turut mendampingi Tim Bali Mengaji ialah Al Ustadz Fauzi Hamid Basulthana, Lc MA dan Al Ustadz Husni Abadi dan Bapak Suyono Sumartono selaku Pembina Bali Mengaji.

Semoga Bali Mengaji tetap istiqomah dan bisa meningkatkan pelayanan dalam berkhidmat kepada ummat, dan kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali Bapak I Made Mangku Pastika yang telah sudi menerima Audiensi Tim Bali Mengaji, semoga keselamatan dan rahmat terlimpah bagi siapa yang mengikuti petunjuk-Nya. Aamiin


Kamis, 11 Oktober 2012

Pelajaran dari Kutaib Shifat Azzaujah Assholihah karya as-Syaikh Abdul Rozzak bin Abdul Muhsin al 'Abbad al Badr II

** Bagian 8 
Lanjutan pembahasan hadits sebelumnya…
وَشَرُّ نِسَائِكُمُ المُتَبَرِّجَاتُ المُتَخَيِّلاَتُ وَهُنَّ المُنَافِقَاتُ ، لاَ …يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ إلاَّ مِثْلَ الغُرَابِ الأعْصَمِ
“…Dan sejelek-jelek istri kalian adalah wanita yang suka bertabarruj (bersolek) dan sombong, mereka itu adalah wanita-wanita munafik, mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurob al-a’shom (sejenis burung gagak yang langka, pent).” [HR. al-Baihaqi 7/82 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 1849]
# DIANTARA SIFAT-SIFAT ISTRI YANG BURUK #
@ al-Mutabarrijaat (المُتَبَرِّجَاتُ)
dan seburuk-buruk istri kalian adalah yang suka bertabarruj”, yakni yang suka bersolek dengan perhiasannya dan keluar rumah dengan perhiasannya itu, keluar dengan menampakkan kemolekan dan kecantikannya, baunya yang wangi, perhiasan-perhiasannya yang sehingga dengan itu ia menjadi penolong bagi syaithon untuk merusak masyarakat.
Maka wanita yang suka bertabarruj dengan sifat seperti ini pada hakikatnya ia telah keluar untuk menjadi tentara iblis dan penolongnya dalam membuat kerusakan dan membukakan pintu kepada iblis dalam menyebarkan fitnah dan kekejian terhadap orang-orang yang beriman.
@ al-Mutakhoyyilaat (المُتَخَيِّلاَتُ)
Maknanya berasal dari kata “khuyala”, yaitu kesombongan. Ada keterkaitan antara tabarruj dan kesombongan. Seorang wanita yang suka berhias, berdandan, memakai wewangian dan tampil cantik tidaklah ia keluar ke jalan atau ke pasar dengan sifat yang tawadhu’kepada Alloh ta’ala, bahkan ia keluar dengan perasaan tinggi, angkuh, sombong dan merasa ujub terhadap dirinya, penampilannya dan tingkah lakunya?! Begitulah kelaziman antara kesombongan dengan tabarruj, sebagaimana ada juga keterkaitan antara kesantunan dengan rasa malu.
Seorang wanita yang santun memiliki rasa malu dan hatinya dipenuhi rasa malu, dibandingkan dengan wanita yang suka bertabarruj dimana ia telah melepaskan jilbab rasa malu dan mengenakan jilbab kesombongan, ujub dan keangkuhan yang akan mendatangkan bahaya bagi kehidupan rumah tangganya, bahkan seluruh kehidupannya.
Oleh karena itu wanita yang memiliki sifat demikian disebut seburuk-buruk wanita, Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda:
وَشَرُّ نِسَائِكُمُ المُتَبَرِّجَاتُ المُتَخَيِّلاَتُ وَهُنَّ المُنَافِقَاتُ ، لاَ يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ إلاَّ مِثْلَ الغُرَابِ الأعْصَمِ
“dan seburuk-buruk istri kalian adalah yang suka bertabarruj lagi sombong, mereka itulah wanita-wanita munafik. Mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurob al-a’shom.”
“Ghurob al-A’shom” adalah burung gagak yang di kedua sayap dan kakinya ada sedikit warna putih. Bagaimana engkau akan bisa melihat adanya ghurob al-a’shom di antara burung-burung gagak yang hitam legam? Ghurob al-a’shom ini termasuk yang paling langka, kebanyakan burung gagak itu seluruh tubuhnya berwarna hitam kelam. Maka pada sabda beliau shollallohu alaihi wa sallam: “Mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurob al-a’shom” terdapat ungkapan betapa sedikitnya di antara wanita-wanita seperti itu yang akan masuk ke dalam surga, karena sifat burung gagak yang seperti ini sangat jarang sekali.
Kemudian yang semisal hadits ini adalah sabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam:
يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ الِاسْتِغْفَارَ، فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ
“wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar, karena sesungguhnya aku melihat kebanyakan kalian adalah penghuni neraka.” [HR. al-Bukhori no. 304 & 1462 dari hadits Abu Said rodhiyallohu anhu, dan Muslim no. 79 dari hadits Ibnu Umar rodhiyallohu anhu]
Mengapa beliau melihat kebanyakan wanita itu penghuni neraka?

Pelajaran dari Kutaib Shifat Azzaujah Assholihah karya as-Syaikh Abdul Rozzak bin Abdul Muhsin al 'Abbad al Badr

Bismillah..

As-Syaikh Abdul Rozzak al Badr hafidzahullah adalah seorang ulama yang mengajar di Masjid Nabawi, beliau sudah beberapa kali datang ke Indonesia. Beliau merupakan putra dari seorang ulama ahli hadist yang masih ada dijaman ini yang bernama as-Syaikh Abdul Muhsin al'Abbad al-Badr hafidzahullah, dan kitab صفات الزوجة الصالحة  merupakan salah satu karya dari as-Syaikh Abdul Rozzak al Badr. Kitab tersebut bisa di download Disini
                                 

     *************************

# Ghozwul Fikri!! Perang Pemikiran Terhadap Kesucian & Kemuliaan Kaum Muslimah #

Saat ini kita hidup di zaman dimana kaum wanita kita diperangi dengan peperangan dahsyat yang belum pernah terjadi dalam masa-masa yang lalu, melalui majalah, media dan sarana-sarana lainnya yang bertujuan untuk menghancurkan kesucian wanita, kemuliaannya, kesempurnaannya, perhiasannya, keimanannya, akhlaknya dan keutamaannya.
Kaum wanita terdahulu tidak banyak menerima ajakan-ajakan yang rusak, kenakalan-kenakalan dan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, melainkan hanya melalui sarana-sarana yang sangat terbatas, berupa teman yang buruk atau yang semisalnya yang akan memberi pengaruh buruk kepadanya.
Sedangkan saat ini, pemikiran-pemikiran sampah, kejelekan dan kerusakan dari seluruh penjuru dunia bisa sampai kepada kaum wanita walaupun ia berada di dalam rumahnya tanpa perlu keluar rumah.
Pemikiran-pemikiran itu masuk ketika Ia duduk di dalam kamarnya di depan sebuah layar televisi, internet, atau dengan membaca majalah-majalah rendahan, sehingga masuklah semua kerusakan itu kedalam akalnya, pikirannya dan hatinya.
Sehingga ia sangat butuh untuk menutup semua jendela kejelekan, jalan-jalan keburukan dan pintu-pintu masuk kepada kerusakan, agar ia bisa menjadi seorang wanita yang sholihah, suci, dan taat kepada Alloh subhanahu wa ta’ala.
Dan ini merupakan tanggung jawab yang besar pula bagi siapa saja yang Alloh telah beri amanah dalam mengurus kaum muslimah, baik orang tuanya, walinya, ataupun suaminya. Dan ini adalah perkara yang besar yang sangat membutuhkan perhatian dan penjagaan.
Aku (Syaikh Abdurrozzaq) katakan: dalam permasalahan ini, begitu sedikitnya peringatan dan begitu jarangnya orang yang mengingatkan akan sifat-sifat keimanan, sifat-sifat yang utama dan sifat-sifat yang baik yang seharusnya seorang wanita muslimah berhias dengannya, bersamaan dengan itu nampak kelemahan pada kebanyakan wanita dan tersebar pada mereka sedikitnya rasa malu dan sedikitnya ilmu agama, serta nampak diantara mereka berbagai macam kekurangan dan kerusakan.
Selanjutnya, inilah penjelasan tentang sifat-sifat istri sholihah, aku memohon kepada Alloh al-Karim Robb arsy yang agung untuk mencatatnya sebagai kebaikan dan sebagai manfaat, dan menjadikannya sebagai kunci kebaikan dan penutup kejelekan. Dan menjadikannya sebagai petunjuk bagi hati, perbaikan bagi jiwa dan penghubung dengan Robb semesta alam, untuk mendapatkan ridho-Nya dan menggapai kecintaan-Nya subhanahu wa ta’ala, dan menjauhkan dari apa-apa yang membuat-Nya jalla wa ‘ala murka dan marah.

** Bagian 1
Rosululloh shollallhu alaihi wa sallam bersabda:
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ
“Bersemangatlah terhadap apa-apa yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Alloh” [HR. Muslim no. 2664]
Bersemangatlah terhadap apa-apa yang bermanfaat bagimu” : bersungguh-sungguh mencari sebab-sebab yang bermanfaat dan wasilah-wasilah yang berguna yang dengannnya dapat tercapai kebaikan dan mewujudkan dengannya hidayah.
dan mintalah pertolongan kepada Alloh” : jadilah orang bersandar kepada-Nya dan bertawakal kepada-Nya, yang mencari pertolongan-Nya, yang berharap dari-Ny agar Alloh memberimu taufiq, meluruskanmu, dan mengukuhkanmu, dan memberikan pertolongan untukmu dalam kebaikan dan istiqomah.
Ini adalah kaidah yang besar yang mengitari seluruh kebaikan.

** Bagian 2
Sifat Istri yang Sholihah yang pertama : taat kepada Alloh subhanahu wa ta’ala, dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada.

Hal ini sebagaimana yang datang dari surat an-Nisa’ dalam menyebutkan sifat-sifat istri sholihah :
Alloh tabaroka wa ta’ala berfirman:
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّه
…“Oleh sebab itu wanita-wanita yang sholihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).”[an-Nisaa’: 34]
Potongan ayat ini mengandung banyak faidah tentang sifat-sifat istri yang sholihah, faidahnya mencakup seluruh sifat dan keutamaan yang mulia bagi wanita sholihah.
Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa wanita sholihah adalah yang memiliki 2 sifat berikut ini:

Kamis, 29 Maret 2012

Pengkhianatan Syiah Sepanjang Sejarah

Sejarah adalah kumpulan peristiwa masa lalu yang merupakan gudang informasi tentang segala hal positif maupun negatif. Kekayaan sejarah menjadi asset umat manusia untuk belajar banyak hal tentang kehidupan. Maju dan mundurnya suatu bangsa atau peradaban sangat bergantung sejauh mana sejarah itu digali. Megahnya bangunan sejarah karena ada perancang dan pelaksananya. Robohnya bangunan sejarah karena ada penghancurnya, baik internal maupun eksternal.

Demikian pulalah yang terjadi pada sejarah peradaban Islam. Sejarah Islam telah ditulis dan dibukukan oleh sejarawan muslim dan non muslim. Di antaranya adalah buku History of Civilization karya Will Durant, Tarikhul Umam wal Muluk karya Ath-Thabari, Tarikhul Islam karya Adz-Dzahabi, dll. Penulisan sejarah lebih banyak bersifat pemaparan kronologis dan sedikit yang bersifat analitis seperti kitab Marwiyat Abi Mukhnaf fi Taarikh Thabari karya Dr. Yahya Ibrahim Yahya atau Khuqbatun minat Tarikh karya Utsman Khamis. Adapun manipulasi sejarah ternyata yang paling banyak melakukannya adalah kaum Syiah terutama oleh Al-Mas’udi dalam kitab Muruujudz Dzahab, Abu Mukhnaf dan Saif bin Umar dalam riwayat-riwayat Ath Thabari dan sebagainya.

Cara Misionaris Syiah Menjerat Manusia!

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Cara-cara misionaris Syiah (Rafidhah) dalam menjerat manusia, agar mengikuti ajaran mereka; tak ubahnya seperti cara-cara misionaris Kristen. Mereka ini wajib dihadapi, diwaspadai, ditangkal, dan dihentikan aksi-aksi misionarisasinya. Kaum Muslimin bisa kufur kalau secara sadar mengikuti akidah mereka.

Apakah ajaran Syiah (Rafidhah) sedemikian sesat sehingga bisa menimbulkan kekufuran bagi mereka yang mengikutinya?

Banyak segi dalam ajaran Syiah itu yang bisa membuat para penganutnya kufur dari jalan Islam, antara lain:

    (1) Melaknat para Shahabat Radhiyallahu ‘anhum, khususnya Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Hafshah, Abu Hurairah, dan lain-lain. Perbuatan melaknat ini kekufuran, sebab Allah Ta’ala sudah ridha kepada para Shahabat (At Taubah: 100).

    (2) Meyakini bahwa isteri-isteri Nabi, Radhiyallahu ‘anhunna, bukan termasuk Ahlul Bait Nabi. Dalam Surat Al Ahzab ayat 33 jelas-jelas disebutkan bahwa isteri-isteri Nabi adalah Ahlul Bait beliau. Allah mengakui mereka sebagai Ahlul Bait Nabi, tetapi kaum Syiah tak mengakui. Hebat betul.

    (3) Meyakini bahwa Kitab Suci Al Qur’an sudah diubah oleh para Shahabat, sehingga Al Qur’an di sisi kita selama ini dianggap palsu. Ini adalah tuduhan sangat jahat dan keji. Keyakinan ini bertentangan dengan Surat Al Hijr ayat 9, bahwa Allah akan selalu menjaga Al Qur’an.

Senin, 20 Februari 2012

SETAN MENJADI "ORANG" KEEMPAT

   Abu 'Abdillah menceritakan: "Aku tidak tahu bagaimana aku menceritakan kisah yang pernah kujalani selama beberapa waktu ini. Kisah yang telah mengubah seluruh perjalanan hidupku. Sebenarnya aku belum memutuskan untuk membeberkannya, kecuali karena adanya rasa tanggung jawab dalam diriku pada Allah 'azza wa jalla untuk mengingatkan para pemuda yang selalu mendurhakai Tuhannya, para pemudi yang selalu mengejar sebuah angan-angan dusta atas nama cinta...

   Dahulu kami adalah tiga orang bersahabat. Kami disatukan oleh hobi bersenang-senang. Oh tidak, bukan bertiga, tapi empat orang.... karena yang keempat adalah syetan...

   Suatu waktu, kami pergi untuk "berburu" gadis-gadis yang bisa digoda dengan ucapan semanis madu. Kami akan merayu  mereka perlahan-lahan hingga mereka mau ikut ke kebun-kebun kurma yang jauh ke pinggir kota. Dan disana, mereka akan terkejut bahwa ternyata kami telah berubah menjadi sekumpulan srigala yang tak mengenal belas kasih...

Jumat, 17 Februari 2012

KISAH SEORANG PEROKOK

   Sepuluh tahun yang lalu, aku menikah dengan seorang pemuda perokok tanpa kuketahui bahwa ia merokok. Meskipun ia adalah orang yang berwawasan dan memiliki perilaku yang baik. Ia juga menjaga shalatnya, yang membuatku mencintainya. Hanya saja aku telah merasakan siksaan yang luar biasa akibat kebiasaan merokoknya. Baunya yang busuk menyebar ditubuh dan pakaiannya. Aku berusaha agar ia dapat meninggalkan kebiasaan buruk itu, dan ia selalu berjanji padaku. Namun ia selalu saja menunda dan menunda...

   Kondisi ini terus berlanjut hingga aku semakin jengkel. Ia merokok dimana saja; di mobil dan di setiap tempat. Sampai aku berfikir untuk meminta cerai karena kebiasaan merokoknya.

   Beberapa bulan kemudian, Allah mengaruniakan seorang anak untukku; suatu hal yang kemudian menghalangiku untuk meminta cerai. Anak kami menderita penyakit paru-paru. Dokter mengatakan bahwa penyebabnya adalah kebiasaan orang di sekitarnya, terutama ayahnya yang merokok disampingnya. Tapi suamiku tak kunjung berhenti dari kebiasaan merokoknya.

   Pada suatu malam aku bangun dari tidurku karena suara batuk anakku yang begitu keras akibat paru-parunya. Aku bangun menangisi keadaannya dan juga keadaanku. Aku akhirnya bertekad untuk mengakhiri masalah ini apapun harga yang harus kubayar. Tapi sebuah suara dari dalam diriku tiba-tiba mengatakan: "Mengapa engkau tak kembali kepada Allah??"

Senin, 13 Februari 2012

Sudah Ada Takdir, Lalu Untuk Apa Beramal?

Pertanyaan:

Apakah Allah sudah menentukan orang-orang mana yang masuk surga atau masuk neraka sebelum dilahirkan seperti takdir mati, rezeki dan sebagainya yang dicatat dalam Kitab Lauh Mahfudz?

Lalu manusia ikhtiarnya harus bagaimana?
Jawaban:
بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين, و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:
Benar, Allah Ta’ala telah menentukan takdir seluruh makhluk, baik berupa kematian, rezeki, jodoh bahkan masuk neraka atau surga.
Semuanya sudah tercatat di Al Lauh Al Mahfuzh, hal ini berdasarkan beberapa dalil, baik dari Al Quran Al Karim atau Sunnah yang shahih.
Dalil dari Al Quran:
{ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ} [الحج: 70]
Artinya: Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lohmahfuz) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”.
{إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ} [يس: 12]

Artinya: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Al Lauh Al Mahfuz)”. QS. Yasiin: 12.

Apakah Kedua Orang Tua Rasulullah Berada di Syurga ataukah di Neraka?

* Dari Abu Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata :

قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم
...
اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam :  ”Sesungguhnya aku telah memohon izin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengizinkanku. Namun Ia mengizinkan aku untuk menziarahi kuburnya”
[HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].


* Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah berkata :
وأبواه كانا مشركين, بدليل ما أخبرنا

”Sesungguhnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah musyrik dengan dalil apa yang telah kami bawakan....”.
(Kemudian beliau membawakan dalil hadits dalam Shahih Muslim di atas - no. 203 dan 976 - di atas)
[Lihat As-Sunanul-Kubraa juz 7 Bab Nikaahi Ahlisy-Syirk wa Thalaaqihim]

Senin, 19 September 2011

Bantahan Syubhat ‘Alawi al-Maliki Dan ‘Abdurrahman bin Sa’di

Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi
Saat sampai kepadaku syubhat berupa kisah dialog antara as-Sayyid Alawi al-Maliki dan Syaikh ‘Abdurrahman bin Sa’di, mudah-mudahan Allah merahmati keduanya- saya tidak berminat menjawabnya pada waktu ini, mengingat kesibukanku dalam mendakwahi Nasrani dan Syi’ah. Di samping itu saya tidak ingin mengusik kedamaian antara kami dan saudara kami -meskipun kami berselisih dengan mereka, namun mereka akan tetap menjadi saudara kami, karena kami bersepakat dengan mereka dalam ushul (pokok) agama ini dan banyak sekali dalam furu’ (cabang)nya-. Akan tetapi saya terpaksa menjawab syubhat ini tanpa menundanya, karena melihat pentingannya, bahayanya, dan penyebarannya. Juga karena syubhat tersebut sampai kepada saya dari orang yang tidak mungkin saya menolak permintaannya, yaitu Akhi al-Ustadz Agus Hasan Bashori hafizhahullah. Berikut ini adalah teks dari syubhat tersebut:
Suatu ketika, as-Sayyid ‘Alwi bin Abbas sedang duduk di dalam halaqahnya di Masjidil Haram Makkah. Sementara di sisi lain bagian Masjidil Haram duduk pula as-Syaikh ‘Abdurrahman bin Sa’diy, penulis kitab Tafsir (Taisir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan) sementara manusia sedang dalam shalat dan thawaf mereka. Kala itu, langit tengah membawa mendung, kemudian turunlah hujan, dan tertumpah dari talang Ka’bah. Maka orang-orang Hijaz, sebagaimana kebiasaan mereka, berhamburan menuju air yang tumpah dari talang Ka’bah untuk mengambil dan menunangkannya ke baju dan tubuh mereka guna bertabarruk dengannya.
Maka terkejutlah ahlul hasbah dari kalangan Badui dan menganggap bahwa manusia telah datang dengan kesyirikan dan menyembah selain Allah!!! Jadilah mereka kemudian berkata kepada ahlul Hijaz tersebut, ‘Wahai orang-orang musyrik, syirik… syirik….!’
Maka bubarlah orang-orang tersebut, kemudian berpaling menuju halaqah as-Sayyid ‘Alawiy, lalu mereka bertanya kepadanya (tentang hal itu). Lantas diapun membolehkan mereka untuk melakukan hal itu dan menganjurkannya. Maka untuk kedua kalinya, orang-orang itu berhamburan menuju talang Ka’bah untuk mengambil air tanpa menghiraukan ahlul hasbah yang badui tersebut. Kemudian orang-orang itu berkata kepada mereka, ‘Kami tidak akan mempedulikan kalian setelah as-Sayyid Alawiy bin ‘Abbas memberikan fatwa kepada kami…’

Kamis, 15 September 2011

Tanduk Setan !!

Telah berkata Al-Imaam Al-Bukhaariy rahimahullah :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsannaa, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Husain bin Al-Hasan, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun, dari Naafi’, dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Nabi pernah bersabda : “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yamaan kami”. Para shahabat : “Dan juga Najd kami ?”. Beliau bersabda : “Di sana muncul bencana dan fitnah. Dan di sanalah akan muncul tanduk setan”.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1037. Diriwayatkan juga pada no. 7094 dan Muslim no. 2095.

Diriwayatkan juga oleh Muslim no. 2095 (45), dari jalan Al-Laits, dari Naafi’, dari Ibnu ‘Umar :
أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم، وهو مستقبل المشرق يقول "ألا إن الفتنة ههنا. ألا إن الفتنة ههنا، من حيث يطلع قرن الشيطان".
Bahwasannya ia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam - dimana beliau waktu itu menghadap ke timur -, beliau bersabda : “Ketahuilah, sesungguhnya fitnah di sini, dari arah munculnya tanduk setan”.

Rabu, 14 September 2011

KISAH TENTANG “IPAR ITU MAUT”

Khalid duduk di ruang kerjanya dengan pikiran yang diliputi kesedihan dan kegalauan. Shaleh, kawannya, memperhatikan kegalauan dan kesedihan itu di wajahnya. Ia berdiri dari mejanya dan mendekati Khalid, lalu berkata padanya:
“Khalid, kita ini berteman layaknya bersaudara sejak sebelum kita sama-sama bekerja. Aku perhatikan sejak seminggu ini selalu termenung, tidak konsentrasi. Engkau kelihatan begitu galau dan bersedih…”

Khalid terdiam sejenak. Kemudian ia berkata:
“Terima kasih atas kepedulianmu, Shaleh...Aku merasa memang membutuhkan seseorang yang dapat mendengarkan masalah dan kegelisahanku, barangkali itu bisa membantuku untuk mencari jalan keluarnya…”
Khalid memperbaiki duduknya, lalu menuangkan segelas teh kepada kawannya, Shaleh. Kemudian ia berkata lagi:
 “Masalahnya, wahai Shaleh, seperti yang engkau tahu aku sejak menikah 8 bulan lalu, aku dan istriku tinggal sendiri di sebuah rumah. Namun masalahnya adikku yang paling kecil, Hamd, yang berusia 20 tahun baru saja menyelesaikan SMA-nya dan diterima di salah satu universitas di sini. Dia akan datang satu atau dua minggu lagi untuk memulai kuliahnya. Ayah dan ibuku memintaku bahkan mendesakku agar Hamd dapat tinggal bersamaku di rumahku daripada ia harus tinggal di asrama mahasiswa bersama teman-temannya. Mereka takut nanti dia terseret mengikuti kawan-kawannya!

Sabtu, 27 Agustus 2011

Sikap Syar’i Seorang Muslim terhadap Pemerintahnya

Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pemimpin sangat penting dalam sebuah negara atau pemerintahan. Tidak bisa dibayangkan betapa besarnya mafsadah (kerusakan) yang akan muncul ketika sebuah negara tanpa seorang pemimpin. Karena tabiat dasar manusia adalah suka berbuat zhalim, dan di lain sisi suka menuntut keadilan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya manusia pasti selalu berbuat zhalim dan pengingkaran.” (Ibrahim: 34)

Apa yang akan terjadi seandainya manusia hidup di muka bumi tanpa seorang pemimpin yang mengatur berbagai urusan mereka? Sungguh keadaan mereka tak beda dengan binatang liar di tengah hutan belantara atau ikan-ikan di lautan. Hukum rimba pun akan menjadi simbol kehidupan mereka; yang kuat akan memangsa dan menindas yang lemah.

Rabu, 24 Agustus 2011

Awas! Taring Syi’ah Menancap Di Bumi Pertiwi.

Sebagian pengamat menyatakan bahwa paham syi’ah masuk ke negri Indonesia jauh-jauh hari sebelum kemerdekaan Indonesia. Bahkan kesultanan Pasai atau Samudra Pasai yang berdiri di sekitar kota Kota Lhokseumawe, atau Aceh Utara pada sekitar tahun 1267 M, ditengarai oleh sebagian pengamat berkulturkan Syi’ah. Bahkan salah seorang raja kesultanan ini pernah didampingi dua orang Persia terkenal, yaitu Qadi Sharif Amir Sayyid dari Shiraj dan Taj Ad-Din dari Isfahan. ([1])
Bahkan sebagian lain, lebih jauh menengarai bahwa Syi’ah telah masuk ke Indonesia sejak abad ke- 9. Praduganya ini berdasarkan pada asumsi bahwa kerajaan Islam pertama yang berdiri di Nusantara, yaitu kerajaan Peureulak (Perlak) yang konon, didirikan pada 225H/845M telah menganut paham Syi’ah. Sebagaimana diketahui bahwa Kerajan ini didirikan oleh para pelaut-pedagang Muslim asal Persia, Arab dan Gujarat yang mula-mula datang untuk mengislamkan penduduk setempat. Belakangan mereka mengangkat seorang Sayyid Maulana Abdul ‘Aziz Syah, keturunan Arab-Quraisy, yang konon katanya menganut paham politik Syi’ah, sebagai sultan Perlak.([2])

Selasa, 23 Agustus 2011

Download Lengkap Murottal Syaikh Mishary Rashed al-Afasy dan Qari' lainnya

Untuk Murottal Syaikh Mishary Rashed, bisa di check dan download di sini
Untuk Murottal Qari'-qari' yang lainnya, bisa di check di link ini

Jazakumullahu khairan

Selasa, 21 Juni 2011

SAUDARIKU, MAUKAH ENGKAU MENJADI SEORANG RATU?

Seseorang bertanya : Kenapa Islam menganggap wanita seperti narapidana (tidak bebas keluar),harus ditutup tubuh dan kepalanya (padahal panas), juga tidak boleh laki-laki menyentuhnya, bukankah itu seperti zaman jahiliyah?

Dijawab : Karena Islam menganggap wanita ibarat ratu. Tidak sembarang orang bisa bertemu, melihat dan menyentuh seorang ratu. Seorang ratu juga tidak seperti kuli yang harus kerja berat, tidak seperti artis atau wanita malam yang mengobral kecantikan dan tubuhnya. Seorang ratu cukup diam dalam singgasana kerajaannya, melayani dan mendampingi rajanya.

Orang-orang kafir hanya menghormati wanita jika wanita tersebut adalah seorang ratu bangsawan yang terhormat. Bagi yang pernah melihat film-film kerajaan pasti tahu bagaimana rakyat menghormati ratunya. Jika seorang ratu keluar dari kerajaannya, maka dia ditutupi oleh hijab/tabir, baik tatkala berjalan maupun naik kendaraan, dan rakyatnya malu dan takut untuk menatap wajah ratunya. Jika menatap saja tidak

Kamis, 26 Mei 2011

Rasulullah Suami Yang Periang

 Kebanyakan manusia membayangkan bahwa Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang selalu bersikap tegas dan keras. Sampai-sampai terlintas dalam fikiran mereka bahwa beliau bersikap kurang sayang terhadap isteri-isterinya. Namun yang pasti yang demikian itu tidak benar. Sesungguhnya beliau shollallahu 'alaihi wasallam adalah manusia yang paling periang bersama keluarganya ketika dalam keadaan yang menggembirakan. Selalu menyenangkan ketika bermain-main bersama mereka dan tertawa bersama mereka.

 Ummul Mukminin Aisyah berkata: "Demi Allah saya melihat Nabi shollallahu 'alaihi wasallam berada dipintu kamarku, sedangkan orang-orang Absyinia bermain perang-perangan di masjid. Lalu Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam menutupi aku dengan selendangnya supaya aku bisa melihat permainan mereka diantara telinga dan bahunya, kemudian aku menyandarkan wajahku dipipinya. Dan beliau berkata: "Wahai Aisyah kamu belum puas?" Maka saya menjawab: "Belum", supaya saya melihat kedudukanku di sisinya sehingga aku puas." Dalam satu riwayat disebutkan: "Beliau berdiri karenaku sampai aku yang pergi." Perhatikanlah kedudukan gadis yang masih muda belia yang keras kemauannya atas permainan ini.

 Beliau shollallahu 'alaihi wasallam bersama isteri-isterinya sering melakukan berbagai macam ketangkasan dan permainan, dengan tujuan agar hidup merasa senang. Dan juga agar kehidupan keluarga tidak selalu tegang sehingga membosankan dan menjadi belenggu bagi jiwa.

Jumat, 01 April 2011

Orang Tua Menawarkan Puterinya atau yang Di Bawah Perwaliannya Kepada Laki-laki Shalih bag 3 (habis)

         Diantara hal yang patut disebutkan disini ialah kisah pernikahan ayah dari Imam al-'azhim' Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah yang diberkahi. Ia adalah orang Turki dan hamba sahaya milik seorang pedagang Khawarizmi dari Hamdzan dari Bani Hanzhalah. Ia seorang yang bertakwa lagi shalih, banyak menghabiskan waktu untuk beribadah, suka berkhalwat (menyendiri dalam rangka beribadah) dan sangat wara'. Diantara kisahnya bahwa dia sedang bekerja dikebun tuannya, dan bermukim disana selama beberapa waktu lamanya. Kemudian tuannya, pemilik kebun ini, suatu hari datang kepadanya. Ia mengatakan kepadanya: " Aku ingin buah delima yang manis." Ia pun pergi ke sebuah pohon dan menghidangkan beberapa buah delima

Jumat, 21 Januari 2011

Orang Tua Menawarkan Puterinya atau yang Di Bawah Perwaliannya Kepada Laki-laki Shalih bag 2

Aku menjawab: ‘Semoga Allah merahmatimu. Adakah orang yang akan menikahkanku (dengan puterinya), sedangkan aku tidaklah memiliki (harta) kecuali dua atau tiga dirham? Ia mengatakan: ‘Jika aku yang melakukannya, apakah engkau menerimanya?’ Aku menjawab: ‘Ya.’ Kemudian ia memuji Allah dan bershalawat atas Nabi, lalu menikahkanku dengan mahar dua atau tiga dirham. Aku berdiri dan aku tidak tahu apa yang aku lakukan dengan kegembiraan ini. Aku kembali kerumahku dan mulai memikirkan dari siapa aku mencari pinjaman? Aku melakukan shalat Maghrib. Saat itu aku berpuasa, maka aku mendahulukan makan malamku untuk berbuka. Makan malam tersebut ialah roti dan minyak. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, maka aku bertanya: ‘Siapa?’ Ia menjawab: ‘Sa’id.’ Maka aku membayangkan setiap orang yang bernama Sa’id, kecuali Sa’id bin al-Musayyab. Sebab, ia tidak pernah terlihat sejak 40 tahun kecuali antara rumahnya dan masjid. Aku pun berdiri dan keluar, ternyata Sa’id bin al-Musayyab. Aku menyangka bahwa ia muncul karenanya, maka aku bertanya: ‘Wahai Abu Muhammad, mengapa engkau tidak mengirim orang lain

Rabu, 19 Januari 2011

Orang Tua Menawarkan Puterinya atau yang Di Bawah Perwaliannya Kepada Laki-laki Shalih bag 1


Seorang laki-laki tua yang salih berkata kepada Musa ‘alaihissalam :

“ Sesungguhnya aku bermaksud menikahkanmu dengan salah seorang dari kedua anak perempuanku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun.”

‘Umar bin al-Khattab Rhadiyallahu 'Anhu menawarkan puterinya, Hafshah Rhadiyallahu ‘Anha kepada laki-laki terbaik umat ini. Kita dengarkan penuturan darinya.