Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pemimpin sangat penting dalam sebuah negara atau pemerintahan. Tidak bisa dibayangkan betapa besarnya mafsadah (kerusakan) yang akan muncul ketika sebuah negara tanpa seorang pemimpin. Karena tabiat dasar manusia adalah suka berbuat zhalim, dan di lain sisi suka menuntut keadilan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya manusia pasti selalu berbuat zhalim dan pengingkaran.” (Ibrahim: 34)
Apa yang akan terjadi seandainya manusia hidup di muka bumi tanpa seorang pemimpin yang mengatur berbagai urusan mereka? Sungguh keadaan mereka tak beda dengan binatang liar di tengah hutan belantara atau ikan-ikan di lautan. Hukum rimba pun akan menjadi simbol kehidupan mereka; yang kuat akan memangsa dan menindas yang lemah.
“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari dimana orang yang sabar ketika itu seperti memegang bara api. Mereka yang mengamalkan sunnah pada hari itu akan mendapatkan pahala lima puluh kali dari kalian yang mengamalkan amalan tersebut. Para Shahabat bertanya: ‘Mendapatkan pahala lima puluh kali dari kita atau mereka?’ Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab: ‘Bahkan lima puluh kali pahala dari kalian’ “. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim)
Sabtu, 27 Agustus 2011
Rabu, 24 Agustus 2011
Awas! Taring Syi’ah Menancap Di Bumi Pertiwi.
Sebagian pengamat menyatakan bahwa paham syi’ah masuk ke negri Indonesia jauh-jauh hari sebelum kemerdekaan Indonesia. Bahkan kesultanan Pasai atau Samudra Pasai yang berdiri di sekitar kota Kota Lhokseumawe, atau Aceh Utara pada sekitar tahun 1267 M, ditengarai oleh sebagian pengamat berkulturkan Syi’ah. Bahkan salah seorang raja kesultanan ini pernah didampingi dua orang Persia terkenal, yaitu Qadi Sharif Amir Sayyid dari Shiraj dan Taj Ad-Din dari Isfahan. ([1])
Bahkan sebagian lain, lebih jauh menengarai bahwa Syi’ah telah masuk ke Indonesia sejak abad ke- 9. Praduganya ini berdasarkan pada asumsi bahwa kerajaan Islam pertama yang berdiri di Nusantara, yaitu kerajaan Peureulak (Perlak) yang konon, didirikan pada 225H/845M telah menganut paham Syi’ah. Sebagaimana diketahui bahwa Kerajan ini didirikan oleh para pelaut-pedagang Muslim asal Persia, Arab dan Gujarat yang mula-mula datang untuk mengislamkan penduduk setempat. Belakangan mereka mengangkat seorang Sayyid Maulana Abdul ‘Aziz Syah, keturunan Arab-Quraisy, yang konon katanya menganut paham politik Syi’ah, sebagai sultan Perlak.([2])
Bahkan sebagian lain, lebih jauh menengarai bahwa Syi’ah telah masuk ke Indonesia sejak abad ke- 9. Praduganya ini berdasarkan pada asumsi bahwa kerajaan Islam pertama yang berdiri di Nusantara, yaitu kerajaan Peureulak (Perlak) yang konon, didirikan pada 225H/845M telah menganut paham Syi’ah. Sebagaimana diketahui bahwa Kerajan ini didirikan oleh para pelaut-pedagang Muslim asal Persia, Arab dan Gujarat yang mula-mula datang untuk mengislamkan penduduk setempat. Belakangan mereka mengangkat seorang Sayyid Maulana Abdul ‘Aziz Syah, keturunan Arab-Quraisy, yang konon katanya menganut paham politik Syi’ah, sebagai sultan Perlak.([2])
Selasa, 23 Agustus 2011
Download Lengkap Murottal Syaikh Mishary Rashed al-Afasy dan Qari' lainnya
Senin, 18 Juli 2011
Download Audio : Hadist-hadist Pilihan Seputar Puasa dari Kitab Umdatul Ahkam, pemateri oleh Ustadz Mizan
Bismillah.
Alhamdulillah selama 3 hari berada di Bali, Ustadz Mizan memberikan faedah ilmunya terutama yang membahas masalah puasa yang diadakan di Masjid Nurul Huda bandara Ngurah Rai, Bali yang diambil dari hadist-hadist pilihan yang ada di kitab Umdatul Ahkam. Didalamnya dibahas tentang sunnahnya memulai puasa dengan ru'yah, di bahas juga tentang hukum orang yang meninggalkan puasa Romadhon namun belum sempat mengqadha'nya sampai ketemu Ramadhan selanjutnya. Dibahas juga masalah orang yang meninggalkan puasa (karena 'udzur) namun keburu meninggal sebelum sempat menggantinya, apakah keluarganya yang mengqadha puasa yang ditinggalkan atau bagaimana. Selain itu juga ada beberapa pertanyaan seputar amalan nisfu sya'ban, tahlilan dan sebagainya. Selanjutnya silahkan di download dan diambil faedahnya.
Kajian 1
Kajian 2
Kajian 3
Kajian 4
Semoga Bermanfaat.
Alhamdulillah selama 3 hari berada di Bali, Ustadz Mizan memberikan faedah ilmunya terutama yang membahas masalah puasa yang diadakan di Masjid Nurul Huda bandara Ngurah Rai, Bali yang diambil dari hadist-hadist pilihan yang ada di kitab Umdatul Ahkam. Didalamnya dibahas tentang sunnahnya memulai puasa dengan ru'yah, di bahas juga tentang hukum orang yang meninggalkan puasa Romadhon namun belum sempat mengqadha'nya sampai ketemu Ramadhan selanjutnya. Dibahas juga masalah orang yang meninggalkan puasa (karena 'udzur) namun keburu meninggal sebelum sempat menggantinya, apakah keluarganya yang mengqadha puasa yang ditinggalkan atau bagaimana. Selain itu juga ada beberapa pertanyaan seputar amalan nisfu sya'ban, tahlilan dan sebagainya. Selanjutnya silahkan di download dan diambil faedahnya.
Kajian 1
Kajian 2
Kajian 3
Kajian 4
Semoga Bermanfaat.
Selasa, 21 Juni 2011
SAUDARIKU, MAUKAH ENGKAU MENJADI SEORANG RATU?
Seseorang bertanya : Kenapa Islam menganggap wanita seperti narapidana (tidak bebas keluar),harus ditutup tubuh dan kepalanya (padahal panas), juga tidak boleh laki-laki menyentuhnya, bukankah itu seperti zaman jahiliyah?
Dijawab : Karena Islam menganggap wanita ibarat ratu. Tidak sembarang orang bisa bertemu, melihat dan menyentuh seorang ratu. Seorang ratu juga tidak seperti kuli yang harus kerja berat, tidak seperti artis atau wanita malam yang mengobral kecantikan dan tubuhnya. Seorang ratu cukup diam dalam singgasana kerajaannya, melayani dan mendampingi rajanya.
Orang-orang kafir hanya menghormati wanita jika wanita tersebut adalah seorang ratu bangsawan yang terhormat. Bagi yang pernah melihat film-film kerajaan pasti tahu bagaimana rakyat menghormati ratunya. Jika seorang ratu keluar dari kerajaannya, maka dia ditutupi oleh hijab/tabir, baik tatkala berjalan maupun naik kendaraan, dan rakyatnya malu dan takut untuk menatap wajah ratunya. Jika menatap saja tidak
Dijawab : Karena Islam menganggap wanita ibarat ratu. Tidak sembarang orang bisa bertemu, melihat dan menyentuh seorang ratu. Seorang ratu juga tidak seperti kuli yang harus kerja berat, tidak seperti artis atau wanita malam yang mengobral kecantikan dan tubuhnya. Seorang ratu cukup diam dalam singgasana kerajaannya, melayani dan mendampingi rajanya.
Orang-orang kafir hanya menghormati wanita jika wanita tersebut adalah seorang ratu bangsawan yang terhormat. Bagi yang pernah melihat film-film kerajaan pasti tahu bagaimana rakyat menghormati ratunya. Jika seorang ratu keluar dari kerajaannya, maka dia ditutupi oleh hijab/tabir, baik tatkala berjalan maupun naik kendaraan, dan rakyatnya malu dan takut untuk menatap wajah ratunya. Jika menatap saja tidak
Kamis, 26 Mei 2011
Rasulullah Suami Yang Periang
Kebanyakan manusia membayangkan bahwa Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang selalu bersikap tegas dan keras. Sampai-sampai terlintas dalam fikiran mereka bahwa beliau bersikap kurang sayang terhadap isteri-isterinya. Namun yang pasti yang demikian itu tidak benar. Sesungguhnya beliau shollallahu 'alaihi wasallam adalah manusia yang paling periang bersama keluarganya ketika dalam keadaan yang menggembirakan. Selalu menyenangkan ketika bermain-main bersama mereka dan tertawa bersama mereka.
Ummul Mukminin Aisyah berkata: "Demi Allah saya melihat Nabi shollallahu 'alaihi wasallam berada dipintu kamarku, sedangkan orang-orang Absyinia bermain perang-perangan di masjid. Lalu Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam menutupi aku dengan selendangnya supaya aku bisa melihat permainan mereka diantara telinga dan bahunya, kemudian aku menyandarkan wajahku dipipinya. Dan beliau berkata: "Wahai Aisyah kamu belum puas?" Maka saya menjawab: "Belum", supaya saya melihat kedudukanku di sisinya sehingga aku puas." Dalam satu riwayat disebutkan: "Beliau berdiri karenaku sampai aku yang pergi." Perhatikanlah kedudukan gadis yang masih muda belia yang keras kemauannya atas permainan ini.
Beliau shollallahu 'alaihi wasallam bersama isteri-isterinya sering melakukan berbagai macam ketangkasan dan permainan, dengan tujuan agar hidup merasa senang. Dan juga agar kehidupan keluarga tidak selalu tegang sehingga membosankan dan menjadi belenggu bagi jiwa.
Ummul Mukminin Aisyah berkata: "Demi Allah saya melihat Nabi shollallahu 'alaihi wasallam berada dipintu kamarku, sedangkan orang-orang Absyinia bermain perang-perangan di masjid. Lalu Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam menutupi aku dengan selendangnya supaya aku bisa melihat permainan mereka diantara telinga dan bahunya, kemudian aku menyandarkan wajahku dipipinya. Dan beliau berkata: "Wahai Aisyah kamu belum puas?" Maka saya menjawab: "Belum", supaya saya melihat kedudukanku di sisinya sehingga aku puas." Dalam satu riwayat disebutkan: "Beliau berdiri karenaku sampai aku yang pergi." Perhatikanlah kedudukan gadis yang masih muda belia yang keras kemauannya atas permainan ini.
Beliau shollallahu 'alaihi wasallam bersama isteri-isterinya sering melakukan berbagai macam ketangkasan dan permainan, dengan tujuan agar hidup merasa senang. Dan juga agar kehidupan keluarga tidak selalu tegang sehingga membosankan dan menjadi belenggu bagi jiwa.
Rabu, 11 Mei 2011
Download Audio : Kaidah Rinci Tahdzir Hajr dan Tabdi' - Ust Dzulqornain
Kaidah Rinci Tahdzir Hajr dan Tabdi' yang disampaikan oleh Ustadz Dzulqornain. Silahkan download di sini
Langganan:
Postingan (Atom)