Bismillah.
Alhamdulillah selama 3 hari berada di Bali, Ustadz Mizan memberikan faedah ilmunya terutama yang membahas masalah puasa yang diadakan di Masjid Nurul Huda bandara Ngurah Rai, Bali yang diambil dari hadist-hadist pilihan yang ada di kitab Umdatul Ahkam. Didalamnya dibahas tentang sunnahnya memulai puasa dengan ru'yah, di bahas juga tentang hukum orang yang meninggalkan puasa Romadhon namun belum sempat mengqadha'nya sampai ketemu Ramadhan selanjutnya. Dibahas juga masalah orang yang meninggalkan puasa (karena 'udzur) namun keburu meninggal sebelum sempat menggantinya, apakah keluarganya yang mengqadha puasa yang ditinggalkan atau bagaimana. Selain itu juga ada beberapa pertanyaan seputar amalan nisfu sya'ban, tahlilan dan sebagainya. Selanjutnya silahkan di download dan diambil faedahnya.
Kajian 1
Kajian 2
Kajian 3
Kajian 4
Semoga Bermanfaat.
“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari dimana orang yang sabar ketika itu seperti memegang bara api. Mereka yang mengamalkan sunnah pada hari itu akan mendapatkan pahala lima puluh kali dari kalian yang mengamalkan amalan tersebut. Para Shahabat bertanya: ‘Mendapatkan pahala lima puluh kali dari kita atau mereka?’ Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab: ‘Bahkan lima puluh kali pahala dari kalian’ “. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim)
Senin, 18 Juli 2011
Selasa, 21 Juni 2011
SAUDARIKU, MAUKAH ENGKAU MENJADI SEORANG RATU?
Seseorang bertanya : Kenapa Islam menganggap wanita seperti narapidana (tidak bebas keluar),harus ditutup tubuh dan kepalanya (padahal panas), juga tidak boleh laki-laki menyentuhnya, bukankah itu seperti zaman jahiliyah?
Dijawab : Karena Islam menganggap wanita ibarat ratu. Tidak sembarang orang bisa bertemu, melihat dan menyentuh seorang ratu. Seorang ratu juga tidak seperti kuli yang harus kerja berat, tidak seperti artis atau wanita malam yang mengobral kecantikan dan tubuhnya. Seorang ratu cukup diam dalam singgasana kerajaannya, melayani dan mendampingi rajanya.
Orang-orang kafir hanya menghormati wanita jika wanita tersebut adalah seorang ratu bangsawan yang terhormat. Bagi yang pernah melihat film-film kerajaan pasti tahu bagaimana rakyat menghormati ratunya. Jika seorang ratu keluar dari kerajaannya, maka dia ditutupi oleh hijab/tabir, baik tatkala berjalan maupun naik kendaraan, dan rakyatnya malu dan takut untuk menatap wajah ratunya. Jika menatap saja tidak
Dijawab : Karena Islam menganggap wanita ibarat ratu. Tidak sembarang orang bisa bertemu, melihat dan menyentuh seorang ratu. Seorang ratu juga tidak seperti kuli yang harus kerja berat, tidak seperti artis atau wanita malam yang mengobral kecantikan dan tubuhnya. Seorang ratu cukup diam dalam singgasana kerajaannya, melayani dan mendampingi rajanya.
Orang-orang kafir hanya menghormati wanita jika wanita tersebut adalah seorang ratu bangsawan yang terhormat. Bagi yang pernah melihat film-film kerajaan pasti tahu bagaimana rakyat menghormati ratunya. Jika seorang ratu keluar dari kerajaannya, maka dia ditutupi oleh hijab/tabir, baik tatkala berjalan maupun naik kendaraan, dan rakyatnya malu dan takut untuk menatap wajah ratunya. Jika menatap saja tidak
Kamis, 26 Mei 2011
Rasulullah Suami Yang Periang
Kebanyakan manusia membayangkan bahwa Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang selalu bersikap tegas dan keras. Sampai-sampai terlintas dalam fikiran mereka bahwa beliau bersikap kurang sayang terhadap isteri-isterinya. Namun yang pasti yang demikian itu tidak benar. Sesungguhnya beliau shollallahu 'alaihi wasallam adalah manusia yang paling periang bersama keluarganya ketika dalam keadaan yang menggembirakan. Selalu menyenangkan ketika bermain-main bersama mereka dan tertawa bersama mereka.
Ummul Mukminin Aisyah berkata: "Demi Allah saya melihat Nabi shollallahu 'alaihi wasallam berada dipintu kamarku, sedangkan orang-orang Absyinia bermain perang-perangan di masjid. Lalu Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam menutupi aku dengan selendangnya supaya aku bisa melihat permainan mereka diantara telinga dan bahunya, kemudian aku menyandarkan wajahku dipipinya. Dan beliau berkata: "Wahai Aisyah kamu belum puas?" Maka saya menjawab: "Belum", supaya saya melihat kedudukanku di sisinya sehingga aku puas." Dalam satu riwayat disebutkan: "Beliau berdiri karenaku sampai aku yang pergi." Perhatikanlah kedudukan gadis yang masih muda belia yang keras kemauannya atas permainan ini.
Beliau shollallahu 'alaihi wasallam bersama isteri-isterinya sering melakukan berbagai macam ketangkasan dan permainan, dengan tujuan agar hidup merasa senang. Dan juga agar kehidupan keluarga tidak selalu tegang sehingga membosankan dan menjadi belenggu bagi jiwa.
Ummul Mukminin Aisyah berkata: "Demi Allah saya melihat Nabi shollallahu 'alaihi wasallam berada dipintu kamarku, sedangkan orang-orang Absyinia bermain perang-perangan di masjid. Lalu Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam menutupi aku dengan selendangnya supaya aku bisa melihat permainan mereka diantara telinga dan bahunya, kemudian aku menyandarkan wajahku dipipinya. Dan beliau berkata: "Wahai Aisyah kamu belum puas?" Maka saya menjawab: "Belum", supaya saya melihat kedudukanku di sisinya sehingga aku puas." Dalam satu riwayat disebutkan: "Beliau berdiri karenaku sampai aku yang pergi." Perhatikanlah kedudukan gadis yang masih muda belia yang keras kemauannya atas permainan ini.
Beliau shollallahu 'alaihi wasallam bersama isteri-isterinya sering melakukan berbagai macam ketangkasan dan permainan, dengan tujuan agar hidup merasa senang. Dan juga agar kehidupan keluarga tidak selalu tegang sehingga membosankan dan menjadi belenggu bagi jiwa.
Rabu, 11 Mei 2011
Download Audio : Kaidah Rinci Tahdzir Hajr dan Tabdi' - Ust Dzulqornain
Kaidah Rinci Tahdzir Hajr dan Tabdi' yang disampaikan oleh Ustadz Dzulqornain. Silahkan download di sini
Selasa, 10 Mei 2011
Download Audio : Nasehat Ulama Dalam Menghadapi Fitnah - Abu Salman Musthofa Al-Bhutoni
Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman kajian dengan tema Nasihat Ulama dalam Menghadapi Fitnah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Salman Musthofa Al-Buthoni (Murid Syaikh Muqbil, Alumni Darul Hadits Yaman). Kajian ini diselenggarakan oleh Ponpes Minhajus Sunnah di Mesjid Arroufurrahim, Kampus Baru Unhalu, Kendari (Jumat, 18 maret 2011). Sebenarnya, kajian ini bersamaan waktunya dengan jadwal kajian Ustadz Abdullah Taslim Al-Buthoni, M.A. Akan tetapi, beliau memberikan kesempatan kepada Al-Ustadz Musthofa untuk mengisi kajian. Semoga kajian yang disampaikan oleh Ustadz Musthofa bermanfaat bagi kaum muslimin. Dan semoga Allah senantiasa menyatukan hati Ahlus Sunnah di manapun berada. Silakan download rekamannya pada link berikut
Download Audio : Nasehat Didalam Menghadapi Fitnah - Ust Ali Basuki LC
Nasehat untuk kita didalam menghadapi fitnah terutama yang terjadi diantara ahlussunnah, yyang disampaikan oleh al Ustadz Ali Basuki LC hafidzahullah. Silahkan di download di sini
Jazakallahu khairan kepada al akh Abu Luqman atas kontribusinya.
Jazakallahu khairan kepada al akh Abu Luqman atas kontribusinya.
Senin, 25 April 2011
Download Audio : Sikap Kita terhadap Kitabullah - Ust Asykari
Bagaimanakah sikap kita terhadap kitabullah, apakah hanya cukup disimpan dirumah atau ditadabburi?. Simak pembahasannya yang disampaikan oleh Ustadz Abu Karimah Asykari di Masjid Baitul Makmur perum Monang-maning Denpasar Bali pada tanggal 24 April 2011 selepas sholat subuh.
Rekamannya ada di sini
Semoga bermanfaat.
Rekamannya ada di sini
Semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)