Selasa, 21 Juni 2011

SAUDARIKU, MAUKAH ENGKAU MENJADI SEORANG RATU?

Seseorang bertanya : Kenapa Islam menganggap wanita seperti narapidana (tidak bebas keluar),harus ditutup tubuh dan kepalanya (padahal panas), juga tidak boleh laki-laki menyentuhnya, bukankah itu seperti zaman jahiliyah?

Dijawab : Karena Islam menganggap wanita ibarat ratu. Tidak sembarang orang bisa bertemu, melihat dan menyentuh seorang ratu. Seorang ratu juga tidak seperti kuli yang harus kerja berat, tidak seperti artis atau wanita malam yang mengobral kecantikan dan tubuhnya. Seorang ratu cukup diam dalam singgasana kerajaannya, melayani dan mendampingi rajanya.

Orang-orang kafir hanya menghormati wanita jika wanita tersebut adalah seorang ratu bangsawan yang terhormat. Bagi yang pernah melihat film-film kerajaan pasti tahu bagaimana rakyat menghormati ratunya. Jika seorang ratu keluar dari kerajaannya, maka dia ditutupi oleh hijab/tabir, baik tatkala berjalan maupun naik kendaraan, dan rakyatnya malu dan takut untuk menatap wajah ratunya. Jika menatap saja tidak

Kamis, 26 Mei 2011

Rasulullah Suami Yang Periang

 Kebanyakan manusia membayangkan bahwa Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang selalu bersikap tegas dan keras. Sampai-sampai terlintas dalam fikiran mereka bahwa beliau bersikap kurang sayang terhadap isteri-isterinya. Namun yang pasti yang demikian itu tidak benar. Sesungguhnya beliau shollallahu 'alaihi wasallam adalah manusia yang paling periang bersama keluarganya ketika dalam keadaan yang menggembirakan. Selalu menyenangkan ketika bermain-main bersama mereka dan tertawa bersama mereka.

 Ummul Mukminin Aisyah berkata: "Demi Allah saya melihat Nabi shollallahu 'alaihi wasallam berada dipintu kamarku, sedangkan orang-orang Absyinia bermain perang-perangan di masjid. Lalu Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam menutupi aku dengan selendangnya supaya aku bisa melihat permainan mereka diantara telinga dan bahunya, kemudian aku menyandarkan wajahku dipipinya. Dan beliau berkata: "Wahai Aisyah kamu belum puas?" Maka saya menjawab: "Belum", supaya saya melihat kedudukanku di sisinya sehingga aku puas." Dalam satu riwayat disebutkan: "Beliau berdiri karenaku sampai aku yang pergi." Perhatikanlah kedudukan gadis yang masih muda belia yang keras kemauannya atas permainan ini.

 Beliau shollallahu 'alaihi wasallam bersama isteri-isterinya sering melakukan berbagai macam ketangkasan dan permainan, dengan tujuan agar hidup merasa senang. Dan juga agar kehidupan keluarga tidak selalu tegang sehingga membosankan dan menjadi belenggu bagi jiwa.

Rabu, 11 Mei 2011

Selasa, 10 Mei 2011

Download Audio : Nasehat Ulama Dalam Menghadapi Fitnah - Abu Salman Musthofa Al-Bhutoni

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman kajian dengan tema Nasihat Ulama dalam Menghadapi Fitnah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Salman Musthofa Al-Buthoni (Murid Syaikh Muqbil, Alumni Darul Hadits Yaman). Kajian ini diselenggarakan oleh Ponpes Minhajus Sunnah di Mesjid Arroufurrahim, Kampus Baru Unhalu, Kendari (Jumat, 18 maret 2011). Sebenarnya, kajian ini bersamaan waktunya dengan jadwal kajian Ustadz Abdullah Taslim Al-Buthoni, M.A. Akan tetapi, beliau memberikan kesempatan kepada Al-Ustadz Musthofa untuk mengisi kajian. Semoga kajian yang disampaikan oleh Ustadz Musthofa bermanfaat bagi kaum muslimin. Dan semoga Allah senantiasa menyatukan hati Ahlus Sunnah di manapun berada. Silakan download rekamannya pada link berikut

Download Audio : Nasehat Didalam Menghadapi Fitnah - Ust Ali Basuki LC

Nasehat untuk kita didalam menghadapi fitnah terutama yang terjadi diantara ahlussunnah, yyang disampaikan oleh al Ustadz Ali Basuki LC hafidzahullah. Silahkan di download di sini
Jazakallahu khairan kepada al akh Abu Luqman atas kontribusinya.

Senin, 25 April 2011

Download Audio : Sikap Kita terhadap Kitabullah - Ust Asykari

Bagaimanakah sikap kita terhadap kitabullah, apakah hanya cukup disimpan dirumah atau ditadabburi?. Simak pembahasannya yang disampaikan oleh Ustadz Abu Karimah Asykari di Masjid Baitul Makmur perum Monang-maning Denpasar Bali pada tanggal 24 April 2011 selepas sholat subuh.
Rekamannya ada di sini

Semoga bermanfaat.

Audio : Rekaman Dauroh Ustadz Asykari di Bali, Materi Mitos Wahhabi

Dimasyakarakat, banyak orang melekatkan teroris sebagai Wahhabi dan diantara mereka juga mengaitkan simbol-simbol Islam sebagai Wahhabi seperti kalau laki-lakinya memelihara jenggot, celana cingkrang. dan kalau wanitanya bercadar dan sebagainya. Bahkan tokoh sufi Siradjudin Abbas mengatakan didalam salah satu bukunya bahwa salah satu ciri Wahhabi adalah mengharamkan rokok. Benarkah demikian? Simak pembahasannya yang disampaikan oleh Ustadz Asykari pada tanggal 24 April 2011 di Masjid Raya Ukhuwwah Denpasar. Semoga bermanfaat

Kajian 1 : Ust Asykari : Mitos Wahhabi 1
Kajian 2 : Ust Asykari : Mitos Wahhabi 2