Sepuluh tahun yang lalu, aku menikah dengan seorang pemuda perokok tanpa kuketahui bahwa ia merokok. Meskipun ia adalah orang yang berwawasan dan memiliki perilaku yang baik. Ia juga menjaga shalatnya, yang membuatku mencintainya. Hanya saja aku telah merasakan siksaan yang luar biasa akibat kebiasaan merokoknya. Baunya yang busuk menyebar ditubuh dan pakaiannya. Aku berusaha agar ia dapat meninggalkan kebiasaan buruk itu, dan ia selalu berjanji padaku. Namun ia selalu saja menunda dan menunda...
Kondisi ini terus berlanjut hingga aku semakin jengkel. Ia merokok dimana saja; di mobil dan di setiap tempat. Sampai aku berfikir untuk meminta cerai karena kebiasaan merokoknya.
Beberapa bulan kemudian, Allah mengaruniakan seorang anak untukku; suatu hal yang kemudian menghalangiku untuk meminta cerai. Anak kami menderita penyakit paru-paru. Dokter mengatakan bahwa penyebabnya adalah kebiasaan orang di sekitarnya, terutama ayahnya yang merokok disampingnya. Tapi suamiku tak kunjung berhenti dari kebiasaan merokoknya.
Pada suatu malam aku bangun dari tidurku karena suara batuk anakku yang begitu keras akibat paru-parunya. Aku bangun menangisi keadaannya dan juga keadaanku. Aku akhirnya bertekad untuk mengakhiri masalah ini apapun harga yang harus kubayar. Tapi sebuah suara dari dalam diriku tiba-tiba mengatakan: "Mengapa engkau tak kembali kepada Allah??"
“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari dimana orang yang sabar ketika itu seperti memegang bara api. Mereka yang mengamalkan sunnah pada hari itu akan mendapatkan pahala lima puluh kali dari kalian yang mengamalkan amalan tersebut. Para Shahabat bertanya: ‘Mendapatkan pahala lima puluh kali dari kita atau mereka?’ Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab: ‘Bahkan lima puluh kali pahala dari kalian’ “. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim)
Jumat, 17 Februari 2012
Senin, 13 Februari 2012
Sudah Ada Takdir, Lalu Untuk Apa Beramal?
Pertanyaan:
Apakah Allah sudah menentukan orang-orang mana yang masuk surga atau masuk neraka sebelum dilahirkan seperti takdir mati, rezeki dan sebagainya yang dicatat dalam Kitab Lauh Mahfudz?
Lalu manusia ikhtiarnya harus bagaimana?
Jawaban:
بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين, و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:
Benar, Allah Ta’ala telah menentukan takdir seluruh makhluk, baik berupa kematian, rezeki, jodoh bahkan masuk neraka atau surga.
Semuanya sudah tercatat di Al Lauh Al Mahfuzh, hal ini berdasarkan beberapa dalil, baik dari Al Quran Al Karim atau Sunnah yang shahih.
Dalil dari Al Quran:
{ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ} [الحج: 70]
Artinya: “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lohmahfuz) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”.
{إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ} [يس: 12]
Artinya: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Al Lauh Al Mahfuz)”. QS. Yasiin: 12.
Apakah Kedua Orang Tua Rasulullah Berada di Syurga ataukah di Neraka?
* Dari Abu Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata :
قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم
...
اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي
Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Sesungguhnya aku telah memohon izin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengizinkanku. Namun Ia mengizinkan aku untuk menziarahi kuburnya”
[HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].
* Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah berkata :
وأبواه كانا مشركين, بدليل ما أخبرنا
”Sesungguhnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah musyrik dengan dalil apa yang telah kami bawakan....”.
(Kemudian beliau membawakan dalil hadits dalam Shahih Muslim di atas - no. 203 dan 976 - di atas)
[Lihat As-Sunanul-Kubraa juz 7 Bab Nikaahi Ahlisy-Syirk wa Thalaaqihim]
قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم
...
اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي
Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Sesungguhnya aku telah memohon izin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengizinkanku. Namun Ia mengizinkan aku untuk menziarahi kuburnya”
[HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].
* Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah berkata :
وأبواه كانا مشركين, بدليل ما أخبرنا
”Sesungguhnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah musyrik dengan dalil apa yang telah kami bawakan....”.
(Kemudian beliau membawakan dalil hadits dalam Shahih Muslim di atas - no. 203 dan 976 - di atas)
[Lihat As-Sunanul-Kubraa juz 7 Bab Nikaahi Ahlisy-Syirk wa Thalaaqihim]
Kamis, 02 Februari 2012
Download Audio Tanya Jawab Seputar Permasalahan Hajr, Tahdzir oleh Ustadz Dzulqornain
Sudah benarkah hajr, tahdzir yang kita lakukan terhadap saudara-saudara kita ?
Sudahkah kita mengetahui ilmunya?
Metode Ilmiah Ahlus Sunnah dalam Penerapan Hajr.
Metode Ilmiah Ahlus Sunnah dalam Penerapan Tahdzir
Kapan Seseorang Dikeluarkan dari Ahlissunnah
Semoga Bermanfaat
Sumber : Problemamuslim
Sudahkah kita mengetahui ilmunya?
Metode Ilmiah Ahlus Sunnah dalam Penerapan Hajr.
Metode Ilmiah Ahlus Sunnah dalam Penerapan Tahdzir
Kapan Seseorang Dikeluarkan dari Ahlissunnah
Semoga Bermanfaat
Sumber : Problemamuslim
Minggu, 29 Januari 2012
( REVISI ) Download Audio Safari Dakwah Al Ustadz Dzulqornain di Bali.
Alhamdulillah berakhir sudah safari dakwah di pulau Bali yang dilakukan oleh Al Ustadz Dzulqornain bin Muhammad Sunusi ( pengasuh ma'had Assunnah Makasar ), dan berikut rekaman dari kajian-kajian yang beliau sampaikan selama memberikan faedah ilmu di Bali.
Kajian Shubuh di Masjid Baitul Mukminin Panjer ( 28 Januari 2012 )
Ustadz Dzulqornain - Syarah Do'a Pagi
Kajian Pagi-Dzuhur di Masjid Nurul Huda Bandara Ngurah Rai ( 28 Januari 2012 )
Ustadz Dzulqornain - Menuju Kebahagiaan Hidup Plus Tanya Jawab
Kajian Ba'da Asyar di Masjid Baitul Mukminin Panjer ( 28 Januari 2012 )
Ustadz Dzulqornain - Indahnya Syurga
Ustadz Dzulqornain - Indahnya Syurga - Tanya Jawab
Kajian Shubuh di Masjid Baitul Makmur Perum Monang-maning Dps ( 29 Januari 2012 )
( REVISI ) Ustadz Dzulqornain - Dahsyatnya Neraka Plus Tanya Jawab
Kajian Ba'da Maghrib di Masjid Sadr Sesetan ( 29 Januari 2012 )
Ustadz Dzulqornain - Sifat-Sifat Orang Beriman 1
Ustadz Dzulqornain - Sifat-Sifat Orang Beriman 2
Ustadz Dzulqornain - Sifat-Sifat Orang Beriman, Tanya Jawab
NB : Silahkan mencopy isi materi dari blog ini, namun kedepankan sikap ilmiyyah dengan mencantumkan sumber aslinya.
Jazakumullohu khairan dan Semoga Bermanfaat
Kajian Shubuh di Masjid Baitul Mukminin Panjer ( 28 Januari 2012 )
Ustadz Dzulqornain - Syarah Do'a Pagi
Kajian Pagi-Dzuhur di Masjid Nurul Huda Bandara Ngurah Rai ( 28 Januari 2012 )
Ustadz Dzulqornain - Menuju Kebahagiaan Hidup Plus Tanya Jawab
Kajian Ba'da Asyar di Masjid Baitul Mukminin Panjer ( 28 Januari 2012 )
Ustadz Dzulqornain - Indahnya Syurga
Ustadz Dzulqornain - Indahnya Syurga - Tanya Jawab
Kajian Shubuh di Masjid Baitul Makmur Perum Monang-maning Dps ( 29 Januari 2012 )
( REVISI ) Ustadz Dzulqornain - Dahsyatnya Neraka Plus Tanya Jawab
Kajian Ba'da Maghrib di Masjid Sadr Sesetan ( 29 Januari 2012 )
Ustadz Dzulqornain - Sifat-Sifat Orang Beriman 1
Ustadz Dzulqornain - Sifat-Sifat Orang Beriman 2
Ustadz Dzulqornain - Sifat-Sifat Orang Beriman, Tanya Jawab
NB : Silahkan mencopy isi materi dari blog ini, namun kedepankan sikap ilmiyyah dengan mencantumkan sumber aslinya.
Jazakumullohu khairan dan Semoga Bermanfaat
Download Audio : Pembahasan Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad Pertemuan 6
Berikut rekaman pertemuan ke 6 dari pembahasan Kitabuttauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (ba'da Maghrib) dan kitab Ushulussunnah Imam Ahmad, oleh Ustadz Ainurrofiq LC (Ma'had Utsman bin Affan, Bali) sudah bisa di download.
Kitabuttauhid 6
Ushulussunnah 6
Semoga Bermanfaat
Kitabuttauhid 6
Ushulussunnah 6
Semoga Bermanfaat
Kamis, 12 Januari 2012
Download Audio : Pembahasan Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad Pertemuan 5
Berikut rekaman pertemuan ke 5 dari pembahasan Kitabuttauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (ba'da Maghrib) dan kitab Ushulussunnah Imam Ahmad, oleh Ustadz Ainurrofiq LC (Ma'had Utsman bin Affan, Bali) sudah bisa di download.
Kitabuttauhid Pertemuan 5
Ushulussunnah Pertemuan 5
Semoga Bermanfaat
Kitabuttauhid Pertemuan 5
Ushulussunnah Pertemuan 5
Semoga Bermanfaat
Langganan:
Postingan (Atom)
