<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169</id><updated>2012-02-23T00:19:15.724-08:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Ustadz Mizan'/><category term='Ustadz Ainurrofiq LC'/><category term='Ust Ali Musri'/><category term='Ustadz Armen'/><category term='Ustadz Dzulqornain'/><category term='Ustadz Asykari'/><category term='Ustadz Luqman Ba&apos;abduh'/><title type='text'>Salafy Ahlussunnah Wal Jama'ah Bali</title><subtitle type='html'>“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari dimana orang yang sabar ketika itu seperti memegang bara api. Mereka yang mengamalkan sunnah pada hari itu akan mendapatkan pahala lima puluh kali dari kalian yang mengamalkan amalan tersebut. Para Shahabat bertanya: ‘Mendapatkan pahala lima puluh kali dari kita atau mereka?’ Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab: ‘Bahkan lima puluh kali pahala dari kalian’ “. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-141792007416013488</id><published>2012-02-21T01:48:00.000-08:00</published><updated>2012-02-21T01:48:11.796-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Ainurrofiq LC'/><title type='text'>Download Audio : Pembahasan Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad Pertemuan 7</title><content type='html'>Berikut rekaman pertemuan ke 7 dari pembahasan Kitabuttauhid Syaikh     Muhammad bin Abdul  Wahhab (ba'da Maghrib) dan kitab Ushulussunnah Imam     Ahmad, oleh Ustadz Ainurrofiq  LC (Ma'had Utsman bin Affan, Bali)   sudah   bisa di download.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/doRgpa6Y/Ustadz_Ainurrofiq_-_Tauhid_7.html"&gt;Kitabuttauhid 7&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/iqbCsvVd/Ustadz_Ainurrofiq_-_Ushulussun.html"&gt;Ushulussunnah 7&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-141792007416013488?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/141792007416013488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/02/download-audio-pembahasan-kitabuttauhid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/141792007416013488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/141792007416013488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/02/download-audio-pembahasan-kitabuttauhid.html' title='Download Audio : Pembahasan Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad Pertemuan 7'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-7660769175913507753</id><published>2012-02-20T07:27:00.000-08:00</published><updated>2012-02-20T07:27:09.147-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SETAN MENJADI "ORANG" KEEMPAT</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp; Abu 'Abdillah menceritakan: "Aku tidak tahu bagaimana aku menceritakan kisah yang pernah kujalani selama beberapa waktu ini. Kisah yang telah mengubah seluruh perjalanan hidupku. Sebenarnya aku belum memutuskan untuk membeberkannya, kecuali karena adanya rasa tanggung jawab dalam diriku pada Allah 'azza wa jalla untuk mengingatkan para pemuda yang selalu mendurhakai Tuhannya, para pemudi yang selalu mengejar sebuah angan-angan dusta atas nama cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dahulu kami adalah tiga orang bersahabat. Kami disatukan oleh hobi bersenang-senang. Oh tidak, bukan bertiga, tapi empat orang.... karena yang keempat adalah syetan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suatu waktu, kami pergi untuk "berburu" gadis-gadis yang bisa digoda dengan ucapan semanis madu. Kami akan merayu&amp;nbsp; mereka perlahan-lahan hingga mereka mau ikut ke kebun-kebun kurma yang jauh ke pinggir kota. Dan disana, mereka akan terkejut bahwa ternyata kami telah berubah menjadi sekumpulan srigala yang tak mengenal belas kasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Begitulah kami melewati hari-hari kami di kebun-kebun itu, ditempat-tempat berlibur bahkan didalam mobil di tepian laut. Hingga akhirnya datang suatu hari yang tidak mungkin aku lupakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seperti biasa, kami pergi ke sebuah kebun. Dan semuanya telap siap. Masing-masing kami sudah memilik calon korbannya, dan tentu saja ditemani minuman penuh laknat itu. Satu-satunya yang kami lupa adalah makanan. Karena itu, selang beberapa waktu kemudian, seorang dari kami pergi untuk membeli makan malam dengan menggunakan mobilnya. Saat itu kurang lebih jam enam sore. Berjam-jam telah berlalu dan ia tak kunjung datang. Pada pukul sepuluh malam, aku merasa gelisah dan khawatir. Maka aku segera meluncur untuk mencarinya. Dan di jalan, ketika aku dalam perjalan pulang, aku terkejut karena ternyata ada mobil temanku yang telah diselimuti api dalam keadaan terbalik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku segera mendatanginya seperti orang gila. Aku berusaha mengeluarkannya dari mobil yang menyala-nyala itu. Dan aku tidak sadar ketika aku menemukan setengah dari jasadnya telah hangs. Namun ia masih hidup. Aku pun memindahkannya ke tanah. Beberapa menit kemudian, ia membuka kedua matanya dan berbicara: "Api.... Api..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Maka aku putuskan untuk membawanya dengan mobilku. Secepat mungkin aku membawanya ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Tidak ada gunanya... aku tidak akan sampai..." bisiknya lirih dengan suara tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Air mata mengalir dari mataku. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kawanku meninggal dunia di depanku. Aku tiba-tiba dikejutkan oleh teriakannya: "Apa yang akan aku katakan pada-Nya? Apa yang akan aku katakan pada-Nya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Dia siapa?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Allah....," jawabnya dengan suara seakan ia baru saja datang dari sumur yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku merasakan tubuh dan perasaanku bergetar hebat. Dan tiba-tiba temanku itu mengerang keras dan melepaskan nafas terakhirnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hari-hari berlalu, namun gambaran kawanku yang telah pergi itu selalu kembali dan kembali hadir dikepalaku. Ketika ia berteriak saat api melahapnya, "Apa yang akan aku katakan pada-Nya? Apa yang akan aku katakan pada-Nya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Air mataku mengalir. Aku diliputi rasa takut yang aneh. Dan pada saat yang sama, muadzin mengumandangkan adzan Shubuh:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt; Allahu akbar, Allahu akbar...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp; Hayya 'ala-shshalah..&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku merasa bahwa ini adalah panggilan yang khusus ditujukan untukku, untuk memanggilku ke jalan cahaya dan petunjuk. Maka aku segera mandi, berwudhu dan mensucikan diriku dari kotoran yang selama bertahun-tahun lamanya aku tenggelam di dalamnya. Hari itu, aku menunaikan sholat. Dan sejak hari itu, aku tidak pernah meninggalkan satu pun kewajiban itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku memuji Allah yang tidak ada yang patut dipuji selain Dia. Aku telah menjadi seorang manusia yang berbeda. Dan dengan izin Allah, aku bersiap-siao untuk menunaikan ibadah umroh dan juga ibadah haji, &lt;i&gt;insyaAllah&lt;/i&gt;. Sebab siapa yang tahu? umur itu ditangan Allah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Demikianlah kisah pertaubatan Abu 'Abdillah - semoga Allah meneguhkan kita dan dia -. Dan tidak ada pesan yang kita sampaikan kepada para pemuda selain pesan: Hati-hati dan waspadalah terhadap kawan-kawan yang "menolong"mu untuk mendurhakai Allah. Kisah Abu 'Abdillah ini mengandung pelajaran yang luar biasa. Maka apakah ada yang ingin mengambil pelajaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from Chicken Soup for Muslim, 159-163&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-7660769175913507753?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/7660769175913507753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/02/setan-menjadi-orang-keempat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/7660769175913507753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/7660769175913507753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/02/setan-menjadi-orang-keempat.html' title='SETAN MENJADI &quot;ORANG&quot; KEEMPAT'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-2646539188895550230</id><published>2012-02-17T05:41:00.000-08:00</published><updated>2012-02-17T05:45:48.001-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KISAH SEORANG PEROKOK</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sepuluh tahun yang lalu, aku menikah dengan seorang pemuda perokok tanpa kuketahui bahwa ia merokok. Meskipun ia adalah orang yang berwawasan dan memiliki perilaku yang baik. Ia juga menjaga shalatnya, yang membuatku mencintainya. Hanya saja aku telah merasakan siksaan yang luar biasa akibat kebiasaan merokoknya. Baunya yang busuk menyebar ditubuh dan pakaiannya. Aku berusaha agar ia dapat meninggalkan kebiasaan buruk itu, dan ia selalu berjanji padaku. Namun ia selalu saja menunda dan menunda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kondisi ini terus berlanjut hingga aku semakin jengkel. Ia merokok dimana saja; di mobil dan di setiap tempat. Sampai aku berfikir untuk meminta cerai karena kebiasaan merokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Beberapa bulan kemudian, Allah mengaruniakan seorang anak untukku; suatu hal yang kemudian menghalangiku untuk meminta cerai. Anak kami menderita penyakit paru-paru. Dokter mengatakan bahwa penyebabnya adalah kebiasaan orang di sekitarnya, terutama ayahnya yang merokok disampingnya. Tapi suamiku tak kunjung berhenti dari kebiasaan merokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada suatu malam aku bangun dari tidurku karena suara batuk anakku yang begitu keras akibat paru-parunya. Aku bangun menangisi keadaannya dan juga keadaanku. Aku akhirnya bertekad untuk mengakhiri masalah ini apapun harga yang harus kubayar. Tapi sebuah suara dari dalam diriku tiba-tiba mengatakan: "Mengapa engkau tak kembali kepada Allah??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku pun berdiri dan berwudhu. Aku mengerjakan shalat. Aku berdoa kepada Allah agar menolongku atas musibah dan memberikan hidayah kepada suamiku untuk meninggalkan kebiasaan merokoknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku putuskan untuk menunggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada suatu malam, kami pergi menjenguk seorang kerabat kami yang sakit di rumah sakit. Setelah kami keluar dari membesuknya dan saat kami menuju ke tempat parkir mobil, suamiku mulai lagi merokok. Aku pun mengulangi doaku malam itu. Dan tidak jauh dari mobil kami, aku melihat seorang dokter yang mencari mobilnya di tempat parkir itu. Tiba-tiba, ia mendekati suamiku dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Saudaraku, saya sejak jam 07.00 pagi ini bersama suatu tim dokter berusaha menyelamatkan hidup seorang korban batang korban rokok yang terlaknat ini karena penyakit kanker paru-paru! Dia masih muda sebaya dengan anda, dan ia punya seorang istri dan beberapa anak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Andai engkau bisa ikut denganku sekarang untuk melihat bagaimana penderitaannya akibat penyakit itu. Andai engkau kondiisi anak dan istrinya yang masih muda di dekatnya. Andai engkau dapat merasakan air mata mereka ketika setiap waktu mereka bertanya tentang kondisi ayah mereka. Andai engkau merasakan apa yang juga ia rasakan ketika berada dalam ruangan ICU, ketika ia melihat anak-anaknya menangis, engkau akan melihat air matanya mengalir di dalam masker oksigen yang ia kenakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Aku akhirnya mengijinkan anak-anaknya untuk menjenguknya karena aku tahu melalui pengalamanku bahwa dalam beberapa jam lagi ia akan meninggal kecuali jika Allah menghendaki lain. Kemudian andai saja engkau tahu bagaimana ia menangis seperti anak-anak karena menyadari betapa kritis kondisinya dan bahwa ia akan mengucapkan selamat tinggal untuk menuju negeri akhirat! Apakah engkau mau seperti dia dulu untuk merasakan bahaya rokok? Wahai saudaraku, apakah engkau masih punya hati? Bukankah engkau punya anak dan istri? Kepada siapa engkau akan meninggalkan mereka? Apakah mereka tidak lebih berharga dari sebatang rokok yang tidak ada gunanya sedikitpun kecuali menyebabkan penyakit..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku dan suamiku mendengarkan kalimat-kalimat itu. Dan tidak lama kemudian, suamiku segera membuang rokoknya. Kemudian dokter yang baik itu mengatakan padanya : "Jangan sampai itu hanya basa-basi. Seriuslah dan bertekadlah sungguh-sungguh untuk meninggalkannya, maka engkau akan melihat kehidupan dan kebahagiaan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ia kemudian pergi ke mobilnya. Lalu suamiku membuka pintu mobil, aku kemudian menghempaskan tubuhku ke kursi dan tiba-tiba tangisanku meledak. Aku tidak mampu menutupi perasaanku, aku tidak bisa menguasai diriku. Dan aku terus menangis seakan akulah istri pria malang yang tidak lama lagi meninggal itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adapun suamiku, ia hanya bisa terdiam. Ia tidak bisa menghidupkan mobilnya kecuali beberapa saat kemudian. Ia berterima kasih kepada dokter yang baik itu. "Betapa baiknya dokter itu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Malam itu menjadi akhir kisahnya bersama kebiasaan merokoknya. Aku juga ikut memuji dan berterima kasih kepada dokter yang baik itu. Aku mendoakannya disetiap sholatku. Sejak hari itu, kehidupan kami menjadi begitu cerah. Dan aku akan terus mendoakannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari kejadian ini, aku belajar tentang kekuatan sebuah doa untuk mengubah suatu kondisi. Aku belajar tentang kekuatan kesabaran. Aku belajar bahwa Allah akan memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Aku juga telah belajar tentang keikhlasan dari sang dokter yang telah memainkan perannya dengan baik di tempat parkir mobil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut Anda semua, jika setiap orang menjalankan pekerjaannya dengan keikhlasan seperti ini, berapa banyak masalah yang akan terselesaikan? Berapa banyak kemungkaran yang akan hilang? Tapi masalahnya adalah bahwa kebanyakan dokter, guru, dan pegawai melakukan pekerjaan mereka hanya demi gaji saja. Ini yang menyebabkan kemunduran dan kelemahan kita dalam kedokteran dan pendidikan. Dan ini juga yang menyebabkan kesalahan itu terus bertumpuk-tumpuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspired by Chicken Soup for Muslim 149-154, by Ahmad Salim Baduwailan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-2646539188895550230?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/2646539188895550230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/02/kisah-seorang-perokok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/2646539188895550230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/2646539188895550230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/02/kisah-seorang-perokok.html' title='KISAH SEORANG PEROKOK'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-5116477390355080495</id><published>2012-02-13T19:21:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T19:34:17.185-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sudah Ada Takdir, Lalu Untuk Apa Beramal?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan: &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah Allah sudah menentukan orang-orang mana yang masuk surga atau masuk  neraka sebelum dilahirkan seperti takdir mati, rezeki dan sebagainya yang  dicatat dalam Kitab Lauh Mahfudz?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu manusia ikhtiarnya harus bagaimana?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-1HQAVBP5jEQ/TvjMC1kukSI/AAAAAAAAAuw/uacZFDMzP6M/s1600/destiny.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="http://2.bp.blogspot.com/-1HQAVBP5jEQ/TvjMC1kukSI/AAAAAAAAAuw/uacZFDMzP6M/s400/destiny.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين, و صلى الله و سلم و بارك على  نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Benar, Allah Ta’ala telah menentukan takdir seluruh makhluk, baik berupa  kematian, rezeki, jodoh bahkan masuk neraka atau surga.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semuanya sudah tercatat di Al Lauh Al Mahfuzh, hal ini berdasarkan beberapa dalil, baik  dari Al Quran Al Karim atau Sunnah yang shahih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalil dari Al Quran:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;{ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ  يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ}  [الحج: 70]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Artinya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“&lt;span style="color: black;"&gt;Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang  ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah  kitab (Lohmahfuz) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;{إِنَّا نَحْنُ  نُحْيِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ} [يس: 12]&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya Kami  menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Al Lauh Al Mahfuz)”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;QS. Yasiin: 12.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu  Katsir &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;أي:  جميع الكائنات مكتوب في كتاب مسطور مضبوط في لوح محفوظ، والإمام المبين هاهنا هو أم الكتاب.  قاله مجاهد، وقتادة، وعبد الرحمن بن زيد بن أسلم،&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya:  “Maksudnya adalah seluruh yang terjadi telah tertulis di dalam Kitab, tertulis dan  tersebut di dalam Al Lauh Al Mahfuzh, dan Al Imam Al Mubin di sini maksudnya adalah induknya kitab (Ummu Al Kitab), sebagaimana yang dinyatakan oleh  Mujahid, Qatadah, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam &lt;i&gt;rahimahumullah&lt;/i&gt;”. Lihat  kitab Tafsir Ibnu Katsir, 6/568.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berkata Ibnu  Qayyim Al Jauziyyah &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;والمقصود  أن قوله وكل شيء أحصيناه في إمام مبين وهو اللوح المحفوظ وهو أم الكتاب وهو الذكر الذي كتب فيه كل  شيء يتضمن كتابة أعمال العباد قبل أن يعملوها&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Artinya:  “Maksud dari Firman Allah &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;وكل شيء  أحصيناه في إمام مبين&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="color: black;"&gt; adalah &lt;b&gt;Al lauh Al  Mahfuzh dan ia adalah Ummu Al Kitab dan ia juga yang disebut dengan Adz Dzikr yang telah ditulis di dalamnya segala sesuatu yang mencakup penulisan amalan-amalan seluruh hamba sebelum  mereka melakukannya&lt;/b&gt;”. Lihat kitab Syifa Al ‘Alil, hal. 40. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;{وَعِنْدَهُ  مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ  إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا  يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ} [الأنعام: 59]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Dan  pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya  kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan  tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau  yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Al Lauh Al Mahfuz)”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; QS. Al An’am: 59. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;{ قَالَ فَمَا  بَالُ الْقُرُونِ الْأُولَى (51)  قَالَ عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي فِي كِتَابٍ لَا يَضِلُّ رَبِّي وَلَا يَنْسَى (52)} [طه: &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;51 - 52]} &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Berkata Firaun:  "Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?". “Musa menjawab: "Pengetahuan tentang itu ada di sisi Rabbku, di dalam sebuah kitab, Rabb kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; QS.  Thaha: 51-52.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;عَنْ  عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه  وسلم- يَقُولُ « كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ - قَالَ - وَعَرْشُهُ  عَلَى الْمَاءِ»&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span dir="LTR" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya:  “Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt; berkata: ‘Aku telah mendengar  Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Allah telah menuliskan takdir makhluk-makhluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi dan  Asy-Nya di atas air”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; HR. Muslim. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;عَنْ  عَلِىٍّ رضي الله عنه قَالَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="color: black;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;span lang="AR-SA"&gt;قَالَ  رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ مَا مِنْ نَفْسٍ مَنْفُوسَةٍ إِلاَّ  وَقَدْ كَتَبَ اللَّهُ مَكَانَهَا مِنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ»&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya:  “Ali &lt;i&gt;radhiyallahu berkata&lt;/i&gt;: “Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Tidak ada  seorangpun dari kalian, tidak seorang jiwapun melainkan telah  dituliskan Allah tempatnya di surga dan neraka”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; HR. Bukhari dan Muslim.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam  riwayat yang lain Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;« مَا مِنْكُمْ  مِنْ نَفْسٍ إِلاَّ وَقَدْ عُلِمَ مَنْزِلُهَا مِنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ».&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Tidak  seorangpun kecuali sudah ditentukan tempatnya dari surga dan neraka”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; HR.  Muslim.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Lalu  kalau sudah ditentukan kenapa harus beramal? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Atau pertanyaan lain, kalau sudah ditentukan bagaimana seorang muslim  menyikapinya?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Maka  perhatikan beberapa hal berikut …&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1.&lt;/span&gt;  &lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sebagaimana yang  diajarkan oleh Nabi Muhammad &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; kepada kita &lt;b&gt;agar  kita beramal, berusaha mencari jalan yang diridhai Allah Ta’ala dengan  petunjuk dari Allah Ta’ala yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam. Karena segala sesuatu dimudahkan untuk apa yang telah ditakdirkan  atasnya.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;عَنْ  عَلِىٍّ - رضى الله عنه - قَالَ كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - فِى جَنَازَةٍ  فَأَخَذَ شَيْئًا فَجَعَلَ يَنْكُتُ بِهِ الأَرْضَ فَقَالَ « مَا مِنْكُمْ مِنْ  أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ وَمَقْعَدُهُ مِنَ  الْجَنَّةِ » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نَتَّكِلُ عَلَى كِتَابِنَا وَنَدَعُ الْعَمَلَ قَالَ « اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ ، أَمَّا  مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ ، وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ » . ثُمَّ قَرَأَ ( فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى *  وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ) الآيَةَ .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya:  “Ali &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berkata: “Pernah Nabi Muhammad &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi  wasalllam&lt;/i&gt; pada sebuah jenazah, lalu beliau berdiam sejenak, kemudian beliau  menusuk-nusuk tanah, lalu bersabda: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Tidak ada seorangpun dari kalian melainkan  telah dituliskan tempatnya dari neraka dan tempatnya dari surga”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, kenapa kita tidak bersandar atas  takdir kita dan meninggalkan amal?”, beliau menajwab: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Beramallah kalian,  karena setiap sesuatu dimudahkan atas apa yang telah diciptakan untuknya, siapa  yang termasuk orang yang ditakdirkan bahagia, maka akan dimudahkan untuk  mengamalkan amalan penghuni surga, adapun siapa yang ditakdirkan termasuk dari dari  orang yang ditkadirkan sengsara, maka ia akan dimudahkan untuk mengamalkan  amalan penghuni neraka”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Kemudian beliau membaca ayat:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;{فَأَمَّا مَنْ  أَعْطَى وَاتَّقَى (5) وَصَدَّقَ  بِالْحُسْنَى (6) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى (7)} [الليل: 5 - &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="color: black;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Adapun  orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa”. “Dan  membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga)”. “Maka Kami kelak akan menyiapkan  baginya jalan yang mudah”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; QS. Al Lail: 5-7. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Imam Nawawi &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;وفي  هذه الأحاديث النهي عن ترك العمل والاتكال على ما سبق به القدر بل تجب الأعمال والتكاليف التي ورد  الشرع بها وكل ميسر لما خلق له لا يقدر على غيره.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya: “Di  dalam hadits-hadits ini terdapat larangan untuk meninggalkan amal dan  bersandar dengan apa yang telah ditakdirkan, akan tetapi wajib beramal dan  mengerjakan beban yang disebutkan oleh syariat, dan setiap sesuatu dimudahkan untuk  apa yang telah diciptakan untuknya, yang tidak ditakdirkan atas selainnya”.  Lihat kitab Al Minhaj, Syarah Shahih Muslim., 16/196.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ketahuilah kehidupan dunia diciptakan Allah untuk suatu hikmah yaitu menguji siapa  yang beriman dan tidak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Allah Ta’ala  berfirman: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;{الَّذِي  خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ } [الملك: 2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“(Dia  Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara  kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;QS. Al  Mulk: 2.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kehidupan  dunia ini adalah lahan ujian, dimana Allah menguji hamba-hamba-Nya dengan diutusnya para Rasul-Nya &lt;i&gt;‘alaihimussalam&lt;/i&gt; dan diturunkannya kitab-kitab-Nya,  siapa yang beriman kepada para Rasul dan mengamalkan apa yang ada di dalam  kitab-kitab tersebut, maka dia akan menjadi penghuni surga yang diliputi dengan  kebahagiaan dan siapa yang tidak beriman kepada para Rasul &lt;i&gt;‘alaihimussalam&lt;/i&gt;,  lalu akhirnya tidak mengerjakan apa yang ada di dalam kitab-kitab tersebut  maka dia akan menjadi penghuni neraka dengan segala macam kesengsaraan di  dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sebagian  manusia sering bertanya tentang pertanyaan-pertanyaan di atas dan tidak bertanya  tentang rezeki yang berbeda-beda, padahal permasalahan di atas dan permasalahan  rezeki satu sisi yang sama, yaitu hal ini adalah sesuatu yang tersembunyi dan  tidak diketahui oleh para makhluk dan hanya Allah yang mengetahui apa yang  akan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Maka wajib  bagi kita untuk yakin dengan hikmah dan keadilan Allah Ta’ala, yaitu bahwa Dia tidak  akan menyiksa seseorang tanpa dosa yang berhak atasnya untuk disiksa, itupun  Allah telah memaafkan dari kebanyakan kesalahan kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dan  prinsipnya, adalah kita harus menerima terhadap perkara yang telah ditetapkan oleh Allah, baik  yang bisa dirasiokan oleh akal kita atau tidak bisa, karena pemahaman kita  yang sangat pendek, dan kelemahan serta kekurangan ada pada kita, bukan pada  hikmah Allah Ta’ala, bahkan Allah Maha Suci tidak boleh ditanya apa yang Dia  perbuat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Allah Ta’ala  berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;{لَا يُسْأَلُ  عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ} [الأنبياء: 23]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Dia  (Allah) tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; QS. Al Anbiya’: 23.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span dir="LTR" style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3.&lt;/span&gt;  &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jangan terlalu banyak bertanya dan menyibukkan diri dengan sejenis pertanyaan  ini.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jangan  menyibukkan diri dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini, karena akan sangat berpengaruh buruk  kepada keimanannya sedikit-semi sedikit, perlahan-lahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Tetapi,  yang harus kita imani adalah bahwa Allah telah:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mengetahui seluruh takdir makhluk dengan ilmunya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Menuliskan takdir seluruh makhluk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Menghendaki seluruh yang terjadi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Menciptakan apapun yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Inilah yang  diwajibkan atas seorang muslim mengimaninya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Adapun hal  yang dibelakang ini, sebagaimana yang disebut oleh sebagian ulama “Sirrul Qadar” (rahasia  takdir), maka tidak boleh terlalu membebani diri dalam pencariannya, inilah  maksud dari perkataan Ali bin Abi Thalib &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; ketika seseorang  bertanya kepada beliau tentang takdir:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;عبد  الملك بن هارون بن عنترة ، عن أبيه ، عن جده قال : أتى رجل علي بن أبي طالب رضي الله عنه فقال  : أخبرني عن القدر ، ؟ قال : « طريق مظلم ، فلا تسلكه» قال : أخبرني عن القدر  ؟ قال : بحر عميق فلا تلجه « قال : أخبرني عن القدر ؟ قال : » سر الله فلا تكلفه&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Abdul Malik  bin harun bin ‘Antharah mendapatkan riwayat dari bapaknya dari kakeknya, beliau  berkata: “Seseorang mendatangi Ali bin Abi Thalib &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, lalu bertanya:  “Beritahukan kepadaku tentang takdir?”, beliau menjawab: &lt;b&gt;“Jalan yang gelap  janganlah engkau jalani”,&lt;/b&gt; orang ini mengulangi pertanyaannya, dijawab oleh  beliau: &lt;b&gt;“Laut yang dalam maka janganlah engkau menyelam ke dalamnya”, &lt;/b&gt;orang ini mengulangi pertanyaannya, beliau menjawab: &lt;b&gt;“Rahasia Allah&amp;nbsp; maka  jangan engkau membebani dirimu”.&lt;/b&gt; &amp;nbsp;Lihat kitab Asy Syari’ah, karya Al  Ajurry, 1/476.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Semoga  jawaban ini bisa menjadi penjelasan bagi yang menulisnya sebelum yang bertanya. Wallahu  a’lam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber&lt;a href="http://www.dakwahsunnah.com/2011/12/sudah-ada-takdir-lalu-untuk-apa-beramal.html"&gt; disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-5116477390355080495?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/5116477390355080495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/02/sudah-ada-takdir-lalu-untuk-apa-beramal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/5116477390355080495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/5116477390355080495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/02/sudah-ada-takdir-lalu-untuk-apa-beramal.html' title='Sudah Ada Takdir, Lalu Untuk Apa Beramal?'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-1HQAVBP5jEQ/TvjMC1kukSI/AAAAAAAAAuw/uacZFDMzP6M/s72-c/destiny.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-5588421432199047481</id><published>2012-02-13T19:17:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T19:24:54.837-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Apakah Kedua Orang Tua Rasulullah Berada di Syurga ataukah di Neraka?</title><content type='html'>* Dari Abu Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ  رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي  أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ  أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah  shallallaahu ’alaihi wasallam :&amp;nbsp; ”Sesungguhnya  aku telah memohon izin  Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia  tidak mengizinkanku. Namun  Ia mengizinkan aku untuk menziarahi kuburnya”&lt;br /&gt;[HR. Muslim no.  976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan  Ahmad no. 9686].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah  berkata :&lt;br /&gt;وأبواه كانا مشركين, بدليل ما أخبرنا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya  kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah musyrik  dengan dalil apa yang telah kami bawakan....”.&lt;br /&gt;(Kemudian beliau  membawakan dalil hadits dalam Shahih Muslim di atas - no. 203 dan 976 -  di atas)&lt;br /&gt;[Lihat As-Sunanul-Kubraa juz 7 Bab Nikaahi Ahlisy-Syirk  wa Thalaaqihim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dari Ibnu Mas’ud radliyallaahu  ‘anhu ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;جاء ابنا مليكة - وهما من الأنصار&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فقالا:  يَا رَسولَ الله إنَ أمَنَا كَانَت تحفظ عَلَى البَعل وَتكرم الضَيف،  وَقَد وئدت في الجَاهليَة فَأَينَ أمنَا؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقَالَ: أمكمَا في  النَار. فَقَامَا وَقَد شَق ذَلكَ عَلَيهمَا، فَدَعَاهمَا رَسول الله  صَلَى الله عَلَيه وَسَلَمَ فَرَجَعَا،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقَالَ: أَلا أَنَ  أمي مَعَ أمكمَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang dua orang anak laki-laki Mulaikah –  mereka berdua dari kalangan Anshar –&lt;br /&gt;lalu  berkata : “Wahai  Rasulullah, sesungguhnya ibu kami semasa hidupnya  memelihara onta dan  memuliakan tamu. Dia dibunuh di jaman Jahiliyyah.&lt;br /&gt;Dimana ibu kami  sekarang berada ?”.&lt;br /&gt;Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam  menjawab : “Di neraka”.&lt;br /&gt;Lalu  mereka berdiri dan merasa berat  mendengar perkataan beliau. Lalu  Rasulullah shallallaahu ‘alaihi  wasallam memanggil keduanya&lt;br /&gt;lalu berkata : “Bukankah ibuku bersama  ibu kalian berdua (di neraka) ?”&lt;br /&gt;[Lihat  Tafsir Ad-Durrul-Mantsur  juz 4 halaman 298 – Diriwayatkan oleh Ahmad  no. 3787, Thabarani dalam  Al-Kabiir 10/98-99 no. 10017, Al-Bazzar 4/175  no. 3478, dan yang  lainnya; shahih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Al-Imam Ibnul-Jauzi berkata :&lt;br /&gt;وأما  عبد  الله فإنه مات ورسول الله صلى الله عليه وسلم حمل ولا خلاف أنه مات  كافراً،  وكذلك آمنة ماتت ولرسول الله صلى الله عليه وسلم ست سنين&lt;br /&gt;&amp;nbsp;”Adapun  ’Abdullah (ayah Nabi), ia mati ketika Rasulullah shallallaahu  ’a...laihi  wasallam masih berada dalam kandungan, dan ia mati dalam  keadaan kafir  tanpa ada khilaf. Begitu pula Aminah (tentang  kekafirannya tanpa ada  khilaf), dimana ia mati ketika Rasulullah  shallallaahu ’alaihi wasallam  berusia enam tahun”&lt;br /&gt;[Al-Maudhu’aat  juz 1 hal. 283].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dari Anas radliyallaahu ’anhu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ  رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ فِي  النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقَالَ إِنَّ أَبِي  وَأَبَاكَ فِي النَّارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasannya ada seorang laki-laki  bertanya kepada Rasulullah  shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Wahai  Rasulullah, dimanakah tempat  ayahku (yang telah meninggal) sekarang  berada ?”.&lt;br /&gt;Beliau menjawab : “Di neraka”.&lt;br /&gt;Ketika orang  tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu&lt;br /&gt;berkata :  “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”.&lt;br /&gt;[HR.  Muslim no. 203,  Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no.  578, Al-Baihaqi  dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu  Ya’la no.  3516]. Wallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-5588421432199047481?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/5588421432199047481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/02/apakah-kedua-orang-tua-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/5588421432199047481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/5588421432199047481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/02/apakah-kedua-orang-tua-rasulullah.html' title='Apakah Kedua Orang Tua Rasulullah Berada di Syurga ataukah di Neraka?'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-5838869138797490938</id><published>2012-02-02T21:48:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T21:48:34.457-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Dzulqornain'/><title type='text'>Download Audio Tanya Jawab Seputar Permasalahan Hajr, Tahdzir oleh Ustadz Dzulqornain</title><content type='html'>Sudah benarkah hajr, tahdzir yang kita lakukan terhadap saudara-saudara kita ?&lt;br /&gt;Sudahkah kita mengetahui ilmunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/ijYvT_-Q/Dzulqarnain_-_Metode_Ilmiah_Ah.html"&gt;Metode Ilmiah Ahlus Sunnah dalam Penerapan Hajr.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/VgXebV6F/Dzulqarnain_-_Metode_Ilmiah_Ah.html"&gt;Metode Ilmiah Ahlus Sunnah dalam Penerapan Tahdzir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/qEUJNAsz/Dzulqarnain_-_Kapan_Seseorang_.html"&gt;Kapan Seseorang Dikeluarkan dari Ahlissunnah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Problemamuslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-5838869138797490938?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/5838869138797490938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/02/download-audio-tanya-jawab-seputar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/5838869138797490938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/5838869138797490938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/02/download-audio-tanya-jawab-seputar.html' title='Download Audio Tanya Jawab Seputar Permasalahan Hajr, Tahdzir oleh Ustadz Dzulqornain'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-7694196849829356440</id><published>2012-01-29T20:28:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T18:49:23.801-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Dzulqornain'/><title type='text'>( REVISI ) Download Audio Safari Dakwah Al Ustadz Dzulqornain di Bali.</title><content type='html'>Alhamdulillah berakhir sudah safari dakwah di pulau Bali yang dilakukan oleh Al Ustadz Dzulqornain bin Muhammad Sunusi ( pengasuh ma'had Assunnah Makasar ), dan berikut rekaman dari kajian-kajian yang beliau sampaikan selama memberikan faedah ilmu di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Shubuh di Masjid Baitul Mukminin Panjer ( 28 Januari 2012 )&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/HO3_V2GB/Ustadz_Dzulqornain_-_Syarah_Do.html"&gt;Ustadz Dzulqornain - Syarah Do'a Pagi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Pagi-Dzuhur di Masjid Nurul Huda Bandara Ngurah Rai ( 28 Januari 2012 )&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/AmTvKw2y/Ustadz_Dzulqornain_-_Menuju_Ke.html"&gt;Ustadz Dzulqornain - Menuju Kebahagiaan Hidup Plus Tanya Jawab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Ba'da Asyar di Masjid Baitul Mukminin Panjer ( 28 Januari 2012 )&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/yKJUAMCw/Ustadz_Dzulqornain_-_Indahnya_.html"&gt;Ustadz Dzulqornain - Indahnya Syurga &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/6BINx3QL/Ustadz_Dzulqornain_-_Indahnya_.html"&gt;Ustadz Dzulqornain - Indahnya Syurga - Tanya Jawab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Shubuh di Masjid Baitul Makmur Perum Monang-maning Dps ( 29 Januari 2012 )&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/LU5iUyp7/Ust_Dzulqarnain_-_Dahsyatnya_N.html"&gt;( REVISI ) Ustadz Dzulqornain - Dahsyatnya Neraka Plus Tanya Jawab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Ba'da Maghrib di Masjid Sadr Sesetan ( 29 Januari 2012 )&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/Qjtb7wHE/Ustadz_Dzulqornain_-_Sifat2_Or.html"&gt;Ustadz Dzulqornain - Sifat-Sifat Orang Beriman 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/D-I7C7_M/Ustadz_Dzulqornain_-_Sifat2_Or.html"&gt;Ustadz Dzulqornain - Sifat-Sifat Orang Beriman 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/ayUIBQPw/Ustadz_Dzulqornain_-_Sifat2_Or.html"&gt;Ustadz Dzulqornain - Sifat-Sifat Orang Beriman, Tanya Jawab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;NB : Silahkan mencopy isi materi dari blog ini, namun kedepankan sikap ilmiyyah dengan mencantumkan sumber aslinya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullohu khairan dan Semoga Bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-7694196849829356440?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/7694196849829356440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/01/download-audio-safari-dakwah-al-ustadz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/7694196849829356440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/7694196849829356440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/01/download-audio-safari-dakwah-al-ustadz.html' title='( REVISI ) Download Audio Safari Dakwah Al Ustadz Dzulqornain di Bali.'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-5223575650170596223</id><published>2012-01-29T20:05:00.000-08:00</published><updated>2012-01-29T20:05:16.056-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Ainurrofiq LC'/><title type='text'>Download Audio : Pembahasan Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad Pertemuan 6</title><content type='html'>Berikut rekaman pertemuan ke 6 dari pembahasan Kitabuttauhid Syaikh    Muhammad bin Abdul  Wahhab (ba'da Maghrib) dan kitab Ushulussunnah Imam    Ahmad, oleh Ustadz Ainurrofiq  LC (Ma'had Utsman bin Affan, Bali)  sudah   bisa di download.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/vxwBqT3d/Ustadz_Ainurrofiq_-_Tauhid_6.html"&gt;Kitabuttauhid 6&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/kz9pJ3KO/Ustadz_Ainurrofiq_-_Ushulussun.html"&gt;Ushulussunnah 6&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-5223575650170596223?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/5223575650170596223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/01/download-audio-pembahasan-kitabuttauhid_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/5223575650170596223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/5223575650170596223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/01/download-audio-pembahasan-kitabuttauhid_29.html' title='Download Audio : Pembahasan Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad Pertemuan 6'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-7442457082083116052</id><published>2012-01-12T18:00:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T18:00:23.713-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Ainurrofiq LC'/><title type='text'>Download Audio : Pembahasan Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad Pertemuan 5</title><content type='html'>Berikut rekaman pertemuan ke 5 dari pembahasan Kitabuttauhid Syaikh   Muhammad bin Abdul  Wahhab (ba'da Maghrib) dan kitab Ushulussunnah Imam   Ahmad, oleh Ustadz Ainurrofiq  LC (Ma'had Utsman bin Affan, Bali) sudah   bisa di download.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/VyZVnxAJ/Ust_Ainurrofiq_-_Kitabuttauhid.html"&gt;Kitabuttauhid Pertemuan 5&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/0gNrVWY7/Ust_Ainurrofiq_-_Ushulussunnah.html"&gt;Ushulussunnah Pertemuan 5&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-7442457082083116052?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/7442457082083116052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/01/download-audio-pembahasan-kitabuttauhid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/7442457082083116052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/7442457082083116052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/01/download-audio-pembahasan-kitabuttauhid.html' title='Download Audio : Pembahasan Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad Pertemuan 5'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Tuban, Kuta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.744151662067027 115.17846139033509</georss:point><georss:box>-8.754419162067027 115.16159739033509 -8.733884162067028 115.19532539033509</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-1907282999364877207</id><published>2012-01-09T20:32:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T17:32:27.550-08:00</updated><title type='text'>INFORMASI DAUROH BALI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dKE_8abrN20/Twu_Oen6bXI/AAAAAAAAAAc/RxVQxTa60lY/s1600/Pamplet+dauroh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="285" src="http://2.bp.blogspot.com/-dKE_8abrN20/Twu_Oen6bXI/AAAAAAAAAAc/RxVQxTa60lY/s320/Pamplet+dauroh.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;Hadirilah !!!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;Dauroh Sehari&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;Bersama Ustadz Dzulqarnain Sunusi (Pengasuh Ma'had AsSunnah Makassar)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;Tempat: Masjid Baitul Mukminin&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;Jalan Tukad Pakerisan - Panjer&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;Denpasar - Bali&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;Waktu: Sabtu, 28 januari 2012 &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;Jam 09.30 Wita - 18.30 Wita&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;Info: 08155790212&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dKE_8abrN20/Twu_Oen6bXI/AAAAAAAAAAc/RxVQxTa60lY/s1600/Pamplet+dauroh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="goog_1819086947"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1819086948"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-1907282999364877207?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/1907282999364877207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/01/informasi-dauroh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1907282999364877207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1907282999364877207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2012/01/informasi-dauroh.html' title='INFORMASI DAUROH BALI'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dKE_8abrN20/Twu_Oen6bXI/AAAAAAAAAAc/RxVQxTa60lY/s72-c/Pamplet+dauroh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-2314349467902197978</id><published>2011-12-06T00:54:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T00:54:44.611-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Ainurrofiq LC'/><title type='text'>Download Audio : Pembahasan 4 : Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad, Ust Ainurrofiq LC</title><content type='html'>Berikut rekaman pertemuan ke 4 dari pembahasan Kitabuttauhid Syaikh  Muhammad bin Abdul  Wahhab (ba'da Maghrib) dan kitab Ushulussunnah Imam  Ahmad, oleh Ustadz Ainurrofiq  LC (Ma'had Utsman bin Affan, Bali) sudah  bisa di download. Kajian ini  dilaksanakan di Masjid Nurul Huda Bandara  Ngurah Rai, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/s5QW16NE/Ust_Ainurrofiq_-_Tauhid_Pertem.html"&gt;Kitabuttauhid Pertemuan 4&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/LywdiOCZ/Ust_Ainurrofiq_-_Ushulussunnah.html"&gt;Ushulussunnah Pertemuan 4a&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/tlovEgXy/Ust_Ainurrofiq_-_Ushulussunnah.html"&gt;Ushulussunnah Pertemuan 4b&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-2314349467902197978?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/2314349467902197978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/12/download-audio-pembahasan-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/2314349467902197978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/2314349467902197978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/12/download-audio-pembahasan-4.html' title='Download Audio : Pembahasan 4 : Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad, Ust Ainurrofiq LC'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-9013022146312787233</id><published>2011-11-17T22:19:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T22:19:03.719-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Ainurrofiq LC'/><title type='text'>Download Audio : Pertemuan 3 Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad (materi tentang bid'ah dan perdebatan dengan ahlul ahwa')</title><content type='html'>Berikut rekaman kajian pertemuan ke 3 dari pembahasan Kitabuttauhid Syaikh  Muhammad bin Abdul  Wahhab (ba'da Maghrib) dan kitab Ushulussunnah Imam  Ahmad (ba'dal Isya'), oleh Ustadz Ainurrofiq  LC (Ma'had Utsman bin Affan, Bali) sudah  bisa di download. Kajian ini  dilaksanakan di Masjid Nurul Huda Bandara  Ngurah Rai, Bali tiap 2 minggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/tG6i-NBX/Ust_Ainurrofiq_-_Tauhid_Pertem.html"&gt;Kitabuttauhid Pertemuan 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/1scJFjIj/Ust_Ainurrofiq_-_Ushulussunnah.html"&gt;Ushulussunnah Pertemuan 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-9013022146312787233?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/9013022146312787233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/11/download-audio-pertemuan-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/9013022146312787233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/9013022146312787233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/11/download-audio-pertemuan-3.html' title='Download Audio : Pertemuan 3 Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad (materi tentang bid&apos;ah dan perdebatan dengan ahlul ahwa&apos;)'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-290561791726492647</id><published>2011-11-07T18:48:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T18:48:03.998-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Ainurrofiq LC'/><title type='text'>Download Audio : Pembahasan 2 : Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad, Ust Ainurrofiq LC</title><content type='html'>Berikut rekaman pertemuan ke2 dari pembahasan Kitabuttauhid Syaikh Muhammad bin Abdul  Wahhab (ba'da Maghrib) dan kitab Ushulussunnah Imam Ahmad, oleh Ustadz Ainurrofiq  LC (Ma'had Utsman bin Affan, Bali) sudah bisa di download. Kajian ini  dilaksanakan di Masjid Nurul Huda Bandara Ngurah Rai, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/QqoaxLqi/Ust_Ainurrofiq_-_Tauhid_Pertem.html"&gt;Kitabuttauhid Pertemuan 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/9iCK-RjY/Ust_Ainurrofiq_-_Ushulussunnah.html"&gt;Ushulussunnah Pertemuan 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-290561791726492647?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/290561791726492647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/11/download-audio-pembahasan-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/290561791726492647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/290561791726492647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/11/download-audio-pembahasan-2.html' title='Download Audio : Pembahasan 2 : Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad, Ust Ainurrofiq LC'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-1186767520124592003</id><published>2011-10-30T22:11:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T17:05:54.506-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ust Ali Musri'/><title type='text'>Download Audio : Segi-segi Pelanggaran Terorisme Terhadap Syari'at Islam, Ustadz DR. Ali Musri SP. LC, MA</title><content type='html'>Isu Terorisme memang tidak ada habisnya untuk dibahas. Banyak tokoh-tokoh dan ormas-ormas atau LSM yang mengecam aksi terorisme tersebut. Namun mereka hanya bisa mengecam tanpa mau ikut turun langsung. Terorisme sendiri adalah suatu ideologi. Ideologi ini tidak bisa dipenjarakan, hanya pelaku saja yang bisa dipenjarakan. Dan pelakunya sendiri tidak takut dengan senjata karena mereka sendiri dibadannya ada bom. Aparat mana yang berani melakukan seperti itu.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ideologi ini harus dilawan dengan ideologi juga tentunya ideologi yang shahih. Silahkan simak rekaman audionya yang disampaikan oleh Ustadz DR. Ali Musri SP, LC, MA yang diadakan di Ma'had Imam Syafi'i, Genteng-Banyuwangi pada tanggal 30 Oktober 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/nyLouzYh/Segi2_Pelanggaran_Terorisme_Th.html"&gt;Segi-segi Pelanggaran 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/_J1Wk6Av/Segi2_Pelanggaran_Terorisme_Th.html"&gt;Segi-segi Pelanggaran 2-Tanya Jawab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-1186767520124592003?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/1186767520124592003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/10/download-audio-segi-segi-pelanggaran.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1186767520124592003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1186767520124592003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/10/download-audio-segi-segi-pelanggaran.html' title='Download Audio : Segi-segi Pelanggaran Terorisme Terhadap Syari&apos;at Islam, Ustadz DR. Ali Musri SP. LC, MA'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-6431128468149024236</id><published>2011-10-21T04:21:00.000-07:00</published><updated>2011-10-21T04:21:55.622-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Ainurrofiq LC'/><title type='text'>Download Audio : Pembahasan Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad, Ust Ainurrofiq LC</title><content type='html'>Bismillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, berikut rekaman pembahasan Kitabuttauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (ba'da Maghrib) dan kitab Ushulussunnah Imam Ahmad, Syarh oleh Syaikh Rabi' bin Hadi al Madkholi (ba'da Isya') oleh Ustadz Ainurrofiq LC (Ma'had Utsman bin Affan, Bali) sudah bisa di download. Kajian ini dilaksanakan di Masjid Nurul Huda Bandara Ngurah Rai, 2 minggu sekali tiap malam Jum'at. Rekaman dibawah ini dilaksanakan tgl 20 Oktober 2011. Dan InsyaAllah pembahasannya akan berlanjut dan rekamannya akan di upload di blog yang tercinta ini, insyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/Of3CXuJ_/Ust_Ainurrofiq_-_Tauhid_Pertem.html"&gt;Kitabuttauhid Pertemuan 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/l2XgY29F/Ust_Ainurrofiq_-_Ushulussunnah.html"&gt;Kitab Ushulussunnah Pertemuan 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barokallahu feekum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-6431128468149024236?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/6431128468149024236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/10/download-audio-pembahasan-kitabuttauhid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/6431128468149024236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/6431128468149024236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/10/download-audio-pembahasan-kitabuttauhid.html' title='Download Audio : Pembahasan Kitabuttauhid dan Ushulussunnah Imam Ahmad, Ust Ainurrofiq LC'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-7616749688187430975</id><published>2011-10-19T19:47:00.000-07:00</published><updated>2011-10-19T19:47:09.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Luqman Ba&apos;abduh'/><title type='text'>Download Audio : Keutamaan Ilmu Syar'i, Ustadz Luqman Ba'abduh</title><content type='html'>Bismillah.&lt;br /&gt;Berikut rekaman dauroh Ustadz Luqman Ba'abduh yang dilaksanakan di pulau Bali, beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/jQX82v-q/Keutamaan_Ilmu_Sesi_1.html"&gt;Kajian Sesi 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/3aN_H9Ul/Keutamaan_ilmu_Sesi_2.html"&gt;Kajian Sesi 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/la5M1SOa/Keutamaan_Ilmu_Sesi_3_-_Tanya_.html"&gt;Kajian Sesi 3 - Tanya Jawab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat.. Barokallahu feekum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-7616749688187430975?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/7616749688187430975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/10/download-audio-keutamaan-ilmu-syari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/7616749688187430975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/7616749688187430975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/10/download-audio-keutamaan-ilmu-syari.html' title='Download Audio : Keutamaan Ilmu Syar&apos;i, Ustadz Luqman Ba&apos;abduh'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-2870411627099420764</id><published>2011-09-26T01:07:00.000-07:00</published><updated>2011-09-26T01:07:05.173-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Mizan'/><title type='text'>Download Audio : Permasalahan Tentang Jum'at plus tanya jawab (Kajian di Bali)</title><content type='html'>Bismillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lawatan hari terakhir safari dakwah Ustadz Mizan LC di Bali, beliau memberikan tausiyah seputar permasalahan tentang Jum'at. Ternyata, masih banyak sunnah-sunnah yang manusia meninggalkannya dijaman sekarang ini. Apa saja itu? Silahkan di dengarkan rekamannya dibawah ini dan semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/htAbBvcl/Ust_Mizan_-_Permasalahan_Tenta.html"&gt;Audio : Permasalahan tentang hari Jum'at&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-2870411627099420764?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/2870411627099420764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/09/download-audio-permasalahan-tentang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/2870411627099420764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/2870411627099420764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/09/download-audio-permasalahan-tentang.html' title='Download Audio : Permasalahan Tentang Jum&apos;at plus tanya jawab (Kajian di Bali)'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-1527362118021405201</id><published>2011-09-26T00:59:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T21:56:17.879-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Mizan'/><title type='text'>Download Audio : Prinsip-prinsip Ahlussunnah terhadap Alquran dan Assunnah oleh Ustadz Mizan. LC (Kajian di Bali)</title><content type='html'>Bismillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan safari dakwah ke pulau Bali kali ini, &lt;u&gt;&lt;b&gt;Ustadz Mizan LC&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; membawakan beberapa tema seputar prinsip-prinsip ahlussunnah terhadap Alqur'an dan Assunnah, yang mana prinsip-prinsip ini mungkin masih banyak diantara kita yang belum memahami dan melaksanakannya. Berikut linknya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/0bVuekxv/Ust_Mizan_-_Larangan_Mencari_P.html"&gt;Audio : Larangan Mencari Petunjuk Selain dari Alquran dan Assunnah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/wLKuDfNl/Ust_Mizan_-_Wajibnya_Seseorang.html"&gt;Audio : Wajibnya Seseorang Meninggalkan Pendapatnya Kalau Ada Dalil Dari Alquran dan Hadist-hadist Rasulullah Plus Tanya Jawab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/FR20RppV/Ust_Mizan_-_Wajib_Mengedepanka.html"&gt;Audio : Wajib Mengedepankan Nash Daripada Akal Plus Tanya Jawab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-1527362118021405201?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/1527362118021405201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/09/download-audio-prinsip-prinsip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1527362118021405201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1527362118021405201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/09/download-audio-prinsip-prinsip.html' title='Download Audio : Prinsip-prinsip Ahlussunnah terhadap Alquran dan Assunnah oleh Ustadz Mizan. LC (Kajian di Bali)'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-6773481696542213689</id><published>2011-09-19T20:49:00.000-07:00</published><updated>2011-09-19T20:49:25.463-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Bantahan Syubhat ‘Alawi al-Maliki Dan ‘Abdurrahman bin Sa’di</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh: &lt;a href="http://qiblati.com/profil-perusahaan/biografi/biografi-komisaris-qiblati" rel="nofollow" target="_parent" title="Mamduh"&gt;Mamduh&lt;/a&gt; Farhan al-Buhairi&lt;/div&gt;Saat sampai kepadaku syubhat berupa kisah dialog antara as-Sayyid  Alawi al-Maliki dan Syaikh ‘Abdurrahman bin Sa’di, mudah-mudahan Allah  merahmati keduanya- saya tidak berminat menjawabnya pada waktu ini,  mengingat kesibukanku dalam mendakwahi &lt;a href="http://qiblati.com/kategori/dakwah-kepada-nashrani" rel="external" target="_blank" title="nasrani"&gt;Nasrani&lt;/a&gt;  dan Syi’ah. Di samping itu saya tidak ingin mengusik kedamaian antara  kami dan saudara kami -meskipun kami berselisih dengan mereka, namun  mereka akan tetap menjadi saudara kami, karena kami bersepakat dengan  mereka dalam ushul (pokok) agama ini dan banyak sekali dalam furu’  (cabang)nya-. Akan tetapi saya terpaksa menjawab syubhat ini tanpa  menundanya, karena melihat pentingannya, bahayanya, dan penyebarannya.  Juga karena syubhat tersebut sampai kepada saya dari orang yang tidak  mungkin saya menolak permintaannya, yaitu Akhi al-Ustadz &lt;a href="http://qiblati.com/profil-perusahaan/biografi/biografi-pemimpin-umum-qiblati" rel="nofollow" target="_blank" title="Agus Hasan Bashori"&gt;Agus Hasan Bashori&lt;/a&gt; &lt;em&gt;hafizhahullah&lt;/em&gt;. Berikut ini adalah teks dari &lt;strong&gt;syubhat&lt;/strong&gt; tersebut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Suatu ketika, as-Sayyid ‘Alwi bin Abbas sedang duduk di dalam halaqahnya di &lt;a href="http://qiblati.com/kategori/mahad-al-aimmah" rel="nofollow" target="_blank" title="masjid"&gt;Masjid&lt;/a&gt;il  Haram Makkah. Sementara di sisi lain bagian Masjidil Haram duduk pula  as-Syaikh ‘Abdurrahman bin Sa’diy, penulis kitab Tafsir (Taisir al-Karim  al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan) sementara manusia sedang dalam  shalat dan thawaf mereka. Kala itu, langit tengah membawa mendung,  kemudian turunlah hujan, dan tertumpah dari talang Ka’bah. Maka  orang-orang Hijaz, sebagaimana kebiasaan mereka, berhamburan menuju air  yang tumpah dari talang Ka’bah untuk mengambil dan menunangkannya ke  baju dan tubuh mereka guna bertabarruk dengannya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maka terkejutlah ahlul hasbah dari kalangan Badui dan menganggap  bahwa manusia telah datang dengan kesyirikan dan menyembah selain  Allah!!! Jadilah mereka kemudian berkata kepada ahlul Hijaz tersebut,  ‘Wahai orang-orang musyrik, syirik… syirik….!’&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maka bubarlah orang-orang tersebut, kemudian berpaling menuju  halaqah as-Sayyid ‘Alawiy, lalu mereka bertanya kepadanya (tentang hal  itu). Lantas diapun membolehkan mereka untuk melakukan hal itu dan  menganjurkannya. Maka untuk kedua kalinya, orang-orang itu berhamburan  menuju talang Ka’bah untuk mengambil air tanpa menghiraukan ahlul hasbah  yang badui tersebut. Kemudian orang-orang itu berkata kepada mereka,  ‘Kami tidak akan mempedulikan kalian setelah as-Sayyid Alawiy bin ‘Abbas  memberikan fatwa kepada kami…’&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maka orang-orang Badui itupun pergi ke halaqah as-Syaikh  ‘Abdurrahman bin Sa’diy untuk mengadukan as-Sayyid ‘Alawiy kepadanya.  Lantas Ibnu Sa’diy pun mengambil sorbannya lalu pergi dan duduk di sisi  as-Sayyid dengan adab yang agung, sementara manusia berkumpul di sekitar  keduanya. Kemudian Ibnu Sa;diy berkata kepada as-Sayyid, ‘Apakah benar  wahai Sayyid, bahwa Anda telah berkata kepada manusia bahwa terdapat  keberkahan pada air ini?!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maka berkatalah as-Sayyid, ‘Bahkah saya katakan, terdapat dua keberkahan!! ’&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ibnu Sa’di berkata, ‘Bagaimanakah yang demikian itu?’&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;As-Sayyid menjawab, ‘Dikarenakan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: right;"&gt;وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا&lt;/div&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;“Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi…” (QS. Qaaf: 9)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan Dia berfirman tentang Ka’bah:&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: right;"&gt;إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ (٩٦)&lt;/div&gt;&lt;em&gt; “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat  beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang  diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”&lt;/em&gt; &lt;em&gt;(QS. Ali ‘Imran: 96)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maka keduanya sekarang adalah dua keberkahan; satu keberkahan air langit, dan keberkahan Ka’bah ini.’&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maka takjublah as-Syaikh Ibnu Sa’di seraya berkata, ‘Subhanallah,  bagaimana kita bisa lalai dari hal ini?’ lantas diapun berterima kasih  kepada as-Sayyid dan meminta izin untuk pergi.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maka berkatalah as-Sayyid kepadanya, ‘Tenang wahai Syaikh, apakah  Anda melihat orang-orang badui tersebut? Sesungguhnya mereka menyangka  bahwa apa yang dilakukan oleh orang-orang itu adalah sebuah kesyirikan.  Mereka tidak akan berhenti mengkafirkan manusia dan melemparkan tuduhan  syirik kepada mereka dalam perkara ini hingga mereka melihat orang  seperti Anda menahan mereka, maka bangkitlah menuju talang Ka’bah, lalu  ambillah air darinya dihadapan mereka hingga mereka menahan diri dari  manusia.’&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maka tidak ada apa pun dari Ibnu Sa’di melainkan dia bangkit dan  pergi lalu membuka bajunya, mengambil air dan bertabarruk dengannya.  Lalu pergilah orang-orang badui itu dari manusia. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;As-Syaikh ‘Abdul Fattah Rawwah memberitakan kepadaku dengan kisah ini dalam Tsabatnya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon pertolongan kepada Allah, dan saya banyak bersyukur dan  memuji Allah karena syubhat ini dimintakan jawabannya dari saya bukan  dari ahli ilmu selain saya. Hal itu bukan karena ilmu saya yang  sederhana ini, akan tetapi karena suatu perkara yang para pembaca akan  mengetahuinya&amp;nbsp; dari sela-sela jawaban saya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya &lt;strong&gt;kisah buatan (atau fiktif)&lt;/strong&gt; ini, saat  memperhatikannya, menjadi jelas bahwa orang yang mengarangnya terjerumus  pada banyak kesalahan fatal. Pengarang ini meninggalkan banyak jejak  bagi kejahatannya, bukan hanya satu jejak.&lt;br /&gt;Karena perhatian saya agar pembahasan ini menjadi pembahasan yang  ilmiah lagi menyeluruh yang mencangkup segala sisinya, maka saya membagi  pembahasan ini menjadi sepuluh bagian. Pertama, sanad riwayat kisah;  kedua, matan (isi, kandungan) kisah; ketiga, rincian riwayat; keempat,  perbandingan riwayat; kelima, pandangan sejarah; keenam, perselisihan  redaksional; ketujuh, tujuan dari periwayatan kisah; kedelapan, diagnosa  kejiwaan dan psikologi; kesembilan, perbandingan antara as-Syaikh bin  Sa’diy dengan as-Sayyid ‘Alawiy Maliki; kesepuluh, Risalah untuk ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sanad Periwayatan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saat melihat kepada sanad periwayatan, kami mendapatinya dalam  keadaan rapuh. Tidak ditemukan sanad shahih lagi terpercaya yang sambung  sampai kepada as-Sayyid ‘Alawiy Maliki secara langsung. Sekalipuan ini  sudah cukup menjadi dalil yang mu’tabar atas runtuhnya dan tertolaknya  riwayat tersebut. Terutama bahwa penulis kisah fiktif itu adalah orang  bayangan yang tidak dikenal jati dirinya. Dimana dia menaruh kisah ini  di dunia maya yang kemudian dikutip oleh orang-orang tanpa ilmu,  pemahman atau klarifikasi. Lalu mengklaim bahwa as-Syaikh Bayangan itu  telah mendengar riwayat itu dari as-Sayikh ‘Abdul Fattah Rawwah. Di  sinilah riwayat tersebut jatuh berantakan, dan terbuka kedustaannya sama  sekali. Yang demikian itu karena as-Syaikh ‘Abdul Fattah Rawwah adalah  tetangga dekat kami di Makkah, di distrik al-Hujun. Dimana tidak  terpisah antara rumah kami dengan rumah Syaikh kecuali oleh satu rumah  saja. Saya sendiri kenal dengan as-Syaikh Rahimahullah, dan sepanjang  hidup saya, saya tidak pernah mendengar darinya, atau dari seorang pun  dari penduduk distrik, atau dari murid-murid beliau yang telah menukil  kisah ini dari beliau hingga beliau wafat Rahimahullah.&lt;br /&gt;Agar saya tidak meninggalkan satu kesempatan bagi mereka yang  menentang dengan meragukan ucapan saya, maka sesungguhnya saya telah  menelephon putra beliau, yaitu Ibrahim pada hari Selasa yang bertepatan  dengan 24 Rabiutstsaniy 1432 H (29 Maret 2011) pada jam 12 siang, dimana  saya bertanya kepadanya jika dia pernah mendengar kisah ini suatu hari  dari ayahandanya di dalam mejelis ilmuanya. Maka dia pun menafikannya  dari ayahandanya sama sekali. Dan dia menyebut bahwa ayahandanya  memiliki delapan belas kitab yang semuanya terdapat di Perpustakaan  Masjidil Haram, dan tidak ada satu pun kitab-kitab itu yang berisi kisah  ini. Dan yang mengagetkan, sesungguhnya saya bertanya kepadanya, jika  ayahandanya berkeyakinan akan keberkahan air hujan yang turun dari  talang Ka’bah, maka diapun menafikan keyakinan ini dari ayahandanya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya saya selalu siap kapan saja bagi siapa saja yang ingin  bertemu dengan putra Syaikh, saya menjamin dan menjanjikan hal itu di  hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan Dia adalah sebaik-baik saksi.&lt;br /&gt;Sebagaimana kami di majalah Qiblati akan menerbitkan –dengan izin  Allah- VCD (video) untuk menguatkan persaksian Ibnu as-Syaikh ‘Abdul  Fattah Rawwah dan saksi lainnya.&lt;br /&gt;Saya kira dengan demikian, kita patut “bertakbir empat kali” atas  jenazah sanad riwayat kisah tersebut setelah saya menghadirkan dalil  qath’i yang membatalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Matan Riwayat:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saat kita mengikuti isi dari kisah ini, maka kita mendapati bahwa  kisah ini mengandung berbagai perselisihan syari’at yang jelas.  Argumentasi yang mereka klaim bahwa as-Sayyid ‘Alawiy Maliki berdalil  dengannya adalah argumentasi dengan Qiyas yang batil lagi tidak benar.  Dimana beliau membuktikan keberkahan air hujan yang turun dari talang  Ka’bah dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: right;"&gt;وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا&lt;/div&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;“Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi…” (QS. Qaaf: 9)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia&amp;nbsp; menjadikannya bercampur dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: right;"&gt;إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ (٩٦)&lt;/div&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk  (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang  diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”&lt;/em&gt; &lt;em&gt;(QS. Ali ‘Imran: 96)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Agar para penuntut ilmu bisa memahami kesalahan argumentasi yang  rancu ini, pertama-tama kita harus memberikan batasan pemahaman dan  makna dari &lt;em&gt;al-barakah&lt;/em&gt; (keberkahan) yang disebutkan dalam dua ayat tersebut.&lt;br /&gt;Dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: [لَلَّذِي بِبَكَّةَ  مُبَارَكًا] maksudnya adalah bahwa rumah ini (Ka’bah) diberkahi oleh  Allah, akan tetapi bukanlah makna keberkahan dalam rumah ini dengan kita  membuat segala yang kita kehendaki, lalu mengusap-usap tembok Masjidil  Haram, atau lantainya, atau Maqam Ibrahim, atau dengan sebagian tempat  dari Ka’bah yang tidak ada dalil pun yang menunjukkan perintah  pengusapannya, atau dengan apa yang tumpah dari air hujan; bukan ini  makna keberkahan tersebut.&lt;br /&gt;Akan tetapi keberkahan yang dimaksud adalah bahwa keberkahan rumah  tersebut ada pada kesinambungan kunjungan manusia kepadanya tanpa  terputus; penunaian haji dan umrah; diraihnya pahala dengan tambahan  pahala satu shalat hingga menjadi seratus ribu shalat; i’tikaf di  masjidil Haram, dan membaca al-Qur`an padanya.&lt;br /&gt;Inilah keberkahan Ka’bah yang hakiki, yang sungguh disayangkan tidak  difahami oleh as-Sayyid ‘Alawiy Maliki sebagaimana yang diinginkan oleh  sang pengarang kisah buatan ini. Dimana dia telah berbuat buruk kepada  beliau dari sisi keinginan baiknya ini.&lt;br /&gt;Adapun keberkahan yang dimaksud dalam firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala:  [وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا], maka demikian juga,  telah hilang dari pikiran as-Sayyid ‘Alawiy Maliki sebagaimana yang  dikehendaki oleh sang pengarang.&lt;br /&gt;Pemahaman yang benar bagi keberkahan tersebut telah jelas dalam ayat tersebut secara ekplisit, dimana ayat tersebut berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: right;"&gt;وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ (٩)&lt;/div&gt;&lt;em&gt; “Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu  Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang  diketam…”&lt;/em&gt; (QS. Qaaf: 9)&lt;br /&gt;Maksudnya adalah bahwa Dia menurunkan air yang bermanfaat dari  langit, dengannya Allah Subhanahu wa Ta’ala menumbuhkan bumi, lalu  tumbuhlah tanaman-tanaman. Dan diantara hasilnya adalah manusia  mengambil manfaat dan memakannya. Maka hujan adalah satu nikmat dari  sekian nikmat-nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengannyalah ada  kehidupan manusia, hewan dan bumi. Dengan turunnya hujan, bumi  menumbuhkan segala kebaikannya, meratanya keberkahan, dan banyaknya  rizki. Akan tetapi keberkahan di sisi as-Sayyid ‘Alawiy Maliki  –sebagaimana yang digambarkan oleh pengarang kisah- adalah sesuatu yang  lain sebagaimana yang sudah kita baca dalam kisah fiktif di atas. Beliau  mengqiyaskan air hujan yang diberkahi dengan turunnya di atas Ka’bah  yang diberkahi, kemudian dengan demikian beliau menyimpulkan bahwa  terdapat dua keberkahan yang saling bercampur (tumpang tindih). Ini  adalah sebuah kesalahan besar yang telah mereka lakukan terhadap  as-Sayyid ‘Alawiy. Dikarenakan air hujan itu tetap diberkahi sekalipun  turun di negeri kafir dan tidak memiliki kekhususan saat turun di  Masjidil Haram. Kami meminta mereka untuk menetapkan dalil bahwa air  hujan memiliki kekhususan dengan turunnya di Baitul Haram jika mereka  mampu. Maka atas dasar apa mereka menjadikan pengkhususan ini dari  istinbath yang disebutkan dalam dua ayat tersebut? Dan kami telah  menyebutkan serta menjelaskan maksud keberkahan pada keduanya.&lt;br /&gt;Seandainya kami mengalah, bahwa air hujan yang turun dari talang  Ka’bah membawa dua keberkahan yang berarti bahwa manusia akan mengambil  manfaat besar dengannya, maka jika demikian, bagaimana hal itu bisa  hilang dari pengetahuan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan tidak  pernah memberikan wasiat kepada umatnya dengan kebaikan agung ini  sementara as-Sayyid ‘Alawi Maliki mengetahuinya?&lt;br /&gt;Bagaimana para sahabat, tabi’in dan para imam tidak mengetahui  kebaikan agung ini dan as-Sayyid ‘Alawi Maliki mengetahuinya? Maka  apakah masuk akal bahwa beliau mengetahui satu perkara yang tidak  diketahui oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Dan juga para  sahabat, tabi’in dan para imam belum pernah mengetahuinya? Yang juga  tidak pernah ditemukan satu dalilpun bahwa mereka pernah mengatakan  seperti perkataan as-Sayyid ‘Alawiy Maliki.&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, as-Sayyid ‘Alawiy Maliki dengan logika yang datang  dalam kisah ini, beliau tidak hanya lebih ‘alim dari as-Sayikh ibn  Sa’diy bahkan dia lebih ‘alim dari seluruh sahabat, tabi’in, dan para  imam, termasuk di antara mereka adalah al-Imam as-Syafi’i Rahimahullah  yang tidak pernah memberikan peringatan kepada umat terhadap  permasalahan ini seperti apa yang dilakukan oleh as-Sayyid ‘Alawiy  Malikiy. Jika al-Imam as-Syafi’i tertinggal dari masalah ini, maka  bagaimana tidak tertinggal atas as-Sayikh Ibn Sa’di yang dia lebih kecil  daripada al-Imam as-Syafi’i. Kemudian siapa as-Sayikh Ibn Sa’diy di  hadapan para sahabat, tabi’in yang mereka tidak tahu masalah ini, dan  as-Sayyid ‘Alawiy Maliki mengetahuinya?!&lt;br /&gt;Termasuk yang penting kita fahami adalah bahwa hujan termasuk perkara  yang turunnya terus berulan-ulang. Sekalipun demikian tidak pernah  dinukil dengan satu sanad yang shahih bahwa ada salah seorang sahabat  atau para imam yang melakukannya atau menganjurkannya. Bahkan dengan  sedikit akal, kita akan bisa sampai bahwa seandainya ucapan as-Sayyid  ‘Alawiy Maliki adalah benar, maka pastilah para sahabat dan kaum  muslimin akan saling berdatangan dari setiap tempat untuk menuju Makkah  pada musim hujan untuk mendapatkan dua keberkahan yang agung tersebut.  Sekiranya ini tidak pernah terjadi, maka kita bisa mengetahui akan  kebid’ahan tujuan periwayatan kisah tersebut dan kedustaan pengarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rincian riwayat:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda telah mengikuti dalam kisah tersebut bahwa orang-orang Badui  saat mereka pergi kepada as-Sayikh ‘Abdurrahman ibn Sa’di lalu  mengadukan as-Sayyid ‘Alawiy Maliki kepadanya, Sayikh bin Sa’di pun  pergi ke Majelis as-Sayyid ‘Alawiy Malikiy dan mendapatinya di sana,  kemudian berdialog bersamanya tentang masalah tersebut. Di sini menjadi  jelas akan kebohongan dan kedustaan penulis kisah. Sebab, seandainya  as-Sayyid ‘Alawiy beriman bahwa air hujan yang turun dari talang ka’bah  membawa dua keberkahan, maka pastilah saat itu dia sendiri yang akan  berdiri di bawah talang Ka’bah untuk mendapatkan keberkahan tersebut,  bukannya duduk di majelisnya! Maksudnya, seharusnya as-Sayikh bin Sa’di  tidak mendapati as-Sayyid ‘Alawiy kecuali di bawah talang Ka’bah. Karena  hal ini tidak terjadi, maka hal itu merupakan dalil atas kebatilan  kisah tersebut.&lt;br /&gt;Demikian juga kita mendapati bahwa manusia saat orang-orang Badui  melarang mereka, mereka pergi ke as-Sayyid ‘Alawiy Maliki di majelisnya.  Maksudnya bahwa as-Sayyid ‘Alawiy Maliki sejak awal turunnya hujan  tidak berada di bawah talang Ka’bah untuk mendapatkan keberkahan dan  keutamaan yang agung tersebut! Maka bagaimana mungkin dia menjadikan  keutamaan agung itu lepas darinya?! Di sinlah pengarang kisah dusta  tersebut menampakkan bahwa as-Sayyid ‘Alawiy Maliki bukanlah termasuk  para ulama yang mengamalkan ilmu mereka. Maka diapun tanpa sadar telah  menghinakan beliau, padahal maksudnya ingin memuliakan beliau.&lt;br /&gt;Sebagaimana sang pengarang menampakkan bahwa orang-orang Badui itu  lebih banyak ilmunya dari as-Sayyid ‘Alawiy Maliki, dikarenakan ucapan  dan pengingkaran mereka yang disebutkan dalam kisah adalah kebenaran.  Dimana keyakinan keberkahan air hujan yang turun dari talang Ka’bah  termasuk sarana kesyirikan dan termasuk syirik ashghor. Adapun jika  berkeyakinan bahwa itu merupakan wasilah kepada Allah Subhanahu wa  Ta’ala, atau hujan itu yang memberi keberkahan maka menjadi syirik  besar. Demikian pula dengan orang mengusap tembok-tembok Masjidil Haram  atau Ka’bah atau Maqom Ibrahim dengan berharap keberkahan, maka itu juga  termasuk sarana kesyirikan.&lt;br /&gt;Maka kaum muslimin mencontoh dan mengikuti Nabi Shallallahu ‘Alaihi  wa Sallam, dan mengamalkan sunnah Nabi berdasarkan sabda beliau  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: right;"&gt;»خُذُوا عَنِّيْ مَنَاسِكَكُمْ«&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Ambillah dariku oleh kalian manasik kalian.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: right;"&gt;»صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَلِّيْ«&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Maka kita diperintahkan untuk shalat sebagaimana beliau Shallallahu  ‘Alaihi wa Sallam shalat, dan berhaji sebagaimana beliau Shallallahu  ‘Alaihi wa Sallam berhaji.&lt;br /&gt;Demikianlah, tanpa sengaja Sang Pengarang telah menjadikan  orang-orang Badui pada kedudukan para ulama. Sementara dia jadikan  as-Sayyid ‘Alawiy Maliki tampil sebagai seorang pelaku bid’ah dalam  agama, dimana beliau telah memerintahkan sesuatu yang Nabi Shallallahu  ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah memerintahkannya, melakukannya, dan tidak  pernah mengakuinya, dan tidak pernah dilakukan oleh para sahabat, serta  para imam, termasuk di antara mereka adalah al-Imam as-syafi’i  Rahimahullah yang telah hidup bertahun-tahun di Makkah, dan belum pernah  dinukil dari beliau satu perintah pun seperti ini, tidak juga dari  seorang pun dari para imam.&lt;br /&gt;Sebagaimana Sang Pengarang menjadikan orang-orang yang mencontoh Nabi  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, serta mengikuti sunnah beliau sebagai  orang-orang Badui. Sedangkan pelaku bid’ah dalam agama menurut pengarang  adalah orang yang mengikuti sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.&lt;br /&gt;Yang mengejutkan sekarang, yang wajib kami peringatkan adalah bahwa  tidak ada satu ulama ahli tafsir pun yang menyebutkan seperti yang  disebutkan oleh as-Sayyid ‘Alawiy Maliki pada tafsir-tafsir mereka untuk  kedua ayat tersebut. Padahal jika qiyas ini benar maka seharusnya  mereka menyebutkannya sebagai bab tambahan istidlal atas keagungan dan  keberkahan Ka’bah. Akan tetapi tidak ada satu ahli tafsir pun yang  beristidlal dengan hal itu, maka hal ini menunjukkan atas apa? Bagaimana  mungkin pada masa ini datang seorang bodoh yang ingin merendahkan ilmu  as-Syaikh ibn Sa’di untuk perkara aneh ini yang umat &lt;a href="http://qiblati.com/" rel="nofollow" target="_blank" title="islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;  tidak pernah mengetahuinya sejak Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus  Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk membawa risalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perbandingan Riwayat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wajib bagi kita untuk mengarahkan satu pertanyaan penting; yaitu mana  yang lebih banyak keberkahannya; air zam-zam atau air hujan? Saya kira  tidak akan ditemukan satu orang berakal pun yang menjadikan air hujan  yang merupakan hasil dari menguapnya air laut itu lebih banyak  keberkahannya daripada air zam-zam yang telah disebutkan dalam banyak  hadits dengan terang-terangan akan keberkahannya, dan bertabarruk  dengannya, serta mencari kesembuhan dengan wasilahnya.&amp;nbsp; Cukuplah bahwa  Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhususkan air zam-zam, tidak air  selainnya untuk memandikan hati manusia termulia, Muhammad Shallallahu  ‘Alaihi wa Sallam.&lt;br /&gt;Dengan logika qiyas yang sama, yang diqiyaskan oleh pengarang kisah  atas nama as-Sayyid ‘Alawiy Maliki, kami bertanya, bagaimana seandainya  kita menjadikan air zam-zam mancur dari talang Ka’bah? Bukankah air  zam-zam akan menjadi lebih agung manfaatnya dengan kondisi ini ataukah  air hujan lebih agung?&amp;nbsp; Lalu mengapa as-Syari’ (Allah) tidak menunjukkan  kita untuk mengamalkan hal ini agar mendapatkan keberkahan yang  teragung? Padahal bisa saja para khalifah, raja-raja untuk melakukannya,  lalu mengapa usaha agung ini tertinggal dari meeka, terutama pada masa  mereka terdapat para imam pemuka para ulama?&lt;br /&gt;Saya akan membuat satu permisalan dengan satu riwayat hipotesa yang  kemudian kita bandingkan dengan kisaf fiktif tersebut. Semuanya akan  menjadi yakin bahwa dengan logika yang sama riwayat hipotesa saya akan  mengunggulinya, dan hendaknya orang-orang berakallah yang menghukuminya:&lt;br /&gt;Kasus as-Sayyid ‘Alawiy Maliki hanyalah mandi dengan air hujan saat  turun (mancur) dari talang Ka’bah, sementara riwayat hipotesa saya yang  akan mengungguli riwayat bikinan tersebut adalah; air zam-zam saya  masukkan ke dalam Ka’bah, lalu saya meminumnya dari tempat yang Nabi  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dulu shalat di dalamnya. Sekarang  perhatikanlah perbedaan antara riwayat as-Sayyid ‘Alawiy dan riwayat  saya. Dia mengandalkan air hujan sementara saya mengandalkan air  zam-zam. Secara sepakat air zam-zam lebih utama dari air hujan. Kemudian  mendasarkan keberkahan pada tempat turunnya air hujan saja yaitu atap  Ka’bah, dan airnya datang dari luar Ka’bah, sementara saya menyandarkan  pada tempat di dalam Ka’bah, dan itu lebih utama secara sepakat. Dia  menyandarkan pada mandi, dan saya menyandarkan pada minum, dan minum  lebih utama secara sepakat. Sebagai tambahan atas as-Sayyid ‘Alawiy  Maliki, saya menjadikan minum tersebut di tempat yang Nabi Shallallahu  ‘Alaihi wa Sallam dulu shalat di dalam ka’bah, dan tempatnya telah  diketahui. Sekarang orang-orang berakal menyaksikan, bukankah setelah  perbandingan ini riwayat hipotesa saya lebih kuat dan lebih banyak  hujjahnya dari riwayat bikinan tersebut? Akan tetapi pertanyaannya  apakah as-Syari’ (Allah yang menetapkan syari’at) telah menunjukkan  kepada kita akan kedua riwayat tersebut? Dan apakah para sahabat,  tabi’in dan para imam melakukannya? Secara yakin, as-Syari’ tidak pernah  menunjukkan kepada kita riwayat as-Sayyid ‘Alawiy yang palsu ini, tidak  juga riwayat hipotesa saya. Maka itu menjadi bukti akan kebatilan kedua  riwayat tersebut. Maka jika mereka bersikukuh atas kebenaran keberkahan  dalam riwayat as-Sayyid ‘Alawi, maka keberkahan yang ada dalam riwayat  saya lebih agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pandangan Sejarah:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa yang saya sampaikan sudah cukup, tidak perlu  pembahasan ini dan pembahasan berikutnya, akan tetapi untuk melepas  tanggung jawab dan untuk kelengkapan pembahasan ilmiah ini akan saya  lanjutkan dengan sebatas kemampuan saya, siapa tahu sebagian akal  bergerak menjauh dari sifat &lt;em&gt;ta’ashshub&lt;/em&gt; (fanatik). Untuk &amp;nbsp;itu  saya akan cukup menyebutkan sebagian soal-soal penting yang diharapkan  bisa membantu para pencari kebenaran dalam memahami permasalahan dari  segala sisinya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah:&lt;br /&gt;Mengapa kisah ini tidak menyebar saat kelompok shufiy memiliki peran  di Makkah, dan baru menyebar pada hari ini saat kelompok shufiy tidak  memiliki peran?&lt;br /&gt;Mengapa orang-orang Hadhramaut tidak mengetahui kisah ini sejak hari  itu sementara Hadramaut adalah markas Syufiy, sementara orang-orang  Indonesia mengetahuinya belakangan ini?&lt;br /&gt;Bukankah termasuk aneh, tidak ada seorang pun yang mengetahui kisah  ini dari waktu kejadiannya, dan sepanjang masa itu, kemudian menjadi  terkenal dan dikenal setelah kurang lebih enam puluh tahun setelah  kejadiannya?&lt;br /&gt;Mengapa kisah ini tidak keluar pada masa hidupnya as-Syaikh ‘Abdul  Fattah Rawwah, lalu keluar setelah wafat beliau sementara beliau adalah  saksi terakhir atas kisah tersebut sesuai dengan riwayat yang telah  diterjemah?&lt;br /&gt;Mengapa Syaikh ‘Abdul Fattah Rawwah tidak memberikan wasiat kepada  anak-anaknya sebagaimana dia telah belajar dari gurunya as-Sayyid  ‘Alawiy Maliki dalam kehidupannya, atau setelah kematiannya agar mereka  mandi dari air hujan yang turun dari talang Ka’bah. Mengapa beliau  menjadikan keutamaan ini hilang dari mereka?&lt;br /&gt;As-Sayyid ‘Alawiy Maliki dulu tinggal di distrik yang persis  bersebelahan dengan kami, yaitu distrik al-‘Utaibah, dan kisah ini sama  sekali tidak pernah diketahui dari orang-orang tua di distrik  al-‘Utaibah, atau penduduk distrik al-Hujun yang bersebelahan dengannya  dari majelis-majelis mereka. Lalu bagaimana kisah tersebut tidak  menyebar di distrik yang as-Sayyid ‘Alawiy Maliki tinggal di sana, serta  menyampaikan kajian di dalamnya lalu bisa menyebar di Indonesia?  Demikian juga mengapa penduduk Makkah yang kejadian itu terjadi di sana  tidak mengetahuinya, lantas orang-orang Indonesia &amp;nbsp;justru yang  mengetahuinya?&lt;br /&gt;Sekalipun kisah ini bukanlah untuk dibanggakan, sebagaimana telah  saya jelaskan, karena menunjukkan kebodohan terhadap al-Qur`an dan  sunnah nabi, tetapi kami akan mengalah dan menganggapnya sebagai satu  kebanggaan besar bagi as-Sayyid ‘Alawiy Maliki. Maka sesungguhnya jika  demikian, lalu mengapa putranya, yaitu as-Sayyid Muhammad ‘Alawiy tidak  pernah meriwayatkannya sepanjang hidupnya, sementara dia adalah orang  yang paling tahu tentang ayahandanya? Terutama telah ada permusuhan  keras antara as-Sayyid Muhammad yang putra ‘Alawiy Maliki itu dengan  para pengikut manhaj salaf (wahhabiy)? Maka mengapa dia tidak  menggunakannya jika memang itu benar, lalu menyebarkannya dalam satu  kitab dari kitabnya, atau satu kaset dari kaset-kasetnya atau dalam  kajian video dari kajian-kajiannya? Terutama hal itu sangat dibutuhkan?&lt;br /&gt;Kemudian, mengapa as-Sayyid ‘Abbas, yang dia adalah putra ‘Alawiy  Maliki, tidak pernah menceritakan kisah ini sementara dia masih hidup?&lt;br /&gt;Jika kisah ini benar, maka bagaimana kisah ini bisa hilang dari  orang-orang shufiah untuk kemudian mereka bisa menggunakannya,  merekamnya dengan suara as-Sayyid ‘Alawiy Maliki sendiri agar menjadi  bukti-bukti kemenangan mereka atas pengikut manhaj salaf (wahhabiy)? Dan  perlu diketahui bahwa as-Sayyid ‘Alawiy Maliki telah wafat pada tahun  1971 M, dan kala itu kamera video telah banyak, maka mengapa para  pengikutnya tidak merekam realitas ini kemudian menetapkannya untuk  sejarah?&lt;br /&gt;Jawabannya dengan mudah, mereka tidak melakukannya karena kisah  tersebut adalah kisah bikinan (fiktif), tidak benar, dan diada-adakan  secara dusta atas &amp;nbsp;nama kedua Syaikh tersebut, &lt;em&gt;rahimahumallah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya tutup bagian ini bahwa Sang Pengarang yang dusta tidak  memberikan tanggal bagi kita akan waktu terjadinya kejadian itu jika  benar. Jika tidak, seandainya dia menyebut tanggal begitu saja, maka  pekara dia akan terbongkar dengan mudah. Karena kami akan menentukan,  jika kala itu dalam musim panas atau dingin. Jika di musim dingin, maka  memungkinkan bagi kami untuk menentukannya jika air hujan turun di atas  Makkah dengan tanggal tertentu. Atau bisa dari sebagian kitab yang  menetapkan jatuhnya air hujan di Makkah, atau juga melalui lembaga  penelitian. Yang menyebabkan hal itu mudah adalah karena Makkah tidak  seperti Indonesia yang banyak hujan. Air hujan di Makkah paling-paling  turun setahun sekali atau kebanyakan dua kali, dan jarang sekali sampai  tiga kali. Akan tetapi Sang Pengarang, karena khawatir terbongkar, dia  pun diam sama sekali, dan menjadikannya tanpa penegasan seperti halnya  cerita yang kita ceritakan kepada anak-anak kita agar mereka tidur.&lt;br /&gt;Terakhir, saya katakan apakah masuk akal air hujan yang turun dari  talang Ka’bah memiliki keberkahan seperti yang ada dalam kisah sementara  para sahabat, tabi’in dan para ulama tidak bersegera untuk meraih  karunia ini, atau pernah dinukil dari mereka, atau mereka menyebutnya  dalam kitab-kitab mereka?&lt;br /&gt;Bahkan seaindainya &lt;em&gt;tabarruk&lt;/em&gt; (ngalap berkah) dengan cara itu  syar’iy (sesuai syariat), pastilah sejarah akan mencatat untuk kita  nama-nama para sahabat, tabi’in dan para ulama yang telah menuai  keberkahan ini, lalu sukses mendapat karunia agung ini, dan sekiranya  bahwa kisah ini tidak terjadi, maka telah tetap kebatilan dan kedustaan  kisah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesalahan Redaksioanal (Lafzhiyah):&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengarang kisah ini terjerumus dalam satu kesalahan besar yang tidak  sepatutnya terjadi seandainya dia tahu perbedaan masyarakat antara  penduduk Najed dan al-Qashim, serta penduduk Hijaz. Maka diantara  kesalahan fatal yang terjadi di dalamnya yang menunjukkan akan  kedustaannya adalah bahwa dia menyebutkan as-Syaikh bin Sa’di saat  datang kepada ‘Alawiy Maliki, dia menyerunya dengan panggilan &lt;em&gt;sayyid&lt;/em&gt;,  dan pengarang tersebut lupa bahwa penduduk Najed dan al-Qoshim tidak  mengatakan kalimat tersebut (gelar sayyid) hingga hari ini. Sementara  kami &lt;em&gt;ahlul Hijaz&lt;/em&gt; menggunakan panggilan &lt;em&gt;sayyid&lt;/em&gt; itu atas  setiap orang yang nasabnya sampai kepada al-Husain Radhiallahu ‘Anhu.  Adapun selain kami dari penduduk Najed tidak demikian. Penduduk Najed  menggunakan panggilan Syaikh atas setiap ahli ilmu, dikarenakan budaya  antara kami, penduduk al-Hijaz dan Penduduk Najed berbeda dalam banyak  sisi, dan diantaranya adalah sisi ini.&lt;br /&gt;Pengarang tersebut tidak memikirkan hal itu, karena dia tidak  menelitinya. Maka tidak terbersit dalam pikiran sama sekali bahwa  penduduk Najed dan al-Qoshim -yang ibnu Sa’di berasal dari mereka-,  tidak pernah mengucapkan kalimat &lt;em&gt;sayyid&lt;/em&gt;, maka terbongkarlah tipu daya dan kedustaan pengarang kisah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Periwayatan tersebut:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kisah fiktif ini tidaklah disusun tiba-tiba, atau tanpa tujuan yang  penulisnya berharap bisa merealisasikannya. Akan tetapi –menurut kami-  terdapat berbagai tujuan dan dia berusaha untuk merealisasikannya,  diantaranya adalah;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, sampai kepada disyariatkannya keumuman tabarruk.&lt;br /&gt;Penuntut ilmu pada umumnya mengetahui bahwa terdapat satu kelompok  yang berusaha keras&amp;nbsp; dengan segenap kekuatan yang diberikan kepadanya  untuk menetapkan &lt;em&gt;tabarruk&lt;/em&gt; (ngalap berkah) dengan kuburan Nabi  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, serta beristighatsah dengannya dan dengan  orang-orang shalih. Mereka berdalil dengannya untuk membolehkan  bertabarruk dengan kuburan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,  sesungguhnya mereka mengatakan pada sisi lain, jika Ka’bah diberkahi  sementara dia adalah sekumpulan batu, maka apakah kedudukan Ka’bah bila  dibandingkan dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang merupakan  makhluk Allah paling utama? Mereka juga mengatakan, jika seorang muslim  sangat mulia di sisi Allah dibanding Ka’bah, maka bagaimana kedudukan  Ka’bah bila dibandingkan dengan para wali dan orang-orang shalih?&lt;br /&gt;Maka akal mereka pun –mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada  mereka- mengambil kesimpulan jika Ka’bah diberkahi, dan ditabarruki,  maka bertabarruk dengan para Nabi dan para wali lebih utama untuk  dibolehkan. Dan tidak diragukan lagi bahwa kita tidak menyetujui mereka  atas bolehnya bertabarruk dengan Ka’bah. Seandainya saja bukan karena  ittiba’ (mengikuti sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) maka  pastilah mencium hajar aswad adalah bid’ah. Dan adalah Umar t berkata,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: right;"&gt;إِنِّيْ أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ  لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ&amp;nbsp; قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adalah sebuah batu, yang tidak  bisa mendatangkan madharat dan tidak bisa memberikan manfaat, seandainya  bukan karena Nabi &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; menciummu, maka aku tidak akan menciummu.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, tidak boleh mencium kelambu Ka’bah, atau  batu-batu ka’bah, atau rukun Yamani. Kita, saat mengusap batu rukun  Yamani misalnya, maka itu adalah untuk beribadah, bukan untuk mencari  berkah. Mencium hajar aswad pun demikian, bukan untuk meraih berkah,  akan tetapi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, dan mengikuti  syari’atn-Nya. Dan ucapan Umar Radhiallahu ‘Anhu terdahulu adalah  sebaik-baik dalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, menampakkan ulama shufi sebagai orang yang lebih alim dari ulama wahhabiy. &lt;sup&gt;(&lt;a href="http://qiblati.com/bantahan-syubhat-%e2%80%98alawi-al-maliki-dan-%e2%80%98abdurrahman-bin-sa%e2%80%99di.html#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;)&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;Pengarang kisah tersebut bersungguh-sungguh dalam merendahkan ilmu  dan kedudukan as-Syaikh bin Sa’diy. Dan menampakkannya di hadapan  as-Sayyid ‘Alawiy Maliki seperti seorang murid kecil yang belajar dari  ustadznya. Dan sesungguhnya saya katakan demi membela as-Sayyid ‘Alawiy  Maliki yang sekali-kali tidak mungkin beliau berakhlak dengan akhlaq  yang buruk ini dalam pergaulannya dengan para ulama, terutama terhadap  orang yang lebih banyak ilmu dan lebih tua usianya. Sayyid ‘Alawiy  Maliki Rahimahullah dikenal di antara penduduk Makkah dengan adab dan  akhlaq tingginya. Dan pengarang telah mensifatkan duduknya as-Syaikh bin  Sa’di di sisi as-Sayyid ‘Alawi bahwa dia duduk dengan adap yang agung.  Kemudian dia menampakkan as-Syaikh Sa’di mengambil ilmu dari as-Sayyid  ‘Alawiy saat sang pengarang menjadikan as-Syaikh bin Sa’di berkata,  ‘Bagaimana kita bisa lalai dari ini?’ kemudian dia berterima kasih atas  ilmu yang dia belajar darinya. Dan saat dia ingin pamitan, as-Sayyid  ‘Alawiy menghentikannya dan memerintahkannya untuk pergi ke tempat  tersebut, dan bertabarruk dengan air yang turun dari talang Ka’bah, lalu  Syaikh Ibnu Sa’di melakukannya.&lt;br /&gt;Permasalahannya sekarang bukanlah pada pengarang akan tetapi pada  akal orang yang membenarkan riwayat lemah seperti riwayat ini.  Seandianya saja pengarang tidak mengetahui kebodohan dan sedikitnya ilmu  orang yang akan menukil riwayat ini untuk mereka, dia tidak akan  berbuat lancang atas mereka. Dia tidak hanya telah menyalahi hak  as-Sayikh bin Sa’di, akan tetapi dia juga telah menyalahi hak as-Sayyid  ‘Alawiy Maliki, dan juga hak manusia yang telah dia manfaatkan dan  peralat, seakan-akan mereka tidak punya akal, membenarkan segala sesuatu  yang dikatakan kepada mereka tanpa konfirmasi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;; demi kemenangan atas dakwa salafiyah.&lt;br /&gt;Setelah dakwah salafiyah yang mengajak kepada pembenahan aqidah,  serta mencabut kebid’ahan dan kembali berpegang teguh dengan kitabullah  dan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mendapatkan  pertolongan besar, dan jejak dakwah mereka benar-benar bisa dirasakan di  medan dakwah sekalipun masa dakwahnya pendek, banyak di antara  da’i-da’i kebatilan yang merasa rugi dengan penyebaran kelompok ini di  setiap tempat, dan semakin bertambah kemarahan mereka dengan keluarnya  banyak dari para pengikutnya ke barisan kelompok ini, sementara tidak  ditemukan para pengikut manhaj salaf yang bergabung dengan mereka. Yang  demikian karena mustahil bagi orang yang telah mengetahui sunnah yang  shahih untuk kembali kepada kelompok lamanya. Semua ini menjadikan marah  kelompok tersebut yang mengajak dengan berpegang pada adat agama,  sebagaimana mereka mewarisinya dari bapak-bapak, dan ulama-ulama mereka.  Agama menurut mereka adalah kebiasaan, bukan ibadah. Yang menjadikan  orang-orang &lt;em&gt;ghuluw&lt;/em&gt; di antara mereka menyusun hikayat bikinan  seperti ini. Maka Allah membantah tipu daya mereka di leher mereka,  mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada mereka dan kita semua.  Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diagnosa Kejiwaan dan Psikologi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saat kita mengikuti cerita buatan lagi dusta seperti ini, dan  bagaimana mereka terbang dengan kegembiraan, seolah merasakan  kebahagiaan besar karenanya maka kita bisa menyimpulkan secara ilmiah,  dan dengan ringkas, bahwa pada diri mereka terdapat simpul kekurangan,  dan perasaan takut, yaitu bahwa jalan keberagamaan mereka selalu  membutuhkan (merindukan dan mendambakan) penguat-penguat dan  penenang-penenang, agar para pengikut mereka merasa puas dengan jalan  keberagamaan mereka. Sesunggungguhnya kebahagiaan berlebihan yang  mengenai mereka karena penguat dan penenang ini benar-benar sebuah  petunjuk bahwasannya mereka selalu hidup dalam keadaan takut dan gelisah  dari berpalingnya pengikut mereka untuk mengikuti manhaj salafus  shalih. Dikarenakan mustahil bagi orang yang mengetahui manhaj salafus  shalih mau menerima selainnya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ada dari mereka yang sengaja membuat pahlawan  khayalan dan menyanyikannya. Lalu mereka pun merayakan kemenangan semu  tersebut. Semua hal ini disebabkan oleh perasaan rendah dan kurang. Lalu  mereka melupakan kemenangan hakiki, yaitu mengikuti al-Qur`an yang  mulia dan sunnah shahihah dengan pemahaman salafus shalih, bukan dengan  pemahaman kisah-kisah bikinan, cerita dusta, dan mimpi syaithani (dari  godaan setan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perbandingan Antara as-Syaikh Sa’diy dan as-Sayyid ‘Alawiy Malikiy:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kami, saat kami hidup sejaman dengan dua Syaikh, maka kami mampu  membangun satu hukum (kesimpulan), serta menentukan siapa yang lebih  ‘alim dari yang lain, tanpa melihat karya tulis masing-masing. Karena  kadang orang yang sedikit karyanya lebih banyak ilmunya dari orang yang  banyak karyanya. Akan tetapi kami, saat kami ingin membandingkan kadar  keilmuan dua syaikh tersebut yang kami tidak sejaman dengan mereka, kami  tidak bisa –biasanya- kecuali dengan merujuk kepada karya tulis  masing-masing. Pada saat merujuk kepada karya-karya as-Syaikh  ‘Abdurrahman bin Sa’diy kita menemuinya lebih besar. Cukuplah  diantaranya adalah tafsir al-Qur`anul Karim yang berjudul &lt;em&gt;Taisirul Karimil Mannan&lt;/em&gt;  dalam delapan jilid, dan karya itu menyamai semua kitab-kitab as-Sayyid  ‘Alawiy Maliki. Maka lihatlah kepada orang yang dia memiliki delapan  jilid tentang Tafsir al-Qur`anul Karim, lalu pengarang kisah itu  menjadikannya seperti seorang murid bagi as-Sayyid ‘Alawiy Maliki!  Bahkan dia menjadikannya mendengar ayat-ayat dari as-Sayyid ‘Alawi  seakan-akan dia baru mendengarnya, dan belum memahami maknanya  -sementara dia adalah pemiliki kitab tafsir- kecuali saat as-Sayyid  ‘Alawiy menjelaskannya kepadanya! Subhanallah…!!!&lt;br /&gt;Sebagaimana akan tampak jelas bagi setiap peneliti dan dengan mudah,  saat dia memperhatikan kitab-kitab as-Sayikh bin Sa’diy, kekuatan,  keluasan dan kedalaman ilmu beliau yang membuat musuh-musuhnya marah.  Sungguh beliau dikenal di Masjidil Haram bahwa jika beliau berbicara,  maka yang mendengar beliau akan berharap agar beliau tidak diam karena  kefashihan, dan kekuatan ilmu beliau sebagaimana yang dituturkan oleh  orang yang sezaman dengan beliau. Kemudian datanglah penulis kisah dusta  tersebut dan menjadikan ulama besar ini sebagai seorang murid kecil di  hadapan as-Sayyid ‘Alawiy Maliki sementara beliau lebih tua dua puluh  tahun darinya. Dimana as-Sayikh bin Sa’di dilahirkan pada tahun 1889 M,  sementara as-Sayyid ‘Alawiy Maliki pada tahun 1910 M. Yaitu saat  as-Sayikh bin Sa’di tengah menyampaikan berbagai pengajian dan  pelajaran, kala itu as-Sayyid ‘Alawiy adalah seorang penuntut ilmu yang  masih terus mengikuti pelajarannya. Maka jadilah hujjah kami lebih kuat  seandainya kami yang membuat kisah tersebut, dan kami jadikan as-Sayyid  ‘Alawiy tampak sebagai seorang murid bagi as-Sayikh bin Sa’di di  dalamnya. Akan tetapi kami tidak melakukannya karena kami tidak  merasakan adanya problem kekurangan, &lt;em&gt;walhamdulillah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan  penerimaan dan penyebaran kitab-kitab as-Syaikh bin Sa’di diantara kaum  muslimin. Hampir-hampir tidak ditemukan satu perpustakaan keIslaman di  negeri Islam dan lainnya kecuali di dalamnya terdapat sejumlah  kitab-kitabnya, dan yang paling pokok adalah &lt;em&gt;Taisirul Karimil Mannan&lt;/em&gt;¸  sementara sebaliknya, kami tidak menemukan pengaruh apapun bagi  kitab-kitab as-Sayyid ‘Alawiy Maliki di perpustakaan-perpustakaan Islam.  Jika ditemukan, maka itu pun jarang. Karena kitab beliau tidak menyebar  sebagaimana kitab-kitab as-Syaikh bin Sa’di. Dan termasuk perkara yang  mengherankan adalah seorang laki-laki yang pada kisah tersebut tampak  lebih mengerti dari para sahabat, tabi’in, dan para imam ternyata tidak  ditemukan pengaruhnya di umat ini pada hari ini, sama saja apakah  karyanya yang menyebar atau kajiannya yang tersimpan. Ini bukan berarti  menyepelekan ilmu as-Sayyid ‘Alawiy Rahimahullah, akan tetapi kita  hanyalah mempersoalkan satu kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Risalah saya kepada umat ini:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembahasan ilmiah untuk membantah syubhat ini, menjadi  jelaslah bagi semua orang kadar kedustaan sebagian mereka serta  keberaniannya untuk pemalsuan, dan pembuatan kisah-kisah dusta. Maka  seandainya mereka itu berada pada zaman orang yang mengumpulkan hadits,  dan para ulama al-Jarh wat-Ta’dil, maka pastilah para ahli al-Jarh  wat-Ta’dil itu akan berkata tentang mereka -dalam kitab-kitab mereka-,  ‘Mereka pendusta, pemalsu hadits, tidak diterima dari mereka tebusan  apapun.’ Sementara kita dapati mereka pada hari ini memimpin  majelis-majelis ilmu, &lt;em&gt;wala haula wala quwata illa billah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya sekali ini mereka membikin kisah-kisah dusta dan  istidlal-istidlal batil atas para pengikut manhaj salaf, bahkan mereka  terus menerus menyuntik medan dakwah dengan banyak kisah khayalan,  kebohongan dan kedustaan. Andai saja mereka mencukupkan diri dengan yang  demikian, bahkan lebih dari itu mereka menyematkan tuduhan dusta atas  para pengikut manhaj salaf, seolah menjadikan seluruh usaha ini adalah  proyek mereka dalam kehidupan ini. Mereka tipu diri mereka sendiri,  serta waktu mereka karenanya. Lantas mereka pecah persatuan umat ini,  dan menambah perselisihannya. Maka buah dari yang demikian adalah terus  berlarutnya kebencian, dan permusuhan seraya berkeyakinan bahwa mereka,  dengan yang demikian, tengah memberikan pelayanan kepada sunnah Nabi  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sementara sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi  wa Sallam berlepas diri dari perubuatan-perbuatan mereka. Lalu untuk  kemaslahatan siapakah apa yang telah mereka lakukan itu? Dan apakah  dengan perbuatan tersebut mereka menutup luka umat dan menghimpun  kembali urusan mereka yang terpecah belah?&lt;br /&gt;Sesungguhnya umat pada hari ini lebih butuh kepada ukhuwah dan  penyatuan barisan di hadapan musuh-musuhnya, dan lebih membutuhkan  penebaran kebaikan, serta penyemaian cinta di antara generasi-generasi  penerusnya. Terutama di bawah bayang-bayang konspirasi musuh-musuh yang  terang-terangan, serta penjajahan mereka terhadap umat Muhammad  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun demikian, hal itu tidaklah  menghalangi kita untuk saling berdialog dalam permasalahan &lt;em&gt;khilaf&lt;/em&gt;  (yang kita perselisihkan) dengan metode ilmiah dan damai, dengan  berpegang dengan dalil, hujjah, dan bukti dari al-Qur`anul Karim dan  sunnah nabi yang shahih. Kita saling menjaga &lt;em&gt;ihtiram&lt;/em&gt;  (pemuliaan), dan penghargaan sebagian kita terhadap sebagian yang lain,  seraya bertolak dari landasan al-Imam as-Syafi’i Rahimahullah:&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: right;"&gt;إِنْ صَحَّ الْحَدِيْثُ فَهُوَ مَذْهَبِيْ&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Jika hadits tersebut shahih, maka itu adalah madzhabku.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak ingin berdialog bersama dengan saudara-saudara kami dengan  tujuan untuk mengalahkan dan membela diri (menang-menangan), justru  kami memohon kepada Allah agar menjadikan kebenaran itu mengalir dari  lisan mereka, kemudian kami mengikutinya. Dan kami di majalah Qiblati  membuka untuk mereka dan yang lain untuk bedialog dalam masalah furu’  yang kita berselisih, kemudian silakan masing-masing dari kita  menyampaikan dalilnya, yang setelahnya marilah kita jadikan hukum bagi  Allah, kemudian bagi para ulama yang obyektif.&lt;br /&gt;Sesungguhnya saya, ketika mengatakan ucapan ini, saya mengetahui  dengan jujur dan ikhlas bahwa banyak di antara orang-orang yang  menyebarkan berita dusta dan bikinan ini. Mereka menyebarnya dengan niat  baik, terutama sebagian mereka memiliki usaha besar yang patut  disyukuri dalam menghadapi Syi’ah, Ahmadiyah, dan sekte-sekte sesat  lainnya. Dan kami sama sekali tidak akan pernah mengingkarinya, bahkan  kami berdo’a agar mereka mendapatkan taufik. Maka mudah-mudahan Allah  membalas mereka dengan sebaik-baik balasan.&lt;br /&gt;Wahai umat Islam…!&lt;br /&gt;Sekalipun riwayat bikinan ini telah menjadi jelas kedustaannya bagi  Anda sekalian, serta kadar kezhaliman yang ditimpakan kepada kami, namun  demikian kami tetap mengulurkan tangan-tangan kami, seraya memaafkan,  dan meminta kepada orang-orang ikhlas lagi berakal dari mereka untuk  membuka lembaran baru dalam hubungan di antara kita. Maka marilah kita  tutup masa lalu dan segala isinya, dan marilah kita menjadi generasi  masa kini. Sebagian kita menyayangi sebagian yang lain sebagaimana sifat  &amp;nbsp;orang-orang mukmin yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan dalam  al-Qur`anul Karim [رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ] &lt;em&gt;‘saling mengasihi di antara mereka’&lt;/em&gt;.  Sesungguhnya saya bersaksi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa saya  mengatakan ucapan ini dengan jujur, kita semua adalah saudara, tali  agama ini tengah mengumpulkan kita, dan itu akan terus seperti itu, kita  mau atau mengabaikannya. Maka marilah kita bertakwa kepada Allah  terhadap diri-diri kita, dan generasi setelah kita… Inilah tangan kami  terbentang bagi setiap orang yang menginginkan saling memaafkan dan  persaudaraan.&lt;br /&gt;Ya Allah, berikanlah kepada jiwa kami, ketakwaan, dan kesuciannya.  Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang mensucikannya, Engkaulah wali dan  penolongnya. Ya Allah, berikanlah ilham kepada kami kepada petunjuk  kami, serta selamatkanlah kami dari keburukan syaitan, dan keburukan  diri-diri kami, serta janganlah Engkau pasrahkan kami kepada diri-diri  kami sekejap mata pun. Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami, dan  saudara-saudara kami kepada perkara yang di dalamnya terdapat segala  kebaikan dan kemaslahatan. (AR)*&lt;br /&gt;&lt;div&gt;  &lt;div&gt; &lt;a href="http://qiblati.com/bantahan-syubhat-%e2%80%98alawi-al-maliki-dan-%e2%80%98abdurrahman-bin-sa%e2%80%99di.html#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Kami ingatkan bahwa tidak boleh menggunakan satu nama dari nama-nama  Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menyebut sebagian dari makhluk-Nya,  apakah sendirian, atau sekelompok, apakah untuk celaan atau yang  lainnya. Maka ucapan &lt;em&gt;Wahhaby&lt;/em&gt; aslinya adalah dari asma Allah &lt;em&gt;al-Wahhab&lt;/em&gt;,  sehingga penggunaan nama ini atas seseorang mengandung unsur perbuatan  buruk terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta lancang terhadap  asma-asma-Nya sekalipun hanya penisbatan saja. Maka bagaimana nama &lt;em&gt;Wahhaibiy&lt;/em&gt; digunakan sebagai pelecehan? Dan kita qiyaskan atas hal ini kepada asma Allah yang lain seperti &lt;em&gt;Rahmaniy, Quddusiy… dst.&lt;/em&gt;  Mudah-mudahan Allah mengampuni para ulama yang telah wafat, dari  golongan yang mengulang-ulang penamaan Wahhabiy tanpa memahami atau  mengetahui bahayanya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;(Majalah Qiblati Th. VI ed. 9)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://qiblati.com/bantahan-syubhat-%E2%80%98alawi-al-maliki-dan-%E2%80%98abdurrahman-bin-sa%E2%80%99di.html"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-6773481696542213689?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/6773481696542213689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/09/bantahan-syubhat-alawi-al-maliki-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/6773481696542213689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/6773481696542213689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/09/bantahan-syubhat-alawi-al-maliki-dan.html' title='Bantahan Syubhat ‘Alawi al-Maliki Dan ‘Abdurrahman bin Sa’di'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-8151473824525278814</id><published>2011-09-18T22:59:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T22:59:04.428-07:00</updated><title type='text'>Titipan Teman</title><content type='html'>Jual beragam Sepatu dan sandal produksi lokal kualitas ekspor untuk Pria &amp;amp; Wanita dengan harga bersaing. Silahkan kunjungi www.&lt;a href="http://sepatu-murah-lokal.blogspot.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;sepatu-murah-lokal.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barokallahu feekum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-8151473824525278814?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/8151473824525278814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/09/titipan-teman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8151473824525278814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8151473824525278814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/09/titipan-teman.html' title='Titipan Teman'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-3536182448251354520</id><published>2011-09-15T00:00:00.000-07:00</published><updated>2011-09-15T00:00:28.537-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tanduk Setan !!</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Telah berkata Al-Imaam Al-Bukhaariy &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;حَدَّثَنَا  مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ الْحَسَنِ  قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ  اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا  وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا  يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Telah  menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsannaa, ia berkata : Telah  menceritakan kepada kami Husain bin Al-Hasan, ia berkata : Telah  menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun, dari Naafi’, dari Ibnu ‘Umar, ia  berkata : Nabi pernah bersabda : &lt;i&gt;“Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yamaan kami”&lt;/i&gt;. Para shahabat : “Dan juga Najd kami ?”. Beliau bersabda : &lt;i&gt;“Di sana muncul bencana dan fitnah. Dan di sanalah akan muncul tanduk setan”&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1037. Diriwayatkan juga pada no. 7094 dan Muslim no. 2095.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Diriwayatkan juga oleh Muslim no. 2095 (45), dari jalan Al-Laits, dari Naafi’, dari Ibnu ‘Umar :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم، وهو مستقبل المشرق يقول "ألا إن الفتنة ههنا. ألا إن الفتنة ههنا، من حيث يطلع قرن الشيطان".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Bahwasannya ia mendengar Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; - dimana beliau waktu itu menghadap ke timur -, beliau bersabda : &lt;i&gt;“Ketahuilah, sesungguhnya fitnah di sini, dari arah munculnya tanduk setan&lt;/i&gt;”.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam lafadh lain (46), dari jalan ‘Ubaidullah bin ‘Umar : Telah menceritakan kepadaku Naafi’, dari Ibnu ‘Umar :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;أن  رسول الله صلى الله عليه وسلم قام عند باب حفصة، فقال بيده نحو المشرق  "الفتنة ههنا من حيث يطلع قرن الشيطان" قالها مرتين أو ثلاثا.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Bahwasannya Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berdiri di samping pintu Hafshah&lt;a href="" name="_ftnref1" style="mso-footnote-id: ftn1;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, beliau bersabda dengan berisyarat dengan tangannya ke arah timur : “&lt;i&gt;Fitnah itu dari sini, dari arah munculnya tanduk setan&lt;/i&gt;”. Beliau mengatakannya dua atau tiga kali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Riwayat  di atas menjelaskan tentang kemunculan fitnah di Najd, sebelah timur  Madiinah, yaitu tempat keluarnya tanduk setan. Namun, apa yang dimaksud  dengan Najd di sini ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Telah berkata Al-Imaam Ath-Thabaraaniy : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;حدثنا  الحسن بن علي المعمري ثنا إسماعيل بن مسعود ثنا عبيد الله بن عبد الله بن  عون عن أبيه عن نافع عن ابن عمر : أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : اللهم  بارك لنا في شامنا، اللهم بارك في يمننا، فقالها مراراً، فلما كان في  الثالثة أو الرابعة، قالوا: يا رسول الله! وفي عراقنا؟ قال: إنّ بها  الزلازل والفتن، وبها يطلع قرن الشيطان&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin ‘Aliy Al-Ma’mariy&lt;a href="" name="_ftnref2" style="mso-footnote-id: ftn2;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; : Telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil bin Mas’uud&lt;a href="" name="_ftnref3" style="mso-footnote-id: ftn3;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; : Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin ‘Aun&lt;a href="" name="_ftnref4" style="mso-footnote-id: ftn4;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dari ayahnya, dari Naafi’, dari Ibnu ‘Umar : Bahwasannya Nabi &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda : &lt;i&gt;“Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yamaan kami”&lt;/i&gt;.  Beliau mengatakannya beberapa kali. Saat beliau mengatakan yang ketiga  kali atau keempat, para shahabat berkata : “Wahai Rasulullah, dari juga &lt;b&gt;‘Iraaq&lt;/b&gt; kami ?”. Beliau bersabda : “&lt;i&gt;Sesungguhnya di sana terdapat bencana dan fitnah. Dan di sana lah muncul tanduk setan&lt;/i&gt;” [&lt;i&gt;Al-Mu’jamul-Kabiir&lt;/i&gt;, 12/384 no. 13422].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Sanad hadits ini &lt;i&gt;jayyid&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Naafi’ dalam riwayat ini mempunyai &lt;i&gt;mutaba’ah &lt;/i&gt;dari Saalim bin ‘Abdillah bin ‘Umar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;حدثنا  محمد بن عبد العزيز الرملي : حدثنا ضمرة بن ربيعة عن ابن شوذب عن توبة  العنبري عن سالم عن ابن عمر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :  اللهم بارك لنا في مدينتنا، وفي صاعنا، وفي مدِّنا وفي يمننا وفي شامنا.  فقال الرجل : يا رسول الله وفي عراقنا ؟. فقال : رسول الله صلى الله عليه  وسلم : بها الزلازل والفتن، ومنها يطلع قرن الشيطان.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdil-‘Aziiz Al-Ramliy&lt;a href="" name="_ftnref5" style="mso-footnote-id: ftn5;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; : Telah menceritakan kepada kami Dlamrah bin Rabii’ah&lt;a href="" name="_ftnref6" style="mso-footnote-id: ftn6;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dari Ibnu Syaudzab&lt;a href="" name="_ftnref7" style="mso-footnote-id: ftn7;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dari Taubah Al-‘Anbariy&lt;a href="" name="_ftnref8" style="mso-footnote-id: ftn8;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dari Saalim&lt;a href="" name="_ftnref9" style="mso-footnote-id: ftn9;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;: &lt;i&gt;“Ya  Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Madinah kami, pada (takaran)  shaa’ kami, pada (takaran) mudd kami, pada Yaman kami, dan pada Syaam  kami”&lt;/i&gt;. Seorang laki-laki berkata : “Wahai Rasulullah, dan juga pada &lt;b&gt;‘Iraaq&lt;/b&gt; kami ?”. Beliau menjawab : “&lt;i&gt;Di sana terdapat bencana dan fitnah. Dan di sana pula akan muncul tanduk setan&lt;/i&gt;” [Diriwayatkan oleh Al-Fasawiy dalam &lt;i&gt;Al-Ma’rifah&lt;/i&gt; 2/746-747].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Sanad hadits ini hasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Muhammad bin ‘Abdil-‘Aziiz mempunyai &lt;i&gt;mutaba’ah &lt;/i&gt;dari Sa’iid bin Asad&lt;a href="" name="_ftnref10" style="mso-footnote-id: ftn10;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Fasawiy (2/747), Al-Hasan bin Raafi’ Ar-Ramliy&lt;a href="" name="_ftnref11" style="mso-footnote-id: ftn11;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sebagaimana diriwayatkan Abu Nu’aim dalam &lt;i&gt;Al-Hilyah&lt;/i&gt; (6/133), dan ‘Iisaa bin Muhammad An-Nuhaas&lt;a href="" name="_ftnref12" style="mso-footnote-id: ftn12;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sebagaimana diriwayatkan Ibnu ‘Asaakir dalam &lt;i&gt;At-Taariikh &lt;/i&gt;(1/130); dengan sanad shahih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Ibnu  ‘Asaakir (1/130-131) dan Abu Nu’aim (6/133) meriwayatkan dari jalan  Al-‘Abbaas bin Al-Waliid bin Mazyad Al-’Udzriy : Telah menceritakan  kepadaku ayahku : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdullah bin Syaudzab  : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdullah bin Al-Qaasim, Mathr, dan  Katsiir bin Sahl, dari Taubah Al-‘Anbariy, dari Saalim, dari Ibnu ‘Umar  secara &lt;i&gt;marfu’&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Diriwayatakan juga oleh Ibnu ‘Asaakir dalam &lt;i&gt;At-Taariikh &lt;/i&gt;1/130-131 dan Abu Nu’aim dalam &lt;i&gt;Al-Hilyah&lt;/i&gt; 6/133 dari jalan Taubah Al-Anbariy. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Taubah mempunyai &lt;i&gt;mutaba’ah &lt;/i&gt;dari Ziyaad bin Bayaan Ar-Raqiy.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;حدثنا  علي بن سعيد، قال : نا حماد بن إسماعيل بن علية، قال : نا أبي، قال : نا  زياد بن بيان، قال : نا سالم بن عبد الله بن عمر [عن أبيه] قال : صلى النبي  صلى الله عليه وسلم صلاة الفجر، ثم انتفل، فأقبل على القوم، فقال : اللهم  بارك لنا في مدينتنا، وبارك لنا في مدِّنا وصاعنا، اللهم بارك لنا في  شامنا، ويمننا. فقال جل : والعراقُ يا رسول الله، فسكت، ثم قال : اللهم  بارك لنا في مدينتنا، وبارك لنا في مدِّنا وصاعنا، اللهم بارك لنا في  حرمنا، وبارك لنا في شامنا، ويمننا. فقال رجل : والعراق يا رسول الله، قال :  من ثَمَّ يطلع قرن الشيطان، وتهيج الفتن.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Sa’iid&lt;a href="" name="_ftnref13" style="mso-footnote-id: ftn13;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Hammaad bin Ismaa’iil bin ‘Ulayyah&lt;a href="" name="_ftnref14" style="mso-footnote-id: ftn14;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami ayahku&lt;a href="" name="_ftnref15" style="mso-footnote-id: ftn15;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Ziyaad bin Bayaan&lt;a href="" name="_ftnref16" style="mso-footnote-id: ftn16;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Saalim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dari ayahnya, ia berkata : Nabi &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;pernah shalat shubuh, kemudian berdoa, lalu menghadap kepada para orang-orang. Beliau bersabda : “&lt;i&gt;Ya  Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Madinah kami, berikanlah  barakah kepada kami pada (takaran) mudd dan shaa’ kami. Ya Allah,  berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yaman kami&lt;/i&gt;”. Seorang laki-laki berkata : “Dan &lt;b&gt;‘Iraaq&lt;/b&gt;, wahai Rasulullah ?”. Beliau diam, lalu bersabda :&amp;nbsp; “&lt;i&gt;Ya  Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Madinah kami, berikanlah  barakah kepada kami pada (takaran) mudd dan shaa’ kami. Ya Allah,  berikanlah barakah kepada kami pada tanah Haram kami, dan berikanlah  barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yaman kami&lt;/i&gt;”. Seorang laki-laki berkata : “Dan &lt;b&gt;‘Iraaq&lt;/b&gt;, wahai Rasulullah ?”. Beliau bersabda : &lt;i&gt;“(Tidak), dari sana akan muncul tanduk setan dan berkobar dan fitnah&lt;/i&gt;” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraaniy dalam &lt;i&gt;Al-Ausath&lt;/i&gt;, 4/245-246 no. 4098].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Sanadnya shahih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Selain  itu, Saalim bin ‘Abdillah bin ‘Umar pun pernah mengecam penduduk ‘Iraaq  karena fitnah yang mereka timbulkan dengan menyebut hadits kemunculan  tanduk setan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;حدثنا  عبدالله بن عمر بن أبان وواصل بن عبدالأعلى وأحمد بن عمر الوكيعي (واللفظ  لابن أبان). قالوا: حدثنا ابن فضيل عن أبيه. قال: سمعت سالم بن عبدالله بن  عمر يقول: يا أهل العراق! ما أسألكم عن الصغيرة وأركبكم للكبيرة! سمعت أبي،  عبدالله بن عمر يقول : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول "إن الفتنة  تجئ من ههنا" وأومأ بيده نحو المشرق "من حيث يطلع قرنا الشيطان" وأنتم  يضرب بعضكم رقاب بعض. وإنما قتل موسى الذي قتل، من آل فرعون، خطأ فقال الله  عز وجل له: {وقتلت نفسا فنجيناك من الغم وفتناك فتونا} [20/طه/40].&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Telah  menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin ‘Umar bin Abaan, Waashil bin  ‘Abdil-A’laa, dan Ahmad bin ‘Umar Al-Wakii’iy (dan lafadhnya adalah  lafadh Ibnu Abaan); mereka semua berkata : Telah menceritakan kepada  kami Ibnu Fudlail, dari ayahnya, ia berkata : Aku mendengar Saalim bin  ‘Abdillah bin ‘Umar berkata : “Wahai penduduk &lt;b&gt;‘Iraaq&lt;/b&gt;, aku tidak  bertanya tentang masalah kecil dan aku tidak mendorong kalian untuk  masalah besar. Aku pernah mendengar ayahku, Abdullah bin ‘Umar berkata :  Aku pernah mendengar Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu 'alaihi wa salam&lt;/i&gt; bersabda : &lt;i&gt;‘Sesungguhnya fitnah itu datang dari sini - ia menunjukkan tangannya ke arah timur - dari arah munculya dua tanduk setan&lt;/i&gt;’.  Kalian saling menebas leher satu sama lain. Muusaa hanya membunuh orang  yang ia bunuh yang berasal dari keluarga Fir'aun itu karena tidak  sengaja. Lalu Allah &lt;i&gt;'azza wa jalla&lt;/i&gt; berfirman padanya : &lt;i&gt;'Dan  kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu kami selamatkan kamu dari  kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan.&lt;/i&gt;" (Thaahaa: 40)” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2905 (50)].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Riwayat-riwayat di atas menunjukkan bahwa Najd yang dikatakan Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;sebagai tempat munculnya tanduk setan, berbagai bencana, dan fitnah adalah &lt;b&gt;‘Iraaq&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Telah berkata Al-Imaam Al-Khaththaabiy &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;نجد:  ناحية المشرق، ومن كان بالمدينة كان نجده بادية العراق ونواحيها، وهي مشرق  أهلها، وأصل النجد: ما ارتفع من الأرض، والغور: ما انخفض منها، وتهامة  كلها من الغور، ومنها مكة، والفتنة تبدو من المشرق، ومن ناحيتها يخرج يأجوج  ومأجوج والدجال، في أكثر ما يروى من الأخبار&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;“Najd adalah arah timur. Dan bagi Madinah, &lt;i&gt;najd&lt;/i&gt;-nya sahara/gurun &lt;b&gt;‘Iraaq&lt;/b&gt; dan sekelilingnya. Itulah arah timur bagi penduduk Madinah. Asal makna dari &lt;i&gt;najd&lt;/i&gt; adalah : setiap tanah yang tinggi; sedangkan &lt;i&gt;ghaur&lt;/i&gt; adalah setiap tanah yang rendah. Seluruh wilayah Tihaamah adalah &lt;i&gt;ghaur&lt;/i&gt;,  termasuk juga Makkah. Fitnah muncul dari arah timur; dan dari arah itu  pula akan keluar Ya’juuj, Ma’juuj, dan Dajjaal sebagaimana terdapat  dalam kebanyakan riwayat” [&lt;i&gt;I’laamus-Sunan&lt;/i&gt;, 2/1274].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Telah berkata Al-Haafidh Al-Kirmaaniy &lt;i&gt;rahimahullaah&lt;/i&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;ومن كان بالمدينة الطيبة -صلى الله على ساكنها- كان نجده بادية العراق ونواحيها، وهي مشرق أهلها&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;“Dan bagi Al-Madinah Ath-Thayyibah – semoga Allah melimpahkan barakah kepada penduduknya - , maka &lt;i&gt;najd&lt;/i&gt;-nya adalah sahara/gurun &lt;b&gt;‘Iraaq&lt;/b&gt; dan sekelilingnya. Ia adalah arah timur bagi penduduk Madinah” [&lt;i&gt;Syarh Shahiih Al-Bukhaariy&lt;/i&gt;, 24/168].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Bila kita lihat sejarah, kemunculan firqah Khawarij/Haruriyyah, Mu’tazilah, Jahmiyyah, Raafidlah, dan yang lainnya dari daerah &lt;b&gt;‘Iraaq&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Telah berkata Al-‘Allamah Mahmuud Syukriy Al-Aaluusiy Al-‘Iraaqiy &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;berkata :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;ولا  بدع فبلاد العراق معدن كل محنة وبلية، ولم يزل أهل الإسلام منها في رزية  بعد رزيّة، فأهل حروراء وما جرى منهم على الإسلام لا يخفى، وفتنة الجهمية  الذين أخرجهم كثير من السلف من الإسلام، إنما خرجت ونبغت بالعراق،  والمعتزلة وما قالوه للحسن البصري، وتواتر النقل به واشتهر من أصولهم  الخمسة، التي خالفوا بها أهل السنة، ومبتدعة الصوفية الذين يرون الفناء في  توحيد الربوبية غايةً يسقط بها الأمر والنهي، إنما نبغوا وظهروا بالبصرة،  ثم الرافضة والشيعة وما حصل فيهم من الغلو في أهل البيت، والقول الشنيع في  الإمام علي، وسائر الأئمة ومسبة أكابر أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم،  كل هذا معروف مستفيض&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;“Bukan perkara yang mengherankan bahwa negeri &lt;b&gt;‘Iraaq&lt;/b&gt;  sumber setiap fitnah dan bencana. Kaum muslimin di sana senantiasa  ditimpa musibah demi musibah. Orang-orang Haruuraa’ (Khawaarij) dan apa  yang mereka lakukan terhadap Islam tidaklah samar lagi (akan  kerusakannya). Begitu juga dengan fitnah Jahmiyyah yang telah dikafirkan  mayoritas ulama salaf, hanya keluar dan lahir dari bumi &lt;b&gt;‘Iraaq&lt;/b&gt;.  Mu’tazillah dan apa yang mereka katakan kepada Al-Hasan Al-Bashriy serta  lima pokok keyakinan mereka yang masyhur yang menyelisihi Ahlus-Sunnah,  dan ahlul-bid’ah dari kalangan Shufiyyah yang berpendapat akan adanya &lt;i&gt;fanaa’&lt;/i&gt; dalam tauhid &lt;i&gt;ar-rububiyyah&lt;/i&gt; yang bermaksud menggugurkan beban perintah dan larangan; juga muncul di Bashrah (&lt;b&gt;‘Iraaq&lt;/b&gt;). Lalu Raafidlah dan Syii’ah serta apa yang terdapat pada mereka dari sikap &lt;i&gt;ghulluw &lt;/i&gt;(berlebih-lebihan)  terhadap ahlul-bait, perkataan buruk mereka terhadap Al-Imaam ‘Aliy dan  seluruh imam-imam, serta caci-maki mereka terhadap para pembesar  shahabat Nabi &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;; maka semuanya ini &lt;i&gt;ma’ruuf&lt;/i&gt; lagi tersiar” [&lt;i&gt;Ghayaatul-Amaaniy&lt;/i&gt;, 2/180].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Oleh karena itu, keshahihan (kebenaran) dan kesharihan (kejelasan) penunjukan makna &lt;i&gt;Najd&lt;/i&gt;  terhadap negeri ‘Iraaq sebagai tempat kemunculan tanduk setan dan  berbagai macam fitnah lebih terang dari cahaya matahari di siang hari.  Akan tetapi, masih banyak kaum yang menafikkan berbagai dalil dan  keterangan hanya karena alasan rivalitas madzhab. &lt;i&gt;Nas-alullaaha as-salaamah wal-‘aafiyyah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Wallaahu ta’ala a’lam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;[abu al-jauzaa’ – setelah shalat shubuh sebelum berangkat ke kantor, 14 Ramadlaan 1431 H]. Silakan baca sambungannya di artikel&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/10/najd-bukan-iraq.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Najd Bukan 'Iraq&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;dan artikel : &lt;a href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/05/fitnah-masyriq-kemunculan-tanduk-setan.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Fitnah Masyriq - Kemunculan Tanduk Setan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="ftn1" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn1" style="mso-footnote-id: ftn1;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lafadh ‘&lt;i&gt;di samping pintu Hafshah&lt;/i&gt;’ menurut Asy-Syaikh Al-Albaaniy adalah &lt;i&gt;syaadz&lt;/i&gt; [&lt;i&gt;Silsilah Ash-Shahiihah&lt;/i&gt;, 5/653]. Dalam riwayat Ahmad (2/18) dengan lafadh :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;قام رسول الله صلى الله عليه وسلم عند باب عائشة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;“Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berdiri &lt;u&gt;di samping pintu ‘Aaisyah&lt;/u&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam lafadh Al-Bukhaariy (no. 3104) :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;قام النبي صلى الله عليه وسلم خطيباً، فأشار نحو مسكن عائشة، فقال: هنا الفتنة -ثلاثاً- من حيث يطلع قرن الشيطان&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;“Nabi &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berdiri berkhutbah, lalu berisyarat ke arah tempat tinggal ‘Aaisyah dan bersabda : &lt;i&gt;“Di sini lah fitnah&lt;/i&gt; – beliau katakan tiga kali – &lt;i&gt;dari arah munculnya tanduk setan&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn2" style="mso-footnote-id: ftn2;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Al-Hasan bin ‘Aliy bin Syabiib Abu ‘Aliy – dikatakan juga : Abul-Qaasim – Al-Ma’mariy Al-Baghdaadiy (w. 295 H); seorang &lt;i&gt;haafidh masyhuur&lt;/i&gt; yang mempunyai beberapa riwayat &lt;i&gt;ghariib&lt;/i&gt;. Ia kadang menyambungkan riwayat &lt;i&gt;mursal&lt;/i&gt; dan memarfu’kan riwayat &lt;i&gt;mauquf&lt;/i&gt;. Akan tetapi pada dasarnya, riwayatnya adalah shahih hingga jelas terbukti keterangan yang memalingkannya [lihat : &lt;i&gt;Irsyaadul-Qaadliy&lt;/i&gt;, hal. 264-267 no. 373].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn3" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn3" style="mso-footnote-id: ftn3;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ismaa’iil bin Mas’uud Al-Jahdariy Abu Mas’uud Al-Bashriy (w. 248 H); seorang yang &lt;i&gt;tsiqah &lt;/i&gt;[&lt;i&gt;Taqriibut-Tahdziib&lt;/i&gt;, hal. 144 no. 487].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn4" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn4" style="mso-footnote-id: ftn4;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin ‘Aun bin Arthabaan Al-Bashriy. Al-Bukhaariy berkata : “&lt;i&gt;Ma’ruuful-hadiits&lt;/i&gt;” [&lt;i&gt;At-Taariikh Al-Kabiir&lt;/i&gt;, 5/388 no. 1247].&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Abu Haatim berkata :&amp;nbsp; “&lt;i&gt;Shaalihul-hadiits&lt;/i&gt;” [&lt;i&gt;Al-Jarh wat-Ta’diil&lt;/i&gt;, 5/322 no. 1531].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn5" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn5" style="mso-footnote-id: ftn5;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Muhammad bin ‘Abdil-‘Aziiz bin Muhammad Al-‘Umariy Abu ‘Abdillah Ar-Ramliy; seorang yang &lt;i&gt;shaduuq &lt;/i&gt;sering ragu (&lt;i&gt;shaduuq yahimu&lt;/i&gt;). Dipakai Al-Bukhaariy dalam &lt;i&gt;Shahih&lt;/i&gt;-nya [&lt;i&gt;Taqriibut-Tahdziib&lt;/i&gt;, hal. 872 no. 6133].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn6" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn6" style="mso-footnote-id: ftn6;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dlamrah bin Rabii’ah Al-Filisthiiniy Abu ‘Abdillah Ar-Ramliy; seorang yang &lt;i&gt;tsiqah&lt;/i&gt;. Telah ditsiqahkan oleh Ahmad, Ibnu Ma’iin, An-Nasaa’iy, Ibnu Sa’d, Ibnu Hibbaan, dan ‘Ijliy. Abu Haatim berkata : “&lt;i&gt;Shaalih&lt;/i&gt;”.  Adan bin Abi Iyaas berkata : “Aku tidak pernah melihat orang yang lebih  berakal pada apa yang keluar dari kepalanya (pikiranya) daripada  Dlamrah”. As-Saajiy berkata : “&lt;i&gt;Shaduuq&lt;/i&gt;, namun sering ragu. Ia mempunyai riwayat-riwayat &lt;i&gt;munkar&lt;/i&gt;”. (w. 202 H) [lihat biografi selengkapnya dalam &lt;i&gt;Tahdziibut-Tahdziib&lt;/i&gt;, 4/460-461 no. 804].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn7" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn7" style="mso-footnote-id: ftn7;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ‘Abdullah bin Syaudzab Al-Khuraasaaniy Abu ‘Abdirrahmaan Al-Balkhiy; seorang yang &lt;i&gt;tsiqah&lt;/i&gt;, telah ditsiqahkan oleh jumhur ulama. Ibnu Hazm menyendiri dengan mengatakan : “&lt;i&gt;Majhuul&lt;/i&gt;” (86-144 H) [&lt;i&gt;idem&lt;/i&gt;, 5/255-256 no. 447].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn8" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn8" style="mso-footnote-id: ftn8;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Taubah Al-‘Anbariy Al-Bashriy Abul-Muwarri’; seorang yang &lt;i&gt;tsiqah&lt;/i&gt;. Dipakai Al-Bukhaariy dan Muslim dalam &lt;i&gt;Shahih&lt;/i&gt;-nya [&lt;i&gt;Taqriibut-Tahdziib&lt;/i&gt;, hal. 183 no. 816].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn9" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn9" style="mso-footnote-id: ftn9;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saalim bin ‘Abdillah bin ‘Umar bin Al-Khaththaab; seorang yang &lt;i&gt;tsabat, ‘aabid&lt;/i&gt;, lagi mempunyai keutamaan (w. 106 H). Dipakai Al-Bukhaariy dan Muslim dalam &lt;i&gt;Shahih&lt;/i&gt;-nya [&lt;i&gt;idem&lt;/i&gt;, hal. 360 no. 2189].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn10" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn10" style="mso-footnote-id: ftn10;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sa’iid bin Asad bin Muusaa Al-Mishriy; seorang yang &lt;i&gt;tsiqah&lt;/i&gt;.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Telah  ditsiqahkan oleh Ibnu Hibbaan (8/271), dan meriwayatkan darinya Abu  Zur’ah dan Ya’quub bin Sufyaan Al-Fasawiy. Periwayatan Abu Zur’ah  darinya dianggap sebagai satu pentsiqahan, sebab tidaklah ia  meriwayatkan kecuali dari perawi &lt;i&gt;tsiqah&lt;/i&gt; – sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar saat menjelaskan Daawud Daawud bin Hammaad Al-Balkhiy [&lt;i&gt;Al-Lisaan&lt;/i&gt;, 3/396 no. 3019].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn11" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn11" style="mso-footnote-id: ftn11;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemungkinan ada &lt;i&gt;tashhif &lt;/i&gt;dalam &lt;i&gt;Al-Hilyah&lt;/i&gt;, karena yang termasuk murid Dlamrah adalah Al-Hasan bin Waaqi’ bin Al-Qaasim Abu ‘Aliy Ar-Ramliy; seorang yang &lt;i&gt;tsiqah&lt;/i&gt; (w. 220 H) [&lt;i&gt;Taqriibut-Tahdziib&lt;/i&gt;, hal. 243 no. 1299].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn12" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn12" style="mso-footnote-id: ftn12;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ‘Iisaa bin Muhammad bin Ishaaq Abu ‘Umair An-Nuhaas Ar-Ramliy; seorang yang &lt;i&gt;tsiqah &lt;/i&gt;(w. 276 H) [&lt;i&gt;idem&lt;/i&gt;, hal. 770 no. 5356].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn13" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn13" style="mso-footnote-id: ftn13;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ‘Aliy bin Sa’iid bin Basyiir bin Mihraan Abul-Hasan Ar-Raaziy; seorang yang &lt;i&gt;tsiqah&lt;/i&gt;, kadang ragu, dan diperbincangkan para ulama atas sirahnya (w. 299 H) [&lt;i&gt;Irsyaadul-Qaadliy&lt;/i&gt;, hal. 430-431 no. 679].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn14" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn14" style="mso-footnote-id: ftn14;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hammaad bin Ismaa’iil bin ‘Ulayyah Al-Asadiy Al-Bashriy Al-Baghdadiy; seorang yang &lt;i&gt;tsiqah&lt;/i&gt; (w. 244 H). Dipakai Muslim dalam &lt;i&gt;Shahih&lt;/i&gt;-nya [&lt;i&gt;Taqriibut-Tahdziib&lt;/i&gt;, hal. 267 no. 1496].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn15" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 27.0pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -27.0pt;"&gt;&lt;a href="" name="_ftn15" style="mso-footnote-id: ftn15;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ismaa’il bin Ibraahiim bin Miqsam Al-Asadiy Al-Bashriy, yang terkenal dengan nama Ibnu ‘Ulayyah; seorang yang &lt;i&gt;tsiqah &lt;/i&gt;lagi &lt;i&gt;haafidh&lt;/i&gt; (w. 193 H). Dipakai Al-Bukhaariy dan Muslim dalam &lt;i&gt;Shahih&lt;/i&gt;-nya [&lt;i&gt;idem&lt;/i&gt;, hal. 136 no. 420].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="" name="_ftn16" style="mso-footnote-id: ftn16;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ziyaad bin Bayaan Ar-Raqiy; seorang yang &lt;i&gt;shaduuq&lt;/i&gt; lagi &lt;i&gt;‘aabid &lt;/i&gt;[&lt;i&gt;idem&lt;/i&gt;, hal. 343 no. 2068].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/08/tanduk-setan.html"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-3536182448251354520?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/3536182448251354520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/09/tanduk-setan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/3536182448251354520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/3536182448251354520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/09/tanduk-setan.html' title='Tanduk Setan !!'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-1093723013852559625</id><published>2011-09-14T02:22:00.000-07:00</published><updated>2011-09-14T02:22:43.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KISAH TENTANG “IPAR ITU MAUT”</title><content type='html'>Khalid duduk di ruang kerjanya dengan pikiran yang diliputi kesedihan  dan kegalauan. Shaleh, kawannya, memperhatikan kegalauan dan kesedihan  itu di wajahnya. Ia berdiri dari mejanya dan mendekati Khalid, lalu  berkata padanya:&lt;br /&gt;“Khalid, kita ini berteman layaknya bersaudara  sejak sebelum kita sama-sama bekerja. Aku perhatikan sejak seminggu ini  selalu termenung, tidak konsentrasi. Engkau kelihatan begitu galau dan  bersedih…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid terdiam sejenak. Kemudian ia berkata:&lt;br /&gt;“Terima  kasih atas kepedulianmu, Shaleh...Aku merasa memang membutuhkan  seseorang yang dapat mendengarkan masalah dan kegelisahanku, barangkali  itu bisa membantuku untuk mencari jalan keluarnya…”&lt;br /&gt;Khalid memperbaiki duduknya, lalu menuangkan segelas teh kepada kawannya, Shaleh. Kemudian ia berkata lagi:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Masalahnya,  wahai Shaleh, seperti yang engkau tahu aku sejak menikah 8 bulan lalu,  aku dan istriku tinggal sendiri di sebuah rumah. Namun masalahnya adikku  yang paling kecil, Hamd, yang berusia 20 tahun baru saja menyelesaikan  SMA-nya dan diterima di salah satu universitas di sini. Dia akan datang  satu atau dua minggu lagi untuk memulai kuliahnya. Ayah dan ibuku  memintaku bahkan mendesakku agar Hamd dapat tinggal bersamaku di rumahku  daripada ia harus tinggal di asrama mahasiswa bersama teman-temannya.  Mereka takut nanti dia terseret mengikuti kawan-kawannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku  menolak hal itu, karena kamu tahu kan bagaimana seorang pemuda yang  sedang puber seperti itu. Keberadaannya di rumahku akan menjadi bahaya  besar. Kita semua sudah melewati masa remaja seperti itu. Kita tahu  betul bagaimana kondisinya. Apalagi aku terkadang keluar dari rumah,  sementara ia akan tetap berada di kamarnya. Mungkin juga aku pergi untuk  beberapa hari untuk urusan pekerjaan…dan banyak lagi…&lt;br /&gt;Aku harus  pula sampaikan padamu bahwa aku sudah menanyakan kepada salah seorang  Syekh terkait masalah ini, dan beliau mengingatkanku untuk tidak  mengizinkan siapapun, meski itu saudaraku sendiri untuk tinggal  bersamaku dan bersama istriku di rumah. Beliau mengingatkanku tentang  sabda Nabi &lt;em&gt;Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ipar itu adalah maut.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya  bahwa hal paling berbahaya bagi seorang istri adalah kerabat-kerabat  dekat sang suami, seperti saudara dan pamannya, karena mereka biasanya  dengan mudah masuk ke dalam rumah. Dan tidak ada yang meragukan bahwa  fitnah yang sangat besar dan berbahaya dapat terjadi di sini.&lt;br /&gt;Lagi  pula, engkau pasti tahu, wahai Shaleh, kita seringkali ingin berdua  saja dengan istri di rumah agar kita bisa beristirahat bersamanya dengan  selapang-lapangnya. Dan ini sudah pasti tidak bisa terwujud jika  adikku, Hamd, tinggal bersama kami di rumah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid terdiam sejenak. Ia meneguk teh yang ada di depannya. Kemudian ia melanjutkan kembali ucapannya:&lt;br /&gt;“Aku  sudah menjelaskan semuanya kepada ayah dan ibuku. Bahkan aku bersumpah  bahwa yang aku inginkan adalah kebaikan untuk adikku, Hamd. Namun mereka  justru marah kepadaku, mereka menyerangku di depan semua keluarga,  menganggapku sudah durhaka, bahkan menyebutku berprasangka buruk kepada  adikku, padahal ia menganggap istriku seperti kakaknya sendiri. Mereka  mengira aku dengki pada adikku karena aku tidak menghendaki ia  melanjutkan pendidikan tingginya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Yang lebih berat dari  itu semua, wahai Shaleh, adalah karena ayahku telah mengancamku dengan  mengatakan bahwa ini akan menjadi citra buruk dan aib besar di tengah  keluarga, karena bagaimana adikku bisa tinggal bersama orang lain  sementara rumahku ada. Ayahku mengatakan: ‘Demi Allah, jika Hamd tidak  tinggal bersamamu, aku dan ibumu akan marah padamu hingga kami mati.  Kami tidak pernah mengenalmu sejak hari ini, dan kami akan berlepas diri  darimu di dunia sebelum di akhirat…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid menundukkan kepalanya sejenak, lalu kembali berujar:&lt;br /&gt;“Sekarang  aku sungguh bingung tidak tahu berbuat apa. Dari satu sisi, aku ingin  menyenangkan hati ayah dan ibuku, tapi di sisi lain aku tidak ingin  mengorbankan kebahagiaan keluargaku. Nah, sekarang bagaimana  pandanganmu, wahai Shaleh, terhadap masalah yang sangat berat ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaleh memperbaiki duduknya. Ia kemudian mengatakan:&lt;br /&gt;“Tentu  engkau ingin mendengarkan pendapatku sejelas-jelasnya dalam masalah  ini, bukan? Karenanya izinkan aku untuk mengatakan kepadamu, wahai  Khalid, bahwa engkau benar-benar seorang peragu dan bimbang. Sebab jika  tidak begitu, untuk apa semua persoalan dan masalah ini terjadi bersama  kedua orang tuamu? Bukankah engkau tahu bahwa ridha Allah itu bergantung  pada ridha kedua orang tua, begitu pula kemurkaan-Nya bergantung pada  kemurkaan mereka berdua? Lagi pula jika adikmu tinggal serumah denganmu,  ia akan membantumu menyelesaikan urusan rumah. Dan ketika engkau tidak  ada di rumah untuk suatu urusan, ia akan menjaga rumahmu selama engkau  pergi.&lt;br /&gt;Shaleh sengaja diam sebentar. Ia ingin melihat bagaimana  reaksi Shaleh terhadap apa yang diucapkannya. Kemudian ia melanjutkan  dengan mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lagi pula aku ingin bertanya padamu:  mengapa engkau berburuk sangka pada adikmu sendiri? Apa kamu lupa Allah  melarang kita berburuk sangka kepada orang lain? Coba katakan padaku:  bukankah engkau percaya dengan istrimu? Bukankah engkau percaya kepada  adikmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid segera memotongnya:&lt;br /&gt;“Aku percaya kepada istriku dan juga adikku, tapi…”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Kita  kembali lagi menjadi ragu dan percaya pada praduga-praduga…,” potong  Shaleh. “Percayalah, wahai Khalid, adikmu Hamd akan menjadi penjaga yang  amanah untuk rumahmu, baik ketika engkau ada ataupun tidak. Ia tidak  mungkin akan mengganggu istri kakaknya karena ia sudah menganggapnya  seperti kakaknya. Dan coba tanyakan pada dirimu sendiri, wahai Khalid,  jika adikmu Hamd kelak menikah, apakah engkau sempat berpikir untuk  mengganggu istrinya? Aku yakin jawabnya tidak, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu  kenapa engkau harus kehilangan ayahmu, ibumu dan saudaramu? Keluargamu  akan berpecah hanya karena praduga-praduga seperti itu? Gunakanlah akal  sehatmu. Buatlah ayah dan ibumu ridha agar Allah juga ridha pada-Mu. Dan  jika engkau setuju, biarlah adikmu Hamd, tinggal di bagian depan dari  rumahmu, kemudian kuncilah pintu pemisah antara bagian depan rumahmu  dengan ruangan-ruangan lain.”&lt;br /&gt;Khalid akhirnya bisa menerima  penjelasan kawannya, Shaleh. Di hadapannya, ia tidak punya pilihan  selain menerima adiknya, Hamd untuk tinggal bersamanya di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  hari kemudian, Hamd pun tiba. Khalid menjemputnya di bandara. Mereka  kemudian meluncur menuju rumah Khalid di mana Hamd akan menempati bagian  depannya. Dan seperti itulah yang terjadi selanjutnya…&lt;br /&gt;Hari demi  hari terus berganti. Ia bergulit mengikuti ketentuan yang telah  ditetapkan oleh Allah. Dan kini kita telah berada di empat tahun setelah  perisitiwa itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Khalid telah genap berusia 30 tahun.  Ia telah menjadi ayah bagi tiga orang anak. Sementara Hamd kini telah  memasuki tahun terakhir perkuliahannya. Ia sudah hampir menyelesaikan  kuliahnya di universitas. Kakaknya, Khalid telah berjanji untuk  mengupayakan pekerjaan yang layak untuk adiknya di universitas itu, dan  membolehkannya tetap tinggal di rumah itu hingga ia menikah dan pindah  dengan istrinya ke rumah tersendiri.&lt;br /&gt;Pada suatu malam, ketika  Khalid baru saja pulang ke rumahnya dengan mengendarai mobilnya…Ia  melintas di jalan yang bertepian dengan rumahnya. Tiba-tiba dari jauh ia  melihat seperti dua sosok hitam di pinggir jalan. Ketika ia mendekat,  ternyata seorang ibu tua dengan seorang gadis yang terbaring di tanah  menangis kesakitan. Sementara sang ibu tua it uterus berteriak meminta  tolong:&lt;br /&gt;“Tolong!! Toloooong kami!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid sungguh  heran dengan pemandangan itu. Rasa ingin tahunya mendorongnya untuk  mendekat lebih dekat lagi dan bertanya mengapa mereka berdiri di pinggir  jalan seperti itu.&lt;br /&gt;Ibu tua itupun menceritakan padanya bahwa  mereka bukanlah penduduk kota itu. Mereka baru sepekan saja berada di  situ. Mereka tidak mengenal siapapun di sini, dan bahwa gadis itu adalah  anaknya, suaminya sedang pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Dan  sekarang si anak itu mengalami sakit melahirkan sebelum waktunya.  Anaknya hampir mati karena rasa sakit yang luar biasa itu, sementara  mereka tidak menemukan seorang pun yang dapat mengantar mereka ke rumah  sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tua itu meminta tolong dan memohon-mohon  padanya sembari mengucurkan air mata: “Tolonglah, aku akan mencium kedua  kakimu….bantulah aku dan anakku ke rumah sakita terdekat! Semoga Allah  menjagamu, istrimu dan anak-anakmu dari semua musibah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air  mata ibu tua dan erangan kesakitan gadis itu membuatnya terenyuh. Ia  benar-benar merasa kasihan. Dan karena dorongan untuk membantu orang  kesulitan, ia pun setuju untuk membawa mereka ke rumah sakit terdekat.  Ia segera menaikkan mereka ke mobilnya, dan secepatnya meluncur ke rumah  sakit terdekat. Sepanjang perjalanan, ibu tua itu tidak putus-putusnya  mendoakan kebaikan dan keberkahan untuk Khalid dan keluarganya.&lt;br /&gt;Tidak  lama kemudian, mereka pun sampai ke rumah sakit. Setelah menyelesaikan  urusan administrasinya, gadis itu kemudian dimasukkan ke dalam ruang  operasi untuk menjalani operasi cesar, karena ia tidak mungkin  melahirkan secara normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ingin berbuat baik,  Khalid merasa kurang enak jika segera pergi dan meninggalkan ibu tua itu  bersama putrinya di sana sebelum ia merasa yakin betul akan  keberhasilan operasi itu dan bayi yang dikandungnya keluar dengan  selamat. Ia pun menyampaikan kepada ibu tua itu bahwa ia akan  menunggunya di ruang tunggu pria. Ia meminta pada ibu itu untuk  mengabarinya jika operasi itu selesai dan proses melahirkan itu berhasil  dengan selamat. Khalid kemudian menghubungi istrinya dan menyampaikan  bahwa ia akan sedikit terlambat pulang ke rumah. Ia menenangkan istri  bahwa ia baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid pun duduk di ruang  menunggu khusus pria. Ia menyandarkan punggungnya ke tembok, dan  kelihatannya ia sangat mengantuk. Ia pun tertidur tanpa ia sadari.  Khalid tidak pernah tahu berapa lama waktu berjalan selama ia tertidur.  Namun yang ia ingat betul adalah pemandangan yang tidak akan pernah ia  lupakan untuk selamanya…Ketika ia tiba-tiba terbangun oleh suara dokter  jaga dan dua petugas keamanan yang mendekatinya, sementara si ibu tua  tadi berteriak-teriak sambil menunjuk ke arahnya: “Itu dia! Itu dia!!”&lt;br /&gt;Khalid  sangat terkejut dengan kejadian itu. Ia berdiri dari tempat duduknya  dan segera mendatangi ibu tua itu, lalu berkata: “Apakah proses  kelahirannya berhasil, Bu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebelum ibu tua itu mengucapkan sesuatu, seorang petuga keamanan mendekatinya dan bertanya: “Anda Khalid?”&lt;br /&gt;“Iya, benar,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Kami ingin Anda datang sekarang juga ke ruang kepala keamanan!” ujar petugas itu.&lt;br /&gt;Semuanya  akhirnya masuk ke ruang kepala keamanan dan mengunci pintunya. Ketika  itulah, ibu tua itu kembali berteriak dan memukul-mukul badannya  sendiri. Ia mengatakan: “Inilah penjahat keji itu!! Aku harap kalian  tidak melepaskan dan membiarkannya pergi! Duhai malangnya nasibmu, wahai  putriku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid hanya bisa terkejut penuh kebingungan,  tidak memahami apa yang sedang terjadi di sekitarnya. Ia tidak sadar  dari kebingungannya kecuali setelah polisi itu mengatakan:&lt;br /&gt;“Ibu  tua ini mengaku bahwa engkau telah berzina dengan putrinya. Engkau telah  memperkosanya hingga hamil. Lalu ketika ia mengancammu untuk melaporkan  ini pada polisi, engkau berjanji akan menikahinya. Namun setelah  melahirkan, kalian akan meletakkan anak bayi itu di pintu salah satu  mesjid agar ada orang baik yang mau mengambilnya untuk membawanya ke  panti sosial!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid benar-benar terkejut mendengarkan  ucapan itu. Dunia menjadi gelap di matanya. Ia tidak lagi bisa melihat  apa yang ada di depannya. Kalimat-kalimatnya tertahan di  kerongkongannya. Hingga tiba-tiba saja ia terjatuh, tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak  lama kemudian, Khalid tersadar dari pingsannya. Ia melihat dua orang  petugas keamanan bersama di dalam ruangan itu. Seorang polisi khusus  yang ada di situ segera mengajukan pertanyaan untuknya:&lt;br /&gt;“Khalid,  coba sampaikan yang sebenarnya. Karena kalau kami melihat sosokmu,  nampaknya engkau adalah seorang yang terhormat. Penampilanmu menunjukkan  bahwa engkau bukanlah pelaku yang melakukan kejahatan seperti ini.”&lt;br /&gt;Dengan hati yang sangat hancur, Khalid mengatakan:&lt;br /&gt;“Tuan-tuan,  apakah seperti balasan untuk sebuah kebaikan? Apakah seperti ini  kebaikan itu dibalas? Aku adalah seorang pria terhormat dan baik-baik.  Aku sudah menikah dan punya tiga orang anak: Sami, Su’ud dan Hanadi. Dan  aku tinggal di lingkungan baik-baik…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid tidak bisa  menguasai dirinya. Air matanya mengalir deras dari kedua pelupuk  matanya. Kemudian ketika ia mulai tenang, ia pun menceritakan kisahnya  dengan ibu tua dan putrinya itu secara lengkap.&lt;br /&gt;Dan ketika Khalid selesai menyampaikan informasinya, polisi itu berkata padanya:&lt;br /&gt;“Tenanglah!  Aku percaya bahwa engkau tidak bersalah. Tapi persoalannya adalah  semuanya harus berjalan sesuai prosedur. Harus ada bukti yang  menunjukkan ketidakbersalahanmu dalam masalah ini. Perkaranya sangat  mudah dalam kasus ini. Kami hanya akan melakukan beberapa pemeriksaan  laboratorium medis khusus yang akan menyingkap hakikat sebenarnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hakikat apa?” potong Khalid. “Hakikat bahwa aku tidak bersalah dan seorang yang terhormat? Apakah kalian tidak mempercayaiku?”&lt;br /&gt;Keesokan  paginya, selesailah pengambilan sampel sperma milik Khalid untuk  kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa dan diteliti. Khalid  duduk bersama polisi khusus di sebuah ruangan lain. Ia tak  putus-putusnya berdoa dan meminta kepada Allah agar menunjukkan apa yang  sebenarnya telah terjadi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih dua jam kemudian,  datanglah hasil pemeriksaan tersebut. Hasilnya sungguh mengejutkan.  Pemeriksaan itu menunjukkan bahwa Khalid sama sekali tidak bersalah  dalam masalah ini. Itu sepenuhnya adalah tuduhan dusta. Khalid tak kuasa  menahan rasa gembiranya. Ia bersujud kepada Allah sebagai ungkapan rasa  syukurnya karena Ia telah menunjukkan ketidakbersalahannya dalam kasus  itu. Petugas polisi itupun meminta maaf atas gangguan yang mereka  munculkan. Kemudian si ibu tua dan putrinya itupun ditangkap dan dibawa  ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.&lt;br /&gt;Sebelum  meninggalkan rumah sakit, Khalid berusaha untuk berpamitan kepada dokter  spesialis yang telah melakukan pemeriksaan tersebut, karena telah  menjadi sebab kebebasannya dari tuduhan keji itu. Ia pun pergi menemui  sang dokter di ruangannya untuk berpamitan dan berterima kasih. Namun  dokter itu justru memberikan kabar kejutan padanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Anda berkenan, saya ingin berbicara dengan Anda secara khusus beberapa menit…”&lt;br /&gt;Dokter itu nampak agak gugup, lalu seperti berusaha mengumpulkan keberaniannya ia berkata:&lt;br /&gt;“Khalid,  sebenarnya dari hasil pemeriksaan yang telah saya lakukan, saya  khawatir Anda mengidap sebuah penyakit! Tapi saya belum bisa  memastikannya. Karena itu saya harap Anda berkenan untuk melakukan  beberapa pemeriksaan lagi untuk istri dan anak-anak Anda agar saya bisa  memastikannya dengan yakin…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan dan raut wajah penuh keterkejutan dan kekhawatiran, Khalid pun berkata:&lt;br /&gt;“Dokter,  tolong kabarkan pada apa yang sedang kuderita…aku rela menerima semua  takdir Allah bagiku. Yang paling penting bagiku adalah anak-anakku yang  masih kecil. Aku siap mengorbankan apa saja untuk mereka…”&lt;br /&gt;Lalu ia menangis tersedu-sedu. Dokter berusaha untuk menenangkannya dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya  saya tidak bisa mengabari Anda sekarang sampai saya benar-benar yakin  dengan hal itu. Boleh jadi keraguanku tidak pada tempatnya. Tapi  segeralah bawa ketiga anakmu ke sini untuk pemeriksaan.”&lt;br /&gt;Beberapa  jam kemudian, Khalid pun membawa istri dan anak-anaknya ke rumah sakit  itu. Selanjutnya mereka diperiksa dan diambil sampel-sampelnya yang  dibutuhkan untuk pemeriksaan laboratorium. Setelah itu, ia membawa  mereka pulang lalu ia kembali lagi ke rumah sakit untuk menemui dokter  itu lagi. Ketika mereka berdua sedang mengobrol, tiba-tiba telefon  genggam Khalid berbunyi. Ia mengangkatnya dan berbicara kepada orang  yang menelponnya beberapa menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah selesai,  ia kembali melanjutkan pembicaraannya dengan dokter yang mendahuluinya  dengan pertanyaan: “Siapa orang yang padanya kau sampaikan untuk tidak  membongkar pintu apartemen itu?”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Ia adikku, Hamd. Ia tinggal  bersama kami dalam satu apartemen. Ia telah menghilangkan kuncinya dan  memintaku untuk segera pulang agar dapat membuka kunci pintu yang  tertutup itu,” jawab Khalid.&lt;br /&gt;“Sejak kapan ia tinggal bersama kalian?” tanya dokter heran.&lt;br /&gt;“Sejak empat tahun yang lalu,” jawab Khalid. “Saat ini, ia sedang menyelesaikan tahun terakhirnya di universitas.”&lt;br /&gt;“Bisakah  engkau menghadirkannya pula besok untuk juga diperiksa? Kami ingin  memastikan apakah penyakit ini keturunan atau bukan?” tanya dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan senang hati, besok kami akan hadir ke sini bersama,” jawab Khalid.&lt;br /&gt;Pada  waktu yang telah ditentukan, Khalid dan Hamd, adiknya, hadir di rumah  sakit. Dan akhirnya selesai pula pemeriksaan laboratorium terhadap sang  adik. Dokter kemudian meminta Khalid untuk menemuinya satu pekan dari  sekarang untuk mengetahui hasil akhirnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang pekan  itu, Khalid hidup dalam kegalauan dan kegelisahan. Pada waktu yang  dijanjikan, Khalid pun datang pada minggu berikutnya. Dokter  menyambutnya dengan hangat. Ia juga memesankan segelas lemon untuknya  agar ia lebih tenang. Dokter mengawali penjelasannya dengan mengingatkan  Khalid betapa pentingnya bersabar menghadapi musibah, dan memang  demikianlah dunia itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid memotong pembicaraan dokter itu dengan mengatakan:&lt;br /&gt;“Tolong,  Dokter, Anda jangan membakar tubuhku lebih lama lagi. Aku sudah siap  untuk menanggung penyakit apapun yang menimpaku. Ini telah menjadi  takdir Allah untukku. Apa yang sebenarnya telah terjadi, Dokter?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter itu menganggukkan kepalanya lau berkata:&lt;br /&gt;“Seringkali,  hakikat yang sebenarnya itu begitu menyakitkan, keras dan pahit! Tapi  harus diketahui dan dihadapi! Sebab lari dari masalah tidak akan  menyelesaikannya dan tidak akan mengubah keadaan.&lt;br /&gt;Dokter itu terdiam sebentar. Lalu ia pun menyampaikan yang sebenarnya:&lt;br /&gt;“Khalid,  mohon maaf, sebenarnya Anda itu mandul dan tidak bisa punya anak…,  Ketiga anak itu bukan anak Anda. Mereka adalah anak adik Anda, Hamd.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid  tidak mampu mendengarkan kenyataan pahit itu. Ia berteriak histeris  hingga teriakannya memenuhi penjuru rumah sakit. Lalu ia jatuh tak  sadarkan diri.&lt;br /&gt;Dua minggu kemudian, barulah ia sadar dari  ketidaksadarannya yang panjang. Namun ketika ia sadar, ia telah  menemukan hidupnya hancur berkeping-keping.&lt;br /&gt;Khalid mengalami  stroke di setengah bagian tubuhnya. Kewarasannya hilang akibat berita  yang menyakitkan itu. Ia akhirnya dipindahkan ke rumah sakit jiwa untuk  melewati hari-harinya yang tersisa.&lt;br /&gt;Adapun istrinya, maka ia telah  diserahkan kepada Mahkamah Syariat untuk membenarkan pengakuannya lalu  dihukum dengan hukum rajam hingga mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan adiknya, Hamd, ia sekarang berada di dalam penjara menunggu keputusan hukum yang sesuai dengan kejahatannya.&lt;br /&gt;Sedangkan  ketiga anak itu, mereka dipindahkan ke panti sosial untuk akhirnya  hidup bersama anak-anak yatim dan mereka yang dipungut dari jalanan.  Begitulah, sunnatullah berlaku: &lt;em&gt;“Ipar itu adalah maut.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;‘Dan engkau tak akan menemukan perubahan pada ketentuan Allah.”&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Chicken Shoup for muslim&amp;nbsp; penerbit sukses publishing Halaman 105-122&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-1093723013852559625?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/1093723013852559625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/09/kisah-tentang-ipar-itu-maut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1093723013852559625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1093723013852559625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/09/kisah-tentang-ipar-itu-maut.html' title='KISAH TENTANG “IPAR ITU MAUT”'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-4325394257037773506</id><published>2011-08-27T18:42:00.000-07:00</published><updated>2011-09-05T19:04:09.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sikap Syar’i Seorang Muslim terhadap Pemerintahnya</title><content type='html'>Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pemimpin sangat penting dalam  sebuah negara atau pemerintahan. Tidak bisa dibayangkan betapa besarnya  mafsadah (kerusakan) yang akan muncul ketika sebuah negara tanpa seorang  pemimpin. Karena tabiat dasar manusia adalah suka berbuat zhalim, dan  di lain sisi suka menuntut keadilan. Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya manusia pasti selalu berbuat zhalim dan pengingkaran.” &lt;/i&gt;(&lt;b&gt;Ibrahim: 34&lt;/b&gt;)&lt;span id="more-603"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan terjadi seandainya manusia hidup di muka bumi tanpa  seorang pemimpin yang mengatur berbagai urusan mereka? Sungguh keadaan  mereka tak beda dengan binatang liar di tengah hutan belantara atau  ikan-ikan di lautan. Hukum rimba pun akan menjadi simbol kehidupan  mereka; yang kuat akan memangsa dan menindas yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ahmad &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata: “Akan terjadi fitnah  (kerusakan) jika tidak ada seorang pemimpin yang mengatur urusan  manusia.” (Diriwayatkan oleh Al-Khallal dalam kitab as-Sunnah 1/81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah keadaan masyarakat jahiliah sebelum diutusnya Nabi kita Muhammad &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/i&gt;.  Gambaran masyarakat yang amburadul. Tidak ada pemimpin yang ditaati  serta tidak ada rasa kepercayaan kepada pemimpin dari tiap individu  masyarakat. Maka wajar bila yang nampak adalah tindakan kriminalitas di  samping kesyirikan tentunya. Pembunuhan dan penyanderaan terjadi di  mana-mana. Peperangan besar pun seringkali terjadi karena sesuatu yang  remeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kewajiban Taat Kepada Pemerintah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara prinsip penting yang harus diyakini oleh setiap muslim  adalah kewajiban taat kepada pemerintah dalam hal yang bukan  kemaksiatan. Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan Ulil Amri di antara kalian.”&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;An-Nisa’: 59&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam an-Nawawi &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata: “Ulil Amri yang dimaksud adalah orang-orang yang Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;  wajibkan untuk ditaati dari kalangan para penguasa dan pemimpin umat,  inilah pendapat mayoritas ulama terdahulu dan sekarang dari kalangan  ahli tafsir, fiqih, dan selainnya.”(&lt;i&gt;Syarh Shahih Muslim 12/222&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Bukhari &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata: “Aku telah bertemu  dengan 1000 orang lebih dari ulama Hijaz (Makkah dan Madinah), Kufah,  Bashrah, Wasith, Baghdad, Syam dan Mesir….. Lantas beliau berkata: Aku  tidak melihat adanya perbedaan diantara mereka tentang perkara-perkara  berikut ini: -beliau sebutkan sekian perkara diantaranya kewajiban  menaati penguasa.” (&lt;i&gt;Syarh Ushulil I’tiqad Lalikai, 1/194-197&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa menaatiku berarti telah menaati Allah, barangsiapa  menentangku berarti telah menentang Allah, barangsiapa menaati pemimpin  (umat)ku berarti&amp;nbsp; telah menaatiku, dan barangsiapa menentang pemimpin  (umat)ku berarti telah menentangku.”&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;HR. Al-Bukhari dan Muslim&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata: “Pada  hadits ini terdapat keterangan tentang kewajiban menaati para penguasa  dalam perkara yang bukan kemaksiatan. Adapun hikmahnya adalah untuk  menjaga persatuan dan kebersamaan (umat Islam), karena pada perpecahan  terdapat kerusakan.” (&lt;i&gt;Fathul Bari 13/120&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Wajib bagi seorang muslim mendengar dan taat (kepada penguasa)  dalam hal yang disukai atau tak disukai kecuali jika diperintahkan untuk  bermaksiat maka tidak boleh mendengar dan taat.”&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;HR. Al-Bukhari&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menaati penguasa dalam hal kemaksiatan bukan berarti boleh  memberontak kepadanya atau tidak menaati seluruh perintahnya (meskipun  dalam ketaatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimanakah Menyikapi Pemerintah yang Zhalim?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang telah diangkat sebagai pemimpin umat dan sah sebagai  pemegang tampuk kekuasaan, maka wajib bagi seorang muslim selaku rakyat  untuk menunaikan hak-hak pemimpin tersebut, walaupun ia sebagai seorang  yang zhalim. Diantara hak yang harus ditunaikan itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Taat kepadanya dalam hal yang bukan kemaksiatan&lt;br /&gt;Salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/i&gt;:  “Wahai Rasulullah! Kami tidak bertanya kepadamu tentang ketaatan  (kepada penguasa) yang bertaqwa, akan tetapi yang kami&amp;nbsp; tanyakan adalah  ketaatan terhadap penguasa yang berbuat demikian dan demikian (ia  sebutkan kejelekan-kejelekannya). Maka Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; bersabda: &lt;i&gt;“Bertaqwalah kalian kepada Allah, dengarlah dan taatilah (penguasa tersebut).”&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;HR. Ibnu Abi ‘Ashim&lt;/b&gt; dalam &lt;i&gt;Kitab As-Sunnah&lt;/i&gt; 2/494)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sabar atas Kezhalimannya&lt;br /&gt;Sabar terhadap kezhaliman penguasa merupakan prinsip dasar Islam yang dibimbingkan oleh &lt;i&gt;Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; dan diterapkan oleh salafus shalih (pendahulu terbaik umat ini).&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa melihat suatu hal yang tidak disenangi pada  penguasanya, maka bersabarlah karena barangsiapa yang memisahkan diri  dari jama’ah (kaum muslimin) sejengkal kemudian mati maka ia mati  jahiliah.” &lt;/i&gt;(&lt;b&gt;HR. Al-Bukhari dan Muslim&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ibnu Abil ‘Iz Al-Hanafi &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata:  “Adapun kewajiban menaati mereka (penguasa) tetaplah berlaku walaupun  mereka berbuat jahat, karena tidak menaati mereka dalam hal yang ma’ruf  akIIan mengakibatkan kerusakan yang jauh lebih besar dari apa yang ada  selama ini, dan di dalam kesabaran terhadap kejahatan mereka itu  terdapat ampunan dari dosa-dosa serta (mendatangkan) pahala yang  berlipat.” (&lt;i&gt;Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, hlm. 368&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suwaid bin Gafalah &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata: “Telah berkata kepadaku Umar bin Khattab &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;:  “Wahai Abu Umayyah, mungkin aku tidak bertemu engkau setelah tahun ini,  maka jika engkau dipimpin oleh seorang budak dari Habasyah (Ethiopia)  yang cacat hendaknya engkau dengar dan taat padanya, walau ia memukulmu  (secara zhalim) tetaplah sabar dan jika ia menginginkan sesuatu yang  akan mengurangi agamamu, katakanlah: “Saya dengar dan taat dari jiwaku  bukan agamaku”, dan janganlah engkau berpisah dari jama’ah.”  (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam &lt;i&gt;Al-Mushannaf&lt;/i&gt;. Lihat &lt;i&gt;Aqiidah Ahlil Islam Fiima Yajibu Lil Imam&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka’ab Al-Ahbar &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata: “Sultan (penguasa)  adalah naungan Allah di bumi. Jika ia beramal ketaatan kepada Allah,  baginya ajr (pahala) dan wajib bagi kalian untuk bersyukur. Jika ia  berbuat maksiat, baginya dosa dan wajib bagi kalian untuk bersabar.  Janganlah kecintaan kalian kepadanya menjerumuskan diri kalian ke dalam  kemaksiatan dan jangan pula kebencian kepadanya mendorong kalian keluar  dari ketaatan kepadanya.” (Diriwayatkan pula oleh Al-Imam At-Tirmidzi  dalam kitabnya &lt;i&gt;An-Nashihah Lirrā’i&amp;nbsp; Warrā’iyah&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kesabaran terhadap kezhaliman penguasa memiliki andil besar  terciptanya keamanan serta terwujudnya kemaslahatan secara merata. Dan  hal ini berat dilakukan kecuali bagi orang-orang yang dirahmati Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; yang berjalan di atas ilmu dan bimbingan ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menasehatinya dengan cara yang baik&lt;br /&gt;Tentunya sabar terhadap kezhaliman penguasa tidak menafikan  (menghilangkan) adanya nasehat dan teguran padanya. Karena nasehat dan  teguran merupakan salah satu hak penguasa yang wajib ditunaikan oleh  setiap muslim. Selain itu nasehat dan teguran adalah pondasi agama yang  dengannya akan kokoh agama ini. Terkhusus nasehat kepada para pemimpin  sebagaimana sabda Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Agama ini adalah nasehat;…..(di antaranya) nasehat untuk pemerintah&amp;nbsp; dan seluruh elemen umat.”&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;&lt;b&gt;Muttafaqun ‘alaihi&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun nasehat kepada penguasa maka mempunyai bentuk dan cara  penyampaian tersendiri. Mengingat kondisi penguasa tak sama dengan  rakyat biasa. Ketika nasehat tersebut disampaikan dengan cara yang tidak  tepat atau salah maka &lt;i&gt;mafsadah&lt;/i&gt; (efek negatif) yang muncul akan  lebih besar dibanding terhadap rakyat biasa. Diantara cara menasehati  penguasa yang dibimbingkan dalam Islam adalah:&lt;br /&gt;- Menasehatinya dengan rahasia (tersembunyi)&lt;br /&gt;Menasehati penguasa secara terang-terangan dihadapan khalayak ramai, tidak dibenarkan dalam Islam. Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa dengan sebuah  nasehat, janganlah menyampaikannya secara terang-terangan, akan tetapi  hendaklah ia mengambil tangannya dan bersendirian dengannya (berduaan  untuk menasehatinya). Jika ia (penguasa tersebut) mau menerima nasehat  maka itulah yang diharapkan, kalau tidak (menerima nasehat), maka  sungguh ia (penasehat) telah menunaikan kewajibannya terhadap penguasa.”&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;HR. Ahmad&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-’Allamah As-Sindi &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata: “Nasehat terhadap penguasa hendaknya dilakukan secara tersembunyi, tidak terang-terangan dihadapan manusia.” (&lt;i&gt;Hasyiah Al-Musnad&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;Termasuk bagian dari nasehat kepada penguasa adalah mengingkari  kemungkaran yang ada padanya. Namun semua itu harus dilakukan dengan  penuh hikmah, tidak secara terang-terangan&amp;nbsp; serta tetap menjaga wibawa  penguasa tersebut. Demikian pula tidak sepantasnya menyebutkan  kemungkaran atau kezhaliman penguasa dihadapan rakyat walaupun dengan  dalih nasehat. Baik dalam bentuk ceramah, khutbah jum’at, tabligh akbar,  ataupun melalui media cetak seperti majalah, surat kabar, buletin, dan  lain-lain.&amp;nbsp; Apalagi dengan menggelar demonstrasi yang jauh dari  bimbingan Islam. Semua itu akan menimbulkan kebencian rakyat kepada  penguasanya dan mendorong mereka untuk menentangnya.&lt;br /&gt;- Tidak mengingkari kemungkaran yang ada dengan senjata (memberontak)&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa mengangkat senjata (memberontak) kepada  penguasa yang sah adalah tindakan separatis yang jelas-jelas menyelisihi  Al-Qur’an dan as-Sunnah. Apapun alasannya, memberontak terhadap  penguasa tidak bisa dibenarkan dalam Islam.&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; ketika melihat  seorang pemberontak di Kota Bashrah mengatakan: “Betapa kasihannya orang  ini. Ia bermaksud mengingkari kemungkaran namun terjatuh pada sesuatu  yang lebih mungkar (yaitu pemberontakan)” (Diriwayatkan oleh Al-Ajurri  dalam &lt;i&gt;Asy-Syari’ah&lt;/i&gt;. Lihat &lt;i&gt;Aqiidah Ahlil Islam Fiima Yajibu Lil Imam&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Bakhtari &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata: “Dikatakan kepada Hudzaifah Ibnul Yaman &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;;  tidakkah anda memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah yang  mungkar? Beliau menjawab: “Sungguh amar ma’ruf nahi mungkar adalah  sebuah amal kebajikan, namun bukan merupakan sunnah (bimbingan &lt;i&gt;Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/i&gt;) engkau mengangkat senjata kepada pemimpinmu.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam &lt;i&gt;Al-Jami’ Lisyu’abil Iman&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah diantara prinsip Islam yang diwariskan oleh Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/i&gt;  dan generasi terbaik umat ini dalam menyikapi penguasa, termasuk yang  zhalim di antara mereka. Jika prinsip mulia itu diterapkan oleh semua  elemen umat, niscaya akan terwujud persatuan dan kedamaian di seluruh  negeri kaum muslimin. Sebaliknya, jika semua elemen umat mengikuti hawa  nafsu dan perasaan, jauh dari bimbingan ilmu dan ulama, maka yang muncul  adalah kekacauan, persengketaan dan akan berakhir dengan pertumpahan  darah di antara kaum muslimin, &lt;i&gt;wal’iyyadzubillah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, mudah-mudahan hidayah ilahi senantiasa mengiringi kaum  muslimin dan pemimpin-pemimpin mereka. Dengan harapan, menjadi satu  kekuatan besar yang senantiasa berpijak dan berpihak di atas kebenaran  Islam yang di bawa Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa Sallam&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber di &lt;a href="http://www.assalafy.org/mahad/?p=603"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-4325394257037773506?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/4325394257037773506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/08/sikap-syari-seorang-muslim-terhadap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/4325394257037773506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/4325394257037773506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/08/sikap-syari-seorang-muslim-terhadap.html' title='Sikap Syar’i Seorang Muslim terhadap Pemerintahnya'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-7061768121729281400</id><published>2011-08-24T00:05:00.000-07:00</published><updated>2011-08-24T00:05:16.682-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Awas! Taring Syi’ah Menancap Di Bumi Pertiwi.</title><content type='html'>Sebagian pengamat menyatakan bahwa paham syi’ah masuk ke negri  Indonesia jauh-jauh hari sebelum kemerdekaan Indonesia. Bahkan  kesultanan Pasai atau Samudra Pasai yang berdiri di sekitar kota &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Lhokseumawe" title="Kota Lhokseumawe"&gt;Kota Lhokseumawe&lt;/a&gt;, atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Aceh_Utara" title="Kabupaten Aceh Utara"&gt;Aceh Utara&lt;/a&gt;  pada sekitar tahun 1267 M, ditengarai oleh sebagian pengamat  berkulturkan Syi’ah. Bahkan salah seorang raja kesultanan ini pernah  didampingi dua orang Persia terkenal, yaitu Qadi Sharif Amir Sayyid dari  Shiraj dan Taj Ad-Din dari Isfahan. (&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Bahkan sebagian lain, lebih jauh menengarai bahwa Syi’ah telah masuk  ke Indonesia sejak abad ke- 9. Praduganya ini berdasarkan pada asumsi  bahwa kerajaan &lt;a href="http://qiblati.com/" target="_blank" title="Majalah Islam Internasional Qiblati"&gt;Islam&lt;/a&gt;  pertama yang berdiri di Nusantara, yaitu kerajaan Peureulak (Perlak)  yang konon, didirikan pada 225H/845M telah menganut paham Syi’ah.  Sebagaimana diketahui bahwa Kerajan ini didirikan oleh para  pelaut-pedagang Muslim asal Persia, Arab dan Gujarat yang mula-mula  datang untuk mengislamkan penduduk setempat. Belakangan mereka  mengangkat seorang Sayyid Maulana Abdul ‘Aziz Syah, keturunan  Arab-Quraisy, yang konon katanya menganut paham politik Syi’ah, sebagai  sultan Perlak.(&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;)&lt;span id="more-1136"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Manapun pendapat yang benar, sebagian pengamat telah menyimpulkan  bahwa pengaruh ajaran Syi’ah telah dirasakan di negri kita sejak jauh  hari. Dan mereka berusaha menguatkan kesimpulan itu dengan beberapa  indikasi berikut:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Perayaan &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Hoyak Tabuik&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tradisi ini dapat anda temui di Pariaman Sumatra Barat. Perayaan  Hoyak Tabuik atau juga dikenal dengan Perayaan Tabot konon pertama kali  dilaksanakan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syeh_Burhanuddin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Syeh Burhanuddin (halaman belum tersedia)"&gt;Syeikh Burhanuddin&lt;/a&gt; Ulakan yang dikenal sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Imam_Senggolo&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Imam Senggolo (halaman belum tersedia)"&gt;Imam Senggolo&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1685" title="1685"&gt;1685&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Perayaan ini dimulai pada hari pertama bulan Muharam hingga hari  kesepuluh.&amp;nbsp; Puncak dari upacara tradisional ini adalah prosesi mengarak  usungan (tabut) yang dilambangkan sebagai keranda jenazah Imam Husain  yang gugur di Padang Karbala.&lt;br /&gt;Perayan serupa juga dapat anda temukan di Bengkulu, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Painan" title="Painan"&gt;Painan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang" title="Padang"&gt;Padang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pariaman" title="Pariaman"&gt;Pariaman&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maninjau" title="Maninjau"&gt;Maninjau&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pidie" title="Pidie"&gt;Pidie&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banda_Aceh" title="Banda Aceh"&gt;Banda Aceh&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Meuleboh&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Meuleboh (halaman belum tersedia)"&gt;Meuleboh&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singkil" title="Singkil"&gt;Singkil&lt;/a&gt;. Hanya saja di sebagian daerah perayaan ini lebih dikenal dengan Tabot atau Tabut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Tari Jari-jari Karbala.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tarian ini adalah salah satu tarian khas daerah Bengkulu ini juga memiliki kultur dan makna yang sama dengan tradisi tabot.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Peringatan Syura atau Suro (&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Gerebek Sura di Jogjakarta dan Ponorogo)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat jawa, atau Jawa Tengah dan Jawa Timur khususnya,  bulan Muharram atau yang sering disebut dengan bulan Suro adalah bulan  yang penuh nahas. Karenannya penduduk setempat berpantangan mengadakan  pernikahan atau membangun rumah atau bercocok tanam pada bulan ini. Dan  untuk menebus kesialan yang diyakini, mereka mengadakan upacara grebeg  suro. Semua itu sebagai bias langsung dari peringatan tragedi pedih yang  pernah terjadi di bulan itu, yaitu terbunuhnya Al Husain bin Alin bin  Abi Thalib &lt;em&gt;radhiallahu ‘anhuma&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Tradisi membaca Barzanji dan Diba’i&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kalangan meyakini bahwa kebiasaan membaca barzanji atau  diba’i adalah wujud nyata dari hubungan NU dengan ajaran Syi’ah.&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang  diklaim oleh sebagian orang berafiliasi dengan simbul-simbul agama  Syi’ah.&lt;br /&gt;Hanya saja dari mencermati berbagai data di atas, ada satu fenomena  unik yang pantas untuk dicermati dan sekaligus disyukuri, yaitu:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp; Anggapan bahwa berbagai tradisi dan kesultanan di atas adalah  bernuansakan atau bahkan berasal dari ajaran Syi’ah tidak sepenuhnya  dapat diterima. Karenanya ternyata banyak pihak, diantaranya Buya Hamka  meragukan anggapan tersebut.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp; Diantara hal yang mementahkan anggapan sebagian orang itu ialah  fakta umat islam di Indonesia sendiri. Anda pasti mengetahui bahwa umat  islam di Indonesia sejak dahulu kala menganut mazhab Imam As Syafi’i dan  tidak menganut mazhab Ja’fari. Ini bukti kuat nan akurat bahwa Islam  masuk ke Indonesia tidak melalui para penganut ajaran Syi’ah.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp; Kalaupun kesultanan dan berbagai warisan budaya di atas benar  berafiliasi dengan ajaran syi’ah, maka ini menjadi bukti kuat bahwa  ajaran Syi’ah sejak jauh hari telah terbukti tidak cocok untuk  disebarkan di Indonesia. Oleh karena itu, para penggiat ajaran Syi’ah  kala itu hanya berhasil membuat suatu tradisi atau upacara atau amalan  ritual belaka. Padahal sebagian tokohnya telah berhasil menjadi orang  kepercayaan sebagian raja-raja Islam kala itu. Sedangkan inti dari  doktrin agama Syi’ah, berupa pengkafiran sahabat Nabi Shallallahu  ‘Alaihi wa Sallam, meragukan keabsahan Al Qur’an, dan lainnya tetap saja  tidak dapat merubah arah keagamaan muslim Indonesia.&lt;br /&gt;Ini bukti kuat bahwa berbagai doktrin agama Syi’ah nyata-nyata  bertentangan dengan kultur penduduk Indonesia yang lembut dan jauh dari  permusuhan, caci maki dan kebencian. Masyarakat Indonesia memiliki  karakter lemah lembut, tenggang rasa, sehingga tidak sejalan dengan  ajaran Syi’ah yang lembaran sejarahnya dilumuri oleh&amp;nbsp; cacian, kekerasan  dan pertumpahan darah.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp; Adanya kesamaan dalam beberapa hal, tidak serta merta dapat  dijadikan bukti bahwa masyarakat setempat berpahamkan Syi’ah atau telah  memiliki hubungan langsung dengan ajaran Syi’ah. Karenanya tidak ada  seorangpun yang mengklaim bahwa agama Islam masuk ke Indonesia di bawa  oleh para penganut agama hindu, padahal betapa banyak tradisi dan ritual  agama Hindu yang diamalkan oleh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sekelumit Metode Penyebaran Agama Syi’ah Di Indonesia.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Berusaha menyusupkan ajaran Syi’ah pada berbagai tradisi masyarakat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejak jatuhnya ORBA dan ditabuhnya genderang reformasi, para penggiat  agama Syi’ah di negri kita mendapatkan ruang gerak yang lebih luasa  guna melancarkan propagandanya. Karenanya mereka berusaha memanfaatkan  berbagai tradisi dan simbol yang diyakini berafiliasi dengan ajaran  Syi’ah, untuk dijadikan sebagai media sosialisasi dan penyebaran agama  Syi’ah.&lt;br /&gt;Mereka berusaha menyusupkan ajaran syi’ah kedalam berbagai ritual dan budaya yang ada di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;Karenanya, betapa girangnya DUBES Iran ketika mengetahui adanya  tradisi Tabut atau Tabot di tanah Minang Dan Bengkulu. Tidak ingin  kehilangan momentum, ia segera mengadakan kunjungan ke sana. Yang sangat  disayangkan, panitia perayaan memberikan kesempatan kepadanya untuk  menyampaikan memberikan kata sambutan. Bahkan tidak ada satupun dari  ormas Islam, termasuk MUI setempat yang merespon kunjungan ini.&lt;br /&gt;Sudah dapat ditebak, dalam orasinya DUBES Iran Behrooz Kamalvandi  memuja agama Syiah. Bukan sebatas itu, kunjungannya ini berlangsung  selama 2 hari dan dengan membawa rombongan 10 orang dan mengikut  sertakan &lt;em&gt;Televisi Nasional Iran&lt;/em&gt; untuk meliput acara &lt;em&gt;Tabuik Pariman&lt;/em&gt;&lt;em&gt; (Tabut Pariaman)&lt;/em&gt;. (&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Gayungpun bersambut, Dubes Iran terus melanjutkan upaya penjinakan  salah satu “basis ahlissunnah” yang selama ini memiliki slogan: “&lt;em&gt;Adat bersandi syarak, syarak bersandi kitabullah.”&lt;/em&gt;  Ia menjanjikan akan memindahkan daerah tujuan wisata (DTW) warganya ke  Asia Tenggara dari Malaysia ke Sumatera Barat (Sumbar) pada 2009. Dan  konon jumlah wisatawan Iran ke Malaysia berjumlah 15 ribu orang.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;(&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Anda bisa bayangkan bila wisatawan Iran benar-benar berpindah ke SUMBAR:&lt;br /&gt;- Jerat nikah mut’ah terbuka lebar.&lt;br /&gt;- Penyebaran agama Syi’ah menjadi pesat.&lt;br /&gt;- Tidak dapat dihindari, gadis-gadis SUMBAR pun berpeluang memperpanjang daftar korban nikah mut’ah.&lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/04/asyura.jpg"&gt;&lt;img alt="asyura Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 23)" class="aligncenter size-full wp-image-1137" height="143" src="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/04/asyura.jpg" title="asyura" width="185" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Acara Arba’in/peringatan Asyura’ Di Kutai&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/04/asyura2.jpg"&gt;&lt;img alt="asyura2 Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 23)" class="aligncenter size-full wp-image-1138" height="143" src="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/04/asyura2.jpg" title="asyura2" width="189" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pj Bupati Kutai Kartanegara (H.Sjahruddin)&amp;nbsp; Ketika memberi sambutan pada acara Asyura’&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Meningkatkan Hubungan Bilateral Antara Kedua negara.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hubungan bilateral, baik dalam sekala pemerintah pusat atau  pemerintah daerah terus semakin diintensifkan. Dimulai dari kunjungan  kepala negara, menteri, mahkamah agung, dewan perwakilan rakyat, dan  tidak ketinggalan berbagai pemerintah daerah kedua belah pihak.&lt;br /&gt;Diantara pemerintah daerah yang telah menjalin hubungan dengan  beberapa pemerintah daerah, dan bahkan telah berganti kunjungan ialah  Pemda Pariaman dan Bogor.&lt;br /&gt;Sebagaimana kedua negara juga berkomitmen untuk meningkatkan hubungan perdagangan antara kedua negara.&lt;br /&gt;Dari wujud meningkatnya hubungan perdagangan Iran ke Indonesia ialah  dengan dibangunnya kilang minyak di Banten dan Tuban-Jawa Timur.&lt;br /&gt;Sudah barang tentu, dengan adanya perusahaan-perusahaan Iran yang  masuk ke Indonesia, jumlah warga negara Iran di Indonesia turut  meningkat pula. Dan bersama meningkatnya jumlah warga negara Iran di  Indonesia, maka meningkat pula penebaran agama Syi’ah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Meberangus Ketabuan Syi’ah Di Tengah Umat Islam Indonesia.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, umat Islam di Indonesia masih tetap bangga dan yakin bahwa mereka beragama Islam dengan pahaman &lt;em&gt;ahlissunnah wal jama’ah. &lt;/em&gt;Tidak  mengherankan bila merekapun merasa bersebrangan dengan paham  bersebrangan dengan paham Syi’ah. Oleh karena itu para penjaja paham  Syi’ah mendapatkan tantangan&amp;nbsp; yang cukup berat untuk menyebarkan  pahamnya di masyarakat Indonesia. Dan salah satu langkah yang mereka  tempuh guna memudahkan dakwah mereka, ialah dengan mengikis ketabuan dan  memperpendek jurang pemisah antara mereka dengan umat Islam Indonesia.  Bila langkah ini telah tercapai, maka jalan menjadi mulus dan hamparan  karpet merahpun terbentang di hadpan para penjaja paham Syi’ah. Berikut  beberapa indikasi yang menunjukkan akan adanya fase ini:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Pendekatan Terhadap Sebagian ORMAS Islam.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diantara indikasi yang menunjukkan akan hal itu ialah pernyataan Dr.  Said Aqil Siraj mantan Wakil Katib Syuriah PBNU, dan mantan Mentri Agama  RI: ” Harus diakui pengaruh Syi’ah di NU sangat besar dan mendalam.  Kebiasaan membaca barzanji atau diba’i yang menjadi ciri khas masyarakat  NU misalnya secara jelas berasal dari tradisi Syi’ah.”&lt;br /&gt;Ungkapan senada dalam beberapa kesempatan juga disampaikan&amp;nbsp; oleh Gus Dur (Abdurrahman Wahid). (&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Saya yakin anda tidak dapat menerima ucapan kedua tokoh ini, karena anda mengetahui bahwa ormas NU berasaskan paham &lt;em&gt;asy ‘ariyah&lt;/em&gt;  dan bermazhabkan dengan mazhab Imam As Syafi’i. Fakta ini mementahkan  anggapan mereka berdua, karena Syi’ah berpaham dan bermazhabkan  Ja’fariyah.&lt;br /&gt;Ucapan keduanya ini mengindakasikan telah adanya pendekatan yang  begitu kuat yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Syi’ah kepada kedua tokoh  ini secara khusus dan ormas NU secara umum.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Propaganda bahwa Perbedaan antara Sunni dan Syi’ah hanya sebatas Masalah Furu’.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Propaganda ini rupanya cukup ampuh, sampai-sampai tokoh sekaliber Din  Syamsuddin yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah,  terpengaruh dengannya. Pada Konferensi Islam Sedunia, Senin (5/05/2008),  yang berlangsung di Teheran beliau menegaskan bahwa perbedaan antara  Sunni dan Syiah hanya pada wilayah cabang (&lt;em&gt;furu’iyat&lt;/em&gt;), tidak  pada wilayah dasar agama (akidah). Keduanya berpegang pada akidah  Islamiyah yang sama, walau ada perbedaan derajat pada penghormatan  terhadap Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu.&lt;br /&gt;Lebih jauh, Din Syamsuddin menyatakan: “Kedua kelompok (Sunnah &amp;amp;  Syi’ah) harus terus melakukan dialog dan pendekatan. Seandainya tidak  dicapai titik temu maka perlu dikembangkan &lt;em&gt;tasamuh&lt;/em&gt; atau toleransi. (&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Aneh bin ajaib, tokoh sekaliber bapak Din Syamsyudin beranggapan bahwa perbedaan antara Syi’ah dan Sunnah hanya sebatas masalah &lt;em&gt;furu’.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Anda pasti bertanya-tanya, apakah menurut beliau pengkafiran seluruh sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah masalah &lt;em&gt;furu’?&lt;/em&gt; Apakah idiologi &lt;em&gt;imamah&lt;/em&gt;  yang menyatakan bahwa seluruh pemimpin umat Islam selain dari ke 12  imam agama Syi’ah adalah pemimpin yang tidak sah, juga termasuk masalah  furu’? Apakah kultus terhadap ke-12 imam juga masalah furu’?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Anggapan Syi’ah ekstrim telah punah, yang tersisa Syi’ah Moderat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, seorang tokoh yang konon ahli di bidang tafsir Al Qur’an dalam bukunya yang berjudul : &lt;em&gt;Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan: Mungkinkah&lt;/em&gt;? menekankah bahwa kelompok ekstrim Syi’ah yang menuhankan para Imam telah punah. Yang tersisa pada zaman ini hanyalah &lt;em&gt;Syi’ah Imamiyah.&lt;/em&gt;(&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt;) &amp;nbsp;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Walau demikian penjelasan beliau, akan tetapi pada buku yang sama  beliau banyak menukil ucapan salah seorang tokoh Syi’ah Imamiyah yang  bernama: Abdul Husain Syarafuddin Al Musawi. (&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Anda bisa bayangkan, dari namanya saja telah terbaca sikap ekstrim yang begitu kelewat batas,&amp;nbsp; &lt;em&gt;Abdul Husain &lt;/em&gt;(Hamba  Husain). Saya heran, mengapa tokoh sekaliber Prof. Dr. Quraish Shihab  kok dapat melewatkan fakta semacam ini tanpa ada komentar atau kritikan  sedikitpun. Apakah adanya nama-nama semacam ini pada para tokoh Syi’ah  Imamiyah belum cukup sebagai bukti akan sikap ekstrim Syi’ah Imamiyyah?&lt;br /&gt;Saudaraku! Nama-nama semacam ini dapat anda temukan dengan mudah pada  masyarakat Syi’ah, baik di zaman dahulu atau sekarang. Berikut beberapa  nama tokoh Syi’ah yang serupa dengan itu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Abdul Husain bin Ali wafat tahun 1286 H, ia adalah seorang tokoh  terkemuka agama syi’ah pada zamannya, sampai-sampai dijuluki dengan  Syeikhul ‘Iraqain (Syeikh kedua Iraq/ Iraq &amp;amp; Iran).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdul Husain Al Aminy At Tabrizi 1390 H, penulis buku &lt;em&gt;Al Ghadir.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdul Husain Syarafuddin Al Musawy Al ‘Aamily 1377 H, penulis buku &lt;em&gt;Abu Hurairah, &lt;/em&gt;kitab&lt;em&gt; Kalimatun Haula Ar Riwayah, &lt;/em&gt;Kitab&lt;em&gt; An Nash wa Al Ijtihaad, Al Muraja’aat&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdul Husain bin Al Qashim bin Sholeh Al Hilly wafat tahun 1375 H.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abduz Zahra’ (Hamba Az Zahra’/Fatimah) Al Husainy, penulis kitab: &lt;em&gt;Mashaadiru Nahjil Balaaghah wa Asaaniduhu.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Lebih mengherankan, pada buku yang sama, hal: 104, Prof Dr. Muhammad Quraish Shihab menukilkan ucapan Khumeini berikut:&lt;br /&gt;إن للإمام مقاما محمودا ودرجة سامية وخلافة تكوينية، تخضع لولايتها  وسيطرتها جميع ذرات هذا الكون. وإن من ضروريات مذهبنا: أن لأئمتنا مقاما لا  يبلغه ملك مقرب ولا نبي مرسل.&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya imam memiliki kedudukan yang terpuji serta tingkat  yang tinggi serta kekhilafahan terhadap alam yang tunduk kepada  kekuasaannya (kekhilafahan itu) semua atom (butir-butir) alam raya.  Sesungguhnya merupakan bagian dari pemahaman aksioma mazhab kami adalah  bahwa imam-imam kami memiliki kedudukan yang tidak dicapai oleh malaikat  yang didekatkan (Allah ke sisi-Nya) tidak juga oleh nabi yang di utus  (Allah)&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;Ingin sekali rasanya bertanya epada Prof Dr. Qurish Shihab: Adakah  idiologi yang lebih ekstrim dibanding idiologi yang diucapkan oleh tokoh  revolusioner sekter Syi’ah Imamiyah ini? Bila ini adalah sikap dan  keyakinan tokoh terkemuka, lalu bagaimana sikap rakyat dan masyarakat  awam mereka?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Publikasi buku-buku yang menghujat para sahabat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu silam, Yayasan Wakaf Paramadina bekerjasama dengan  penerbit Dian Rakyat menerbitkan sebuah buku dalam edisi Indonesia, yang  berjudul: &lt;em&gt;“Kebenaran yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslimin&lt;/em&gt;” , karya Faraj Fouda (Judul aslinya: &lt;em&gt;al-Haqiqah al-Ghaybah&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;Dari judulnya, bisa ditebak, buku ini mengangkat apa yang oleh penulis disebut sebagai sisi kelam dari sejarah Islam.&lt;br /&gt;Saudaraku! Tahukan, apa yang dimaksud dengan sisi kelam dari sejarah  Islam? Ketahuilah bahwa yang dimaksudkan ialah zaman Khulafaurrasyidin.  Zaman yang menurut umat islam sebagai masa keemasan, ternyata oleh Fouda  dianggap&amp;nbsp; sebaliknya. Menurutnya, zaman itu tidak layak disebut sebagai  masa keemasan umat Islam, tapi “&lt;em&gt;zaman biasa&lt;/em&gt;”. &lt;em&gt;“Tidak banyak yang gemilang dari masa itu. Malah, ada banyak jejak memalukan&lt;/em&gt;.” (&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Pada buku ini, Faraj Fouda nyata-nyata melecehkan sayyidina Utsman  bin Affan Radhiallahu ‘Anhu, khalifah ketiga dan sekaligus menantu Nabi  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , bukan hanya sekali bahkan dua kali.&lt;br /&gt;Berikut contoh dari ucapan Fouda yang begitu biadab tentang sahabat Utsman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Namun Usman membawa umat Islam ke dalam polemik tentang sosok  dirinya. Para pemimpin di dalam Ahl al-Hall wa al-’Aqdi membuat  konsensus untuk melarikan diri dari kepemimpinannya, baik lewat cara  pemecatan menurut kalangan ahli pikirnya, maupun kekerasan menurut  kalangan garis kerasnya. Wibawanya terguncang di mata rakyat, sampai  sebagian masyarakatnya menghunus pedang yang siap mencincangnya dan  menohoknya ketika berada di atas mimbar. Bahkan sebagian menghinanya  dengan sebutan Na’tsal, sebutan untuk orang Kristen Madinah bernama  Na’tsal yang kebetulan berjenggot lebat seperti Usman. Para pemuka  sahabat pun menentangnya, ini adalah sesuatu yang sangat terang  benderang menunjukkan bahwa ia keluar dari ketentuan al-Quran dan  Sunnah. Karena itu, muncul seruan secara terang-terangan untuk  membunuhnya. Hadits Aisyah meriwayatkan: “Bunuhlah Na`tsal, dan  terlaknatlah Na`tsal.”&lt;/em&gt; (&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Selanjutnya, untuk lebih mempertajam citra buruk Usman Radhiallahu  ‘Anhu Fouda menulis secara dramatis kisah kematian Usman dan  pemakamannya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Ia terbunuh oleh tangan umat Islam sendiri yang bersepakat  memberontak dan mengepung rumahnya. Dan anda dapat saja membayangkan  bahwa kematian Usman telah melegakan hati sebagian umat Islam. Bahkan,  permusuhan sebagian umat Islam atas dirinya berlangsung setelah  kematiannya….”&lt;/em&gt; (&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Walau demikian adanya, buku ini mendapat apresiasi yang begitu  istimewa dari Prof. Dr. Syafi`i Maarif, yang dikenal sebagai Guru Besar  Filsafat Sejarah, Universitas Nasional Yogyakarta (UNY). Berikut  sebagian dari komentar beliau tentang buku ini : &lt;em&gt;”Terlalu banyak  alasan mengapa saya menganjurkan Anda membaca buku ini. Satu hal yang  pasti: Fouda menawarkan ”kacamata” lain untuk melihat sejarah Islam.  Mungkin Fouda akan mengguncang keyakinan Anda tentang sejarah Islam yang  lazim dipahami. Namun kita tidak punya pilihan lain kecuali meminjam  ”kacamata” Fouda untuk memahami sejarah Islam secara lebih autentik,  obyektif dan komprehensif”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sanjungan beliau di atas dimuat pada sampul belakang buku ini. (&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Mengherankan bukan? Seorang yang bergelar &amp;nbsp;Prof. Dr. di bidang  filsafat sejarah, dapat berhati dingin membaca hujatan kepada sahabat  Utsman bin Affan, dan bahkan memuji pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Sandiwara Iran “bermusuhan” Dengan Israel &amp;amp; Amerika.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diantara metode yang ditempuh oleh para penggiat agama Syi’ah ialah  dengan memanfaatkan sandiwara yang berjudul : Iran “bermusuhan” dengan  Negara Yahudi Israel dan Amerika.&lt;br /&gt;Isu ini sangat efektif untuk menarik simpati umat Islam di berbagai  belahan dunia termasuk Indonesia. Sampai-sampai terkesan bahwa negara  Iran yang nota bene adalah penganut agama Syi’ah adalah satu-satunya  negara pembela kepentingan umat Islam di zaman sekarang.&lt;br /&gt;Karenanya tatkala Indonesia yang menjadi anggota Dewan Keamanan PBB  turut menyetujui resolusi no: 1747 yang hanya berisikan kecaman terhadap  Iran atas kegiatannya pengayaan uranium. Betapa solidaritas umat Islam  di Indonesia begitu besar kepada Presiden SBY, sampai-sampai DPR  mengajukan hak interpelasi.&lt;br /&gt;Dengan adanya kejadian semacam ini, menjadikan masyarakat kurang peka  terhadap berbagai trik para penggiat agama Syi’ah bahkan menjadi lebih  terbuka untuk menerima berbagai kenylenehan ajaran mereka.&lt;br /&gt;Saudaraku, agar anda menjadi tahu apa sebenarnya isu “permusuhan”  dengan bangsa Yahudi, saya mengajak saudara untuk merenungkan beberapa  fakta berikut:&lt;br /&gt;A- Iran adalah negara yang memiliki komunitas yahudi terbesar setelah  Israel. Menurut sumber resmi pemerintah Iran, jumlah pemeluk agama  Yahudi di Iran berkisar antara 25- 30 ribu penduduk. Bahkan di kota  Teheran didapatkan lebih dari 10 Synagogue (tempat ibadah umat Yahudi).  Akan tetapi, masjid-masjid Ahlussunnah tidak satupun yang mereka biarkan  berdiri tegak di sana. Bukan sekedar itu saja, orang-orang Yahudi  diberi ruang yang begitu istimewa, yaitu dengan diberikan kesempatan  untuk memiliki perwakilan di parlemen. Sebagaimana umat Yahudi di Iran  memiliki hak dan kebebasan yang sama dengan para penganut agama Syi’ah.  Suatu hal yang tidak mungkin dirasakan oleh komunitas ahlussunnah.  Bahkan komunitas Yahudi Iran hingga saat ini bebas untuk berkunjung ke  karib-kerabat mereka di Israel, tanpa ada gangguan sedikitpun, baik dari  pemerintah Iran atau penduduk setempat.(&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;B-&amp;nbsp; Adanya hubungan perdagangan antara Iran dan Israel. Sejak zaman  Syah Vahlevi, Iran telah menjalin hubungan perdagangan dengan Israel.  Dan hubungan dagang ini berkelanjutan hingga setelah revolusi Syi’ah  yang dipimpin oleh Khumaini. Pada tahun 1982 M, Israel menjual  persenjataan yang berhasil mereka rampas dari para pejuang Palestina di  Lebanon dengan harga 100 juta dolar Amerika. (&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn14"&gt;[14]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Bahkan pada tahun 1980 s/d1985, Israel merupakan negara pemasok senjata terbesar ke Iran. (&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn15"&gt;[15]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Sandiwara “permusuhan”&amp;nbsp; Iran dan Israel mulai terbongkar, ketika  pesawat kargo Argentina yang membawa persenjataan dari Israel ke Iran  tersesat, sehingga masuk ke wilayah Uni Soviet, dan akhirnya ditembak  jatuh oleh pasukan pertahanan Uni Soviet. Dikisahkan Iran membeli  persenjataan dari Israel seharga 150 juta Dolar Amerika, sehingga untuk  mengirimkan seluruh senjata tersebut, dibutuhkan 12 kali penerbangan.(&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftn16"&gt;[16]&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;C- Perdagangan antara kedua negara (Iran &amp;amp; Israel) hingga kini  juga terus berkelanjutan. Sebagai salah satu buktinya, harian Palpress  News Agency (وكالة فلسطين برس للأنباء) edisi 25/04/2009 melaporkan bahwa  di kota Teheran, telah dipasarkan buah-buahan yang diinpor dari Israel.&lt;br /&gt;D- Bila anda mengikuti berita internasional, anda pasti pernah  membaca pemberitaan bahwa pada hari Selasa 12/1/2010 ahli nuklir Iran  yang bernama Masoud Ali-Mohammadi yang berdomisili di kota Teheran ibu  Kota Iran mati di dekat rumahnya akibat serangan bom. Dan Kementerian  Luar Negeri Iran langsung menuduh kaki tangan AS dan Israel di balik  serangan bom&amp;nbsp;itu.&lt;br /&gt;Aneh bukan? Iran telah memiliki bukti bahwa Israel dan Amerika telah  mengadakan sernagan di Teheran dan telah menewaskan ahli nuklirnya.  Walau demikian, tidak ada reaksi pemerintah Iran dan para penganut  Syi’ah tetap berdarah dingin dan tidak satupun tentara Iran yang dikirim  untuk membalas serangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Jaringan Kantor Berita IRIB, Mass Media Lokal, Situs dan Penerbit.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diantara metode yang digunakan para penggiat agama Syia’ah ialah  memanfaatkan keberadaan IRIB (radio Iran sesi bahasa Indonesia),  beberapa mass media, penerbi dan situs di jaringan internet yang  memiliki loyal terhadap agama Syi’ah.&lt;br /&gt;Diantara yang terbaru ialah masuknya televisi Al Manar milik Hizbullah-Lebanon.&lt;br /&gt;Diketahui bersama bahwa Indosat telah menyewakan transponder Satelit  Palapa C selama tiga tahun dari April 2008 sampai April 2011 M kepada TV  Al Manar. Dengan kerjasama ini, televisi Al Manar dapat menjangkau  berbagai negara di Asia Tenggara, Cina, Taiwan sampai ke Australia.&lt;br /&gt;Sudah bisa di tebak, bahwa televisi Al Manar ini pasti berperan  sebagai pencair kebekuan dan kekakuan sikap umat Islam di Indonesia  terhadap Syi’ah yang merupakan idiologi Hizbullah pemilik stasiun ini.&lt;br /&gt;Adapun mass media lokal, penerbit buku, dan berbagai yayasan yang  menjajakan paham Syi’ah mulai banyak bertebaran, dan biasanya mereka  menggunakan nama &lt;em&gt;ahlul bait, &lt;/em&gt;atau salah satu tokoh mereka sebagai nama yayasan atau penerbit mereka.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr size="1" /&gt; &lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; ) Sebagaimana yang dilakukan oleh Ahmad Baso, salah seorang staf PBNU. Majalah SYIAR edisi Muharram 1428 H.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; ) Sebagaimana yang dilakukan oleh &lt;a href="http://media.isnet.org/islam/Etc/Kattani.html"&gt;Abdul Hayyie al-Kattani&lt;/a&gt;, pada makalahnya yang berjudul: Sunnah-Syi’ah di Indonesia: Perspektif Ilmu Hadits&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; ) Sumber: www.hidayatullah.com&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; ) Sumber http://www.antara.co.id/view/?i=1230902078&amp;amp;c=EKB&amp;amp;s=&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; ) Babak Kedua Sengketa Gus Dur – Abu Hasan, oleh Ulil Abshar Abdallah, Tempo Interaktif, Selasa, 26 Maret 1996 | 09:36 WIB&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt; ) Sumber : http://www.muhammadiyah.or.id/index2.php?option=com_content&amp;amp;do_pdf=1&amp;amp;id=1101.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; ) Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan: Mungkinkah? Hal: 70 &amp;amp; 83&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; ) Sebacai contoh, silahkan buka buku : Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan: Mungkinkah?, hal: 58, 123 &amp;amp;124.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt; ) Kebenaran yang Hilang, hal.xv.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt; ) Kebenaran yang Hilang, hal. 25.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt; ) Idem.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt;) Sumber: Memuja Fouda, Menfitnah Sahabat, oleh Asep Sobari, Lc, http://www.darulkautsar.net/article.php?ArticleID=879&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt; ) Roger Cohen of The International Herald Tribune, 22 Februari 1999 M.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref14"&gt;[14]&lt;/a&gt; ) Sumber:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;(الحرب المشتركة: إيران وإسرائيل) حسين علي هاشمي ص 35. والقبس الكويتية&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; 4/12/1986&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&amp;nbsp; مجلة أكتوبر المصرية في عددها آب1982، مجلة ميدل إيست البريطانية في&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عددها تشرين الثاني 1982&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref15"&gt;[15]&lt;/a&gt; )&amp;nbsp; Sumber :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;(&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الحرب المشتركة إيران وإسرائيل) حسين علي هاشمي ص 35&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html#_ftnref16"&gt;[16]&lt;/a&gt; )&amp;nbsp; Sumber :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;( &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الحرب المشتركة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إيران وإسرائيل ( حسين علي هاشمي ص 23، والمجلة السويدية&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; TT &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;في 18&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;آذار 1984.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;Sumber &lt;a href="http://www.gensyiah.com/awas-buaya-meneteskan-air-mata-bag-23.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-7061768121729281400?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/7061768121729281400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/08/awas-taring-syiah-menancap-di-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/7061768121729281400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/7061768121729281400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/08/awas-taring-syiah-menancap-di-bumi.html' title='Awas! Taring Syi’ah Menancap Di Bumi Pertiwi.'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-8691295209127752841</id><published>2011-08-23T19:57:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T19:57:44.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Download Lengkap Murottal Syaikh Mishary Rashed al-Afasy dan Qari' lainnya</title><content type='html'>Untuk Murottal Syaikh Mishary Rashed, bisa di check dan download di &lt;a href="http://blog.iloveallaah.com/2011/07/mishary-alafasy/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk Murottal Qari'-qari' yang lainnya, bisa di check di link &lt;a href="http://english.islamway.com/sindex.php?section=erecitorslist"&gt;ini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullahu khairan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-8691295209127752841?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/8691295209127752841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/08/download-lengkap-murottal-syaikh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8691295209127752841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8691295209127752841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/08/download-lengkap-murottal-syaikh.html' title='Download Lengkap Murottal Syaikh Mishary Rashed al-Afasy dan Qari&apos; lainnya'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-4477024798492430810</id><published>2011-07-18T00:40:00.000-07:00</published><updated>2011-07-18T00:40:02.893-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Mizan'/><title type='text'>Download Audio : Hadist-hadist Pilihan Seputar Puasa dari Kitab Umdatul Ahkam, pemateri oleh Ustadz Mizan</title><content type='html'>Bismillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah selama 3 hari berada di Bali, Ustadz Mizan memberikan faedah ilmunya terutama yang membahas masalah puasa yang diadakan di Masjid Nurul Huda bandara Ngurah Rai, Bali yang diambil dari hadist-hadist pilihan yang ada di kitab Umdatul Ahkam. Didalamnya dibahas tentang sunnahnya memulai puasa dengan ru'yah, di bahas juga tentang hukum orang yang meninggalkan puasa Romadhon namun belum sempat mengqadha'nya sampai ketemu Ramadhan selanjutnya. Dibahas juga masalah orang yang meninggalkan puasa (karena 'udzur) namun keburu meninggal sebelum sempat menggantinya, apakah keluarganya yang mengqadha puasa yang ditinggalkan atau bagaimana. Selain itu juga ada beberapa pertanyaan seputar amalan nisfu sya'ban, tahlilan dan sebagainya. Selanjutnya silahkan di download dan diambil faedahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/OFWquT2k/Ust_Mizan_-_Hadist2_Seputar_Pu.html"&gt;Kajian 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/rfeSVCTb/Ust_Mizan_-_Hadist2_Seputar_Pu.html"&gt;Kajian 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/nZcw98hf/Ust_Mizan_-_Hadist2_Seputar_Pu.html"&gt;Kajian 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/2Ngm-Cvf/Ust_Mizan_-_Hadist2_Seputar_Pu.html"&gt;Kajian 4&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-4477024798492430810?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/4477024798492430810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/07/download-audio-hadist-hadist-pilihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/4477024798492430810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/4477024798492430810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/07/download-audio-hadist-hadist-pilihan.html' title='Download Audio : Hadist-hadist Pilihan Seputar Puasa dari Kitab Umdatul Ahkam, pemateri oleh Ustadz Mizan'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-8847045801614515995</id><published>2011-06-21T17:24:00.000-07:00</published><updated>2011-07-18T00:42:07.913-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SAUDARIKU, MAUKAH ENGKAU MENJADI SEORANG RATU?</title><content type='html'>&lt;b&gt;Seseorang bertanya :&lt;/b&gt; Kenapa Islam menganggap wanita  seperti narapidana (tidak bebas keluar),harus ditutup tubuh dan  kepalanya (padahal panas), juga tidak boleh laki-laki menyentuhnya,  bukankah itu seperti zaman jahiliyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dijawab :&lt;/b&gt; Karena Islam menganggap wanita ibarat  ratu. Tidak sembarang orang bisa bertemu, melihat dan menyentuh seorang  ratu. Seorang ratu juga tidak seperti kuli yang harus kerja berat, tidak  seperti artis atau wanita malam yang mengobral kecantikan dan tubuhnya.  Seorang ratu cukup diam dalam singgasana kerajaannya, melayani dan  mendampingi rajanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang kafir hanya menghormati wanita jika wanita tersebut  adalah seorang ratu bangsawan yang terhormat. Bagi yang pernah melihat  film-film kerajaan pasti tahu bagaimana rakyat menghormati ratunya. Jika  seorang ratu keluar dari kerajaannya, maka dia ditutupi oleh  hijab/tabir, baik tatkala berjalan maupun naik kendaraan, dan rakyatnya  malu dan takut untuk menatap wajah ratunya. Jika menatap saja tidak  &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;diperbolehkan oleh undang2 kerajaan, apalagi menyentuhnya? Dengan  begitu, ratu tersebut menjadi sangat terhormat di mata rakyatnya. Dan  islam telah menjadikan wanita-wanita muslimah semuanya ibarat seorang  ratu yang sangat dihargai dan dihormati. Maka islam mengatur tentang  muamalah para wanita.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ&lt;br /&gt;“Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika  suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.”  (An-Nisa: 34).&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ  فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا  وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan  pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan  perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah  mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (QS. An Nuur: 31).&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى&lt;br /&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan  bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah.” (QS. Al Ahzab: 33).&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan  istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke  seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk  dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;Bahkan kalau tahu keadaan wanita pada zaman jahiliyah dulu, mirip  sekali dengan zaman ini, dan tidak seperti dalam ajaran Islam untuk  menghargai wanita. Dahulu di zaman Jahiliyah, wanita-wanita yang  berhijab (menutup auratnya) hanyalah dari kalangan bangsawan atau wanita  terhormat saja. Wanita zaman jahiliyah juga dijadikan pekerja-pekerja  seperti para laki-laki, mirip dengan emansipasi wanita pada zaman  sekarang. Belum lagi mereka banyak yang dijual atau dijadikan  budak-budak untuk memenuhi syahwat para laki2 hidung belang, sedangkan  zaman sekarang tidak beda halnya, yaitu banyaknya tempat-tempat  lokalisasi dimana-mana. Pada zaman Jahiliyah, wanita-wanita dijadikan  pertunjukan atau dipertontonkan dari kecantikan dan tubuhnya untuk  hiburan orang-orang, sedangkan di zaman sekarang juga sama, seperti para  artis-artis yang menjual dan mempertontonkan kecantikan serta tubuhnya  di film, sinetron, musik dan majalah-majalah. Manakah yang lebih  menghargai wanita??? Islam, zaman Jahiliyah, zaman sekarang, emansipasi  wanita atau HAM????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kondisi wanita di zaman Jahiliyah&lt;/b&gt; [1] :&lt;br /&gt;- Masyarakat Jahiliyah konon menganggap wanita sebagai sumber  kecelakaan dan malapetaka. Kelahiran seorang bayi perempuan mereka  anggap sebagai kesialan. Tak berhenti sampai di situ, mereka kadang  menangani si mungil yang tak berdosa itu dengan penuh kebengisan… benar,  sebagian dari mereka bahkan tega menguburnya hidup-hidup![2]&lt;br /&gt;- Wanita tak memiliki hak sedikitpun terhadap harta warisan.&lt;br /&gt;- Mereka tak sudi untuk makan dan minum bersamanya selama ia haidh.&lt;br /&gt;- Bagi mereka, cerai tidak ada batasannya. Seorang suami boleh  mencerai isterinya semaunya, namun saat masa iddahnya hampir selesai ia  merujuknya, dan demikian seterusnya agar wanita malang ini tetap  tersiksa dan terlunta-lunta.&lt;br /&gt;Riwayat-riwayat berikut menjelaskan kepada kita bagaimana sebenarnya  kondisi wanita Arab di zaman Jahiliyah. Umar bin Khatthab mengatakan:&lt;br /&gt;وَاللَّهِ إِنْ كُنَّا فِي الْجَاهِلِيَّةِ مَا نَعُدُّ لِلنِّسَاءِ  أَمْرًا حَتَّى أَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى فِيهِنَّ مَا أَنْزَلَ وَقَسَمَ  لَهُنَّ مَا قَسَمَ&lt;br /&gt;Demi Allah, semasa Jahiliyyah kami tak pernah menganggap wanita punya  kedudukan apapun, hingga Allah menurunkan ayat-ayat tentang mereka dan  menetapkan bagi mereka harta warisan.[3]&lt;br /&gt;Dalam menjelaskan sebab turunnya surat An Nisa ayat 19[4], Ibnu Abbas  mengatakan: “Dahulu, bila seorang laki-laki ditinggal mati oleh saudara  atau ayahnya, maka ialah yang paling berhak terhadap istri si mayit. Ia  boleh memiliki wanita tersebut, atau mengurungnya dalam rumah hingga  menebus dirinya seharga mahar yang dahulu diterimanya, atau dibiarkan  sampai mati kemudian hartanya diambil”.&lt;br /&gt;Sedangkan Mujahid -murid Ibnu Abbas- mengatakan: “Jika seorang bapak  mati meninggalkan isterinya, maka yang paling berhak terhadap isteri  ayahnya ialah anaknya. Ia boleh menikahinya jika wanita itu bukan ibu  kandungnya, atau menikahkannya dengan saudara atau keponakan yang dia  sukai.” [5]&lt;br /&gt;- Kebiasaan ‘gila’ lainnya yang dilakukan oleh orang Jahiliyah ialah ketika thawaf.&lt;br /&gt;Al Imam Jalaluddin As Suyuti menyebutkan dalam tafsirnya:&lt;br /&gt;“Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Muslim, An Nasa’i, Ath Thabary,  Ibnul Mundzir,&amp;nbsp; Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardawaih dan Al Baihaqy dalam  Sunan-nya dari Ibnu Abbas, katanya: “Dahulu kaum wanita thawaf di  baitullah dalam keadaan telanjang, mereka hanya menutup kemaluannya  dengan secarik kain. Dalam thawafnya mereka mengatakan:&lt;br /&gt;“Hari ini nampaklah seluruhnya atau sebagian,&lt;br /&gt;dan yang nampak hari ini takkan kurelakan”&lt;br /&gt;Said bin Jubair mengatakan: “Orang-orang Jahiliyah biasa thawaf dalam  keadaan telanjang. Mereka mengatakan: “Kami tidak akan thawaf dengan  pakaian yang berlumuran dosa”. Maka datanglah seorang wanita yang  mencampakkan pakaiannya kemudian thawaf, dan selama thawaf ia menutup  kemaluannya dengan kedua tangannya sambil mengucapkan bait-bait diatas.  Maka turunlah firman Allah berikut…” [6]&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran singkat akan kondisi wanita Arab zaman  Jahiliyah. Tak jauh beda dengan perlakuan bangsa-bangsa lain terhadap  mereka di kala itu.[7]&lt;br /&gt;- Menurut masyarakat Cina kuno, wanita dianggap makhluk najis hasil  perbuatan setan. Ia tak ubahnya seperti barang loakan yang dijual di  pasar. Hak-haknya dirampas, tak ada warisan baginya dan tak boleh  menggunakan harta.&lt;br /&gt;- Dalam undang-undang Hammurabi [8], wanita tak ubahnya seperti hewan  ternak milik seseorang. Karenanya, barangsiapa membunuh puteri orang,  ia harus menyerahkan puterinya untuk dibunuh atau dimiliki orang  tersebut.[9]&lt;br /&gt;- Adapun di India, sebagaimana yang dituturkan Gustav Labon: “Wanita  menganggap suaminya sebagai titisan Tuhan di bumi. Mereka yang belum  bersuami atau janda dianggap sebagai makhluk buangan oleh masyarakat  Hindu, yang artinya sejajar dengan binatang. Di antara janda malang  tersebut ialah gadis yang ditinggal mati suaminya di usia muda. Kematian  seorang Hindu merupakan petaka besar bagi istrinya, karena ia takkan  mampu melanjutkan hidupnya setelah itu. Seorang wanita Hindu yang  menjanda akan berkabung selamanya. Ia tak lagi dianggap sebagai manusia.  Pandangannya dianggap membawa kesialan, dan semua yang disentuhnya  dianggap najis. Yang terbaik baginya ialah mencampakkan dirinya dalam  api, sebagaimana jasad suaminya dibakar. Sebab jika tidak, ia harus  menanggung kehinaan dan penderitaan yang melebihi siksa api.” [10]&lt;br /&gt;- Demikian pula dengan umat Nasrani yang terdahulu. Para pendeta  tercengang menyaksikan kebejatan orang-orang Romawi…. Perzinaan  merajalela,&amp;nbsp; kemungkaran ada di mana-mana, dan moral masyarakat menurun  drastis. Mereka menganggap bahwa wanita lah yang bertanggung jawab atas  ini semua karena terlalu membaur dengan masyarakat, bebas bermain  sesukanya, dan bebas bergaul dengan lelaki manapun yang dia suka.  Akhirnya mereka menetapkan bahwa pernikahan adalah kenistaan yang harus  dijauhi, dan lelaki bujangan adalah lebih mulia di sisi Allah dari pada  yang beristeri. Mereka mengumumkan bahwa wanita merupakan pintu setan,  dan berhubungan dengannya adalah perbuatan kotor. Karenanya, kemuliaan  hanya dapat diraih dengan tidak menikah.&lt;br /&gt;- Pada abad ke-5 Masehi, sejumlah rohaniawan Kristen berkumpul untuk  membahas dan mendiskusikan dalam ‘Perkumpulan Macon’; apakah wanita  adalah jasad semata ataukah jasad dengan ruh yang bisa selamat dan  celaka. Ternyata mayoritas mereka berpendapat bahwa wanita tidak  memiliki ruh yang selamat, dan pendapat ini berlaku untuk seluruh kaum  hawa kecuali Bunda Maria –yakni Maryam, ibunda Nabi Isa u–.[11]&lt;br /&gt;- Lalu pada tahun 586 M, –masa remaja Rasulullah– orang-orang  Perancis mengadakan suatu muktamar untuk membahas apakah wanita termasuk  manusia atau bukan? Apakah ia memiliki ruh atau tidak? Kalaupun  memiliki ruh, maka itu ruh hewani atau ruh manusiawi? Kalaupun ruh  manusiawi, maka apakah sederajat dengan laki-laki atau dibawahnya?  Akhirnya mereka memutuskan bahwa wanita adalah manusia akan tetapi ia  diciptakan untuk menjadi pelayan laki-laki saja.&lt;br /&gt;- Jadi, agama Nasrani yang tersimpangkan yang dianut oleh masyarakat  barat hari ini, hanya menganggap wanita sebagai sumber maksiat dan biang  kejahatan semata. Wanita menurut mereka adalah salah satu pintu  Jahannam, sebab ialah yang menjerumuskan laki-laki dalam berbagai dosa,  dan darinya lah berbagai musibah menerpa seluruh manusia. Karenanya,  ketika Raja Henry VIII berkuasa, parlemen Inggris mengeluarkan keputusan  yang melarang wanita untuk membaca kitab ‘Perjanjian Baru’ –alias  Bible,–&amp;nbsp; karena ia dianggap najis.&lt;br /&gt;Semenjak itu, kaum wanita senantiasa terikat oleh Undang-undang Umum  Inggris (English Common Law) hingga sekitar pertengahan abad lalu (±  1850 M), dan hanya segelintir dari mereka yang mendapat pengecualian  [12]. Karenanya. wanita tak memiliki hak apa pun yang bersifat pribadi.  Ia tak berhak terhadap harta yang diperolehnya dan tak berhak memiliki  apa pun termasuk pakaian yang melekat di tubuhnya. Bahkan Undang-undang  Inggris hingga tahun 1805 masih membolehkan suami untuk menjual  istrinya. Undang-undang tersebut juga menetapkan bahwa harga jual  seorang istri ialah 6 Pence (½ Shilling). Bahkan pernah terjadi seorang  lelaki Inggris menjual isterinya seharga 500 Pound pada tahun 1931.  Dalam pembelaan di Pengadilan, pengacaranya berdalih bahwa Undang-undang  Inggris tahun 1801 telah menentukan bahwa harga seorang isteri adalah 6  Pence, dengan syarat isterinya setuju dijual.&amp;nbsp; Maka Mahkamah pun  menjawab bahwa Undang-undang tersebut telah diganti tahun 1805 dengan  peraturan yang melarang seorang suami untuk menjual atau memberikan  isterinya. Setelah perdebatan yang cukup lama, akhirnya mahkamah  memvonis si suami dengan penjara 10 bulan.&lt;br /&gt;- Disebutkan pula dalam majalah ‘Hadharatul Islam’ tahun kedua hal  1078: “Tahun lalu ada seorang pria berkebangsaan Italia yang menjual  isterinya kepada orang lain secara kredit. Namun ketika pembelinya  menolak untuk membayar cicilan terakhir, lelaki itu pun membunuhnya”.&lt;br /&gt;- Al Ustadz Muhammad Rasyid Ridha -rahimahullah- mengatakan:  “Diantara peristiwa aneh yang diberitakan oleh sebagian surat kabar  Inggris beberapa hari terakhir[13] ialah; bahwa di pedesaan Inggris  masih ada para suami yang menjual isteri mereka dengan harga yang sangat  murah, yaitu sekitar 30 Shilling! Beberapa surat kabar tersebut bahkan  menyebutkan sebagian nama mereka.” [14]&lt;br /&gt;Demikianlah kondisi wanita eropa yang menjadi panutan banyak orang.  Kalau sekarang mereka gembar-gembor tentang HAM dan kebebasan wanita,  berarti mereka lah ‘pahlawan kesiangan’ bin ‘maling teriak maling’.  Memangnya siapa yang dahulu menjajah Indonesia selama 350 tahun dan  memperbudak bangsa kita demi kemakmuran pribadi? Siapa yang melarang  wanita mengenakan jilbab di luar rumah? Siapa yang membombardir  Afghanistan, Iraq dan Sudan serta membantai ratusan ribu warga sipil?  Siapa pula yang paling doyan ikut campur urusan dalam negeri negara  lain? Bukankah negara-negara Eropa dibawah komando Amerika?&lt;br /&gt;Mereka gencar mengecam para da’i yang memperjuangkan hijab sebagai  perisai akan kesucian wanita. Padahal, masyarakat mereka yang rusak  berantakan dan berada pada ujung kehancuran, jauh lebih pantas untuk  dikecam agar berbenah secara total dari dalam. Namun begitulah  kedengkian mereka yang membara dalam dada terhadap kaum muslimin yang  agamis dan memelihara kehormatannya.&lt;br /&gt;Ketika penentangan terhadap masuknya muslimah berjilbab ke perguruan  tinggi dan tempat-tempat kerja demikian gencar, kita sama sekali tidak  mendengar adanya penentangan terhadap penyimpangan seksual atau  prostitusi, sebagaimana yang kita saksikan di negara-negara seperti  Amerika, Perancis, Inggris, Jerman dan Eropa secara umum. Padahal data  statistik mereka menunjukkan betapa tingginya tingkat penderitaan dan  penyia-nyiaan yang sehari-hari dihadapi oleh wanita barat. Bagaimana  mereka bisa bergerak dengan aman dan bebas, sedangkan diri mereka  terancam oleh tindak perkosaan tiap enam menit saat berada di luar  rumah!!?? [15]&lt;br /&gt;Adapun pembunuhan, sama sekali tidak lebih ringan dari ini. Setiap  wanita harus siap untuk dihabisi oleh suaminya, pacarnya, atau bahkan  saudara kandungnya karena masalah sepele. Seperti jika ada diantara  mereka yang ingin putus hubungan dengan pacarnya, maka tak ada jalan  lain bagi si pacar selain membunuhnya, sebagai pelampiasan emosi atas  perbuatan mantan pacarnya tadi. Lantas dimanakah kebebasan dan rasa aman  yang mereka dengung-dengungkan selama ini? Bukankah lebih penting bagi  mereka untuk membenahi ‘rumah mereka’ dan membersihkannya dari setiap  kenistaan dan kekejaman, sebelum menjadi relawan untuk membersihkan  rumah orang? &lt;br /&gt;Marilah sejenak kita biarkan angka-angka berbicara mengenai mereka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tindak perkosaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Di Amerika, resiko seorang wanita untuk diperkosa cukup tinggi  (lihat indeks). Jumlah mereka yang melaporkan diri sebagai korban  perkosaan ke polisi pada tahun 1996 tercatat 96.250 orang. Sedangkan  yang tidak melaporkannya diperkirakan mencapai 310.000 orang. Adapun di  Kanada, tercatat ada sebanyak 20.530 kasus perkosaan dalam tahun itu,  dan di sana ada 150 pusat rehabilitasi korban perkosaan bagi mereka yang  diperkosa.&lt;br /&gt;- Dalam skup yang lebih luas, di Australia terdapat 75 pusat  rehabilitasi korban perkosaan, dan di Jerman tercatat sebanyak 5527  kasus perkosaan. Sedangkan di komunitas Yahudi Israel terdapat 7 pusat  rehabilitasi korban perkosaan. Demikianlah angka-angka berbicara tentang  mereka.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembunuhan wanita:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Di Amerika, tiap harinya sepuluh wanita terbunuh di tangan suami  atau pacar mereka sendiri. 75% dari kasus pembunuhan ini terjadi setelah  si wanita putus hubungan dengan pacarnya, atau minta cerai dari  suaminya. Adapun di Rusia, tercatat bahwa separuh dari kasus pembunuhan  wanita dilakukan oleh suami atau pacar mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kasus Aborsi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Perseteruan antara pendukung dan penentang aborsi hingga kini terus  berlangsung di Amerika. Hal ini besar sekali pengaruhnya terhadap  masyarakat, sampai-sampai mereka yang mencalonkan diri sebagai gubernur  pun tak ketinggalan untuk menyinggung masalah aborsi dalam kampanye  mereka. Krisis ini umumnya menyangkut anak-anak hasil perzinaan yang  kadang meruncing di antara mereka hingga menyebabkan kontak senjata.  Aborsi merupakan ancaman serius bagi eksistensi wanita, setiap tahunnya  tercatat 200 ribu wanita meninggal dunia akibat percobaan aborsi yang  ilegal.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perceraian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Tentang perceraian, nampaknya telah menjadi rahasia umum. Mereka  nyaris tak pernah mengumumkan pernikahan kecuali sesaat kemudian  mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Prosentase perceraian di Amerika  pada tahun 1990 saja mencapai 55%, di Perancis 32%, di Inggris 42%, dan  di Swedia 44%.&lt;br /&gt;Inilah realita wanita barat moderen tanpa dibesar-besarkan, dan  inilah hakikat yang sebenarnya. Kebebasan yang mereka kampanyekan selama  ini hanyalah bualan besar dan omong kosong belaka. Negeri mereka  ternyata lebih menyeramkan untuk dihuni dari pada hutan belantara,  lantas dimanakah kebebasan itu… dimana kedamaian… dimana pula  ketentraman jika kehormatan, harta dan jiwa wanita terancam setiap saat.&lt;br /&gt;Kesimpulannya: siapa yang lebih layak untuk dibebaskan: wanita kita atau wanita mereka? [16]&lt;br /&gt;==========================&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;[1] Yaitu masa senggang antara seorang Rasul dengan Rasul berikutnya  sebelum datangnya Islam. Atau keadaan masyarakat Arab sebelum Islam  (lihat Al Mu’jamul wasith hal 144).&lt;br /&gt;[2] Sebagaimana firman Allah tabaraka wa Ta’ala : “Dan apabila  seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan,  hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia  menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita  yang sampai kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung  kehinaan ataukah menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Alangkah  buruknya apa yang mereka tetapkan itu” (An Nahl: 58-59).&lt;br /&gt;[3] H.R. Bukhari (no 4629) dan Muslim (no 1479).&lt;br /&gt;[4] Yang maknanya: Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi  kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan  mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah  kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji  yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika  kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak  menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang  banyak.&lt;br /&gt;[5]&amp;nbsp; Lihat Tafsir Ath Thabary cet. Muassasah Ar Risalah, 8/106.&lt;br /&gt;[6]&amp;nbsp; Lihat Ad Durrul Mantsur cet. Darul Fikr, 3/439. Ayat yang dimaksud ialah (Q.S. Al A’raf: 31-32).&lt;br /&gt;[7] Paragraf ini dan yang berikutnya dinukil dari berbagai sumber,  diantaranya: Al Mar-atu bainal Fiqhi wal Qonun tulisan Dr. Musthafa As  Siba’i (hal 13-22); Maadza ‘anil Mar-ah? tulisan Dr. Nuruddien ‘Itr (hal  13-16); Al Mar-atul Muslimah tulisan Wahby Ghawaji (hal 25-27); Al  Mar-atu wa Makaanatuha tulisan Al Hushain (hal 11-17); Al Mar-atul  ‘Arabiyyah tulisan Syaikh Abdullah Afify; dan Al Hijab tulisan Al  Maududi (hal 12-25) dengan perantaraan kitab ‘Audatul Hijab tulisan  Syaikh Muhammad Isma’il Al Muqaddami (2/41-47). Sebagian dari data di  atas juga disebutkan dalam buku-buku ensiklopedi seperti Encyclopedia  Britannica, Encyclopedia Biblica dan yang lainnya.&lt;br /&gt;[8]&amp;nbsp; Nama Raja Babilonia yang berkuasa sekitar abad 18 sebelum  Masehi. Kekuasaannya terbentang dari Teluk Persia ke utara melewati  sungai Eufrat dan Tigris, dan ke barat hingga laut Mediterania. Ia  merupakan seorang militer dan negarawan ulung yang terkenal dengan  undang-undangnya tersebut (Microsoft Encarta Encyclopedia Standard  2003).&lt;br /&gt;[9]&amp;nbsp; ‘Audatul Hijab 2/43.&lt;br /&gt;[10] Ibid 2/43-44, dinukil dari Hadhaaratul Hind, tulisan Gustav  Labon (hal 644-646). Syaikh Muhammad Al Muqaddami mengatakan bahwa  kezaliman terhadap wanita India tersebut baru dihapus setelah masuknya  Islam kesana, yang konon hampir menguasai seluruh wilayah India di zaman  Raja Aorank Zeib, hingga akhirnya jatuh di tangan kolonial Inggris.&lt;br /&gt;[11] Ibid hal 45, dinukil dari: Al Mar-atu fil Qur’an, hal 54.&lt;br /&gt;[12] Yaitu mereka yang digolongkan sebagai orang terpandang dan warga  negara menurut undang-undang. Bahkan pada tahun 1567, Parlemen Inggris  mengeluarkan keputusan bahwa kaum wanita tidak boleh diberi kekuasaan  apa pun atas apa pun (‘Audatul Hijab 2/46).&lt;br /&gt;[13]&amp;nbsp; Dengan mengingat bahwa kitab beliau dicetak tanggal 12 Rabi’ul  Awwal 1351 H. Artinya pengaruh masa lalu masih ada di Inggris sampai  lima puluh tahunan silam.&lt;br /&gt;[14]&amp;nbsp; Dinukil dari Huququn Nisa’ fil Islam, tulisan Syaikh Muhammad  Rasyid Ridha. Mengomentari hal ini, DR. Nuruddien ‘Itr mengatakan:  “Kejadian semisal pernah diceritakan oleh temanku yang baru saja  menyelesaikan program pasca sarjananya di Amerika Serikat. Ia  mengisahkan bahwa dalam masyarakat Amerika ada sebagian kalangan yang  saling pinjam-meminjam isteri dalam jangka waktu tertentu, kemudian  masing-masing mengambil kembali isteri yang dipinjamkannya. Persis  seperti orang desa yang meminjamkan ternaknya, atau orang kota yang  meminjamkan perkakas rumah tangganya”, dinukil dari: Maadza ‘anil  Mar-ah? hal 15-16.&lt;br /&gt;[15]&amp;nbsp; Angka ini didapat dari jumlah rata-rata kasus perkosaan tiap  hari di Amerika antara tahun 1996-2005, yaitu 256 kasus. Kalau sehari  semalam adalah 1440 menit, maka hasilnya 1440:256=5,625 yang dibulatkan  jadi 6. Artinya tiap enam menit terjadi sekali perkosaan (lihat lampiran  1).&lt;br /&gt;[16] Disadur dari artikel berjudul: Ayyuhuma aula bit tahrir: al  mar’atu ladaina am ladaihim?!, oleh Jilnar Fuhaim dengan sedikit  penyesuaian (www.ikhwanonline.com). Atau di artikel yang berjudul “Hijab  &amp;amp; Kehormatan Wanita” oleh Abu Hudzaifah Al Atsary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber di &lt;a href="http://gizanherbal.wordpress.com/2011/06/15/saudariku-maukah-engkau-menjadi-seorang-ratu/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-8847045801614515995?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/8847045801614515995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/06/saudariku-maukah-engkau-menjadi-seorang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8847045801614515995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8847045801614515995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/06/saudariku-maukah-engkau-menjadi-seorang.html' title='SAUDARIKU, MAUKAH ENGKAU MENJADI SEORANG RATU?'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-7303470780914193887</id><published>2011-05-26T17:08:00.000-07:00</published><updated>2011-05-26T19:32:54.243-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Rasulullah Suami Yang Periang</title><content type='html'>&amp;nbsp;Kebanyakan manusia membayangkan bahwa Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang selalu bersikap tegas dan keras. Sampai-sampai terlintas dalam fikiran mereka bahwa beliau bersikap kurang sayang terhadap isteri-isterinya. Namun yang pasti yang demikian itu tidak benar. Sesungguhnya beliau shollallahu 'alaihi wasallam adalah manusia yang paling periang bersama keluarganya ketika dalam keadaan yang menggembirakan. Selalu menyenangkan ketika bermain-main bersama mereka dan tertawa bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Ummul Mukminin Aisyah berkata: "Demi Allah saya melihat Nabi shollallahu 'alaihi wasallam berada dipintu kamarku, sedangkan orang-orang Absyinia bermain perang-perangan di masjid. Lalu Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam menutupi aku dengan selendangnya supaya aku bisa melihat permainan mereka diantara telinga dan bahunya, kemudian aku menyandarkan wajahku dipipinya. Dan beliau berkata: "Wahai Aisyah kamu belum puas?" Maka saya menjawab: "Belum", supaya saya melihat kedudukanku di sisinya sehingga aku puas." Dalam satu riwayat disebutkan: "Beliau berdiri karenaku sampai aku yang pergi." Perhatikanlah kedudukan gadis yang masih muda belia yang keras kemauannya atas permainan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Beliau shollallahu 'alaihi wasallam bersama isteri-isterinya sering melakukan berbagai macam ketangkasan dan permainan, dengan tujuan agar hidup merasa senang. Dan juga agar kehidupan keluarga tidak selalu tegang sehingga membosankan dan menjadi belenggu bagi jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Aisyah berkata :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"Saya bersama Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam dalam safar, sedangkan saya adalah gadis yang memiliki tubuh yang langsing. Lalu beliau berkata kepada para sahabatnya: "Majulah kalian." Maka mereka maju.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Kemudian beliau berkata: "Kemarilah kamu, saya akan berlomba dengan kamu."&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Maka saya berlomba dengannya. Ketika itu saya berhasil mengalahkannya. Ketika waktu sudah jauh berlalu; dalam satu riwayat; setelah tenang sehingga saya berbadan gempal dan gemuk serta saya saya telah lupa, maka saya keluar bersamanya dalam suatu safar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Lalu beliau shollallahu 'alaihi wasallam berkata kepada para sahabatnya: "Majulah kalian." Maka mereka maju mendahului. Kemudian beliau berkata: "Kemarilah kamu, saya akan berlomba denganmu." Saya telah lupa terhadap apa yang pernah terjadi, serta saya berbadan gempal. Maka saya berkata: "Bagaimana saya akan berlomba dengan engkau wahai Rasulullah, sedangkan saya dalam keadaan seperti ini?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"Kamu lakukan dengan sungguh-sungguh," kata beliau. Lalu saya berlomba dengannya, sehingga beliau mengalahkan saya. Beliau tertawa dan berkata: "Ini sebagai balasan yang dulu." &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Aisyah: "Sesungguhnya saya mengetahui jika engkau ridha kepadaku atau jika engkau sedang marah kepadaku!"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"Darimana anda mengetahui yang demikian itu?" Tanya Aisyah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"Adapun jika engkau ridha kepadaku, maka engkau berkata: Tidak dan demi Tuhan Muhammad. Dan jika engkau sedang marah kepadaku, engkau berkata: Tidak dan demi Tuhan Ibrahim," Jawab beliau shollallahu 'alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Lalu ia menjawab: "Benar, demi Allah, wahai Rasulullah, saya tidak menjauhi kecuali nama engkau saja."&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Salah seorang ulama berkata :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; "Ketahuilah sesungguhnya akhlak yang baik bersama keluarga (isteri) bukanlah dengan menahan kejelekkan darinya. Tetapi bersabar terhadap kejelekannya dan berlapang dada terhadap sikap kegegabahannya dan kemarahannya dalam rangka meneladani Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam. Sesungguhnya isteri-isteri beliau telah menarik kembali perkataan mereka kepada beliau dalam keadaan beliau telah dijauhi oleh salah seorang dari mereka selama sehari semalam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Isteri Umar kembali kepada Umar radhiyallahu 'anhu, dan Umar berkata: "Apakah engkau akan kembali kepada saya?"&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp; Maka isterinya berkata: "Sesungguhnya Isteri-isteri Rasulullah kembali kepada beliau dan beliau lebih baik dari engkau."&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Jika semua ini dari Rasulullah&amp;nbsp; shollallahu 'alaihi wasallam sebagai Nabi dan pemimpin umat manusia, maka bagi para laki-laki haruslah menumbuhkan keinginan dalam dirinya untuk meneladani Rasulullah mengenai sifat-sifat senda gurau dan sukarianya di rumah pada sebagian waktunya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Terlebih lagi bersama isterinya untuk membuat hatinya merasa senang, meringankannya dari kekerasan kehidupan, serta menghilangkan ketegangan yang terjadi karena keruwetan hidup dan pekerjaan. Semua itu akan membantu pengokohan ikatan cinta diantara suami isteri. Semoga Allah memberikan sholawat atas pengajar segala kebaikan manusia.&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Keterangan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1. Dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (6/264) dan Abu Dawud dalam &lt;i&gt;Al-Jihad&lt;/i&gt;&lt;b&gt; bab: Berlombanya Seseorang&lt;/b&gt; )no.2578)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;2. Dikeluarka oleh Al-Bukhari dalam&lt;i&gt; An-Nikah&lt;/i&gt; bab: &lt;i&gt;Ghiratun Nisa' wa Wujudihinna&lt;/i&gt; (6/157), dan Muslim dalam &lt;b&gt;Keutamaan Shahabat bab: Keutamaan Aisyah radhiyallahu 'anha&lt;/b&gt; (no.2439).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;3. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam &lt;i&gt;Kitabul Madzalim&lt;/i&gt; bab &lt;i&gt;Al-Ghurfah Wal 'Ulyah&lt;/i&gt; dibagian hadist yang panjang dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu (3/103).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari &lt;span data-jsid="text"&gt;Kitab &lt;b&gt;"Nisaa' haula Rasul War Radd 'ala  Muftariyaat Al-Musytasyriqin"&lt;/b&gt;. Edisi bahasa Indonesianya " Sirah  Shahabiyah - kisah para sahabat wanita."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-7303470780914193887?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/7303470780914193887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/05/rasulullah-suami-yang-periang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/7303470780914193887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/7303470780914193887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/05/rasulullah-suami-yang-periang.html' title='Rasulullah Suami Yang Periang'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-5756391847526778472</id><published>2011-05-11T22:49:00.000-07:00</published><updated>2011-05-13T13:30:08.910-07:00</updated><title type='text'>Download Audio : Kaidah Rinci Tahdzir Hajr dan Tabdi' - Ust Dzulqornain</title><content type='html'>Kaidah Rinci Tahdzir Hajr dan Tabdi' yang disampaikan oleh Ustadz Dzulqornain. Silahkan download di &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/l3TXznKn/Kaidah_Rinci_Tahdzir_Hajr_Tabd.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-5756391847526778472?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/5756391847526778472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/05/download-audio-kaidah-rinci-tahdzir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/5756391847526778472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/5756391847526778472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/05/download-audio-kaidah-rinci-tahdzir.html' title='Download Audio : Kaidah Rinci Tahdzir Hajr dan Tabdi&apos; - Ust Dzulqornain'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-2920636379402948003</id><published>2011-05-10T23:31:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T23:31:30.677-07:00</updated><title type='text'>Download Audio : Nasehat Ulama Dalam Menghadapi Fitnah - Abu Salman Musthofa Al-Bhutoni</title><content type='html'>Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman kajian dengan tema &lt;strong&gt;Nasihat Ulama dalam Menghadapi Fitnah&lt;/strong&gt; yang disampaikan oleh &lt;strong&gt;Ustadz Abu Salman Musthofa Al-Buthoni (Murid Syaikh Muqbil, Alumni Darul Hadits Yaman)&lt;/strong&gt;. Kajian ini diselenggarakan oleh Ponpes &lt;a href="http://salafykendari.com/" target="_blank"&gt;Minhajus Sunnah&lt;/a&gt;  di Mesjid Arroufurrahim, Kampus Baru Unhalu,  Kendari (Jumat, 18 maret  2011). Sebenarnya, kajian ini bersamaan waktunya dengan jadwal kajian&lt;strong&gt; Ustadz Abdullah Taslim Al-Buthoni, M.A&lt;/strong&gt;.  Akan tetapi, beliau memberikan kesempatan kepada Al-Ustadz Musthofa  untuk mengisi kajian. Semoga kajian yang disampaikan oleh Ustadz  Musthofa bermanfaat bagi kaum muslimin. Dan semoga Allah senantiasa  menyatukan hati Ahlus Sunnah di manapun berada. Silakan download  rekamannya pada link &lt;a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/03/23/download-audio-nasihat-ulama-dalam-menghadapi-fitnah-ust-abu-salman-musthofa-al-buthoni-kendari-18-maret-2011/"&gt;berikut&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-2920636379402948003?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/2920636379402948003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/05/download-audio-nasehat-ulama-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/2920636379402948003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/2920636379402948003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/05/download-audio-nasehat-ulama-dalam.html' title='Download Audio : Nasehat Ulama Dalam Menghadapi Fitnah - Abu Salman Musthofa Al-Bhutoni'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-9119729149962474585</id><published>2011-05-10T21:47:00.000-07:00</published><updated>2012-01-08T20:02:45.576-08:00</updated><title type='text'>Download Audio : Nasehat Didalam Menghadapi Fitnah - Ust Ali Basuki LC</title><content type='html'>Nasehat untuk kita didalam menghadapi fitnah terutama yang terjadi diantara ahlussunnah, yyang disampaikan oleh al Ustadz Ali Basuki LC hafidzahullah. Silahkan di download di &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/4ZC1tbqm/REC006.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jazakallahu khairan kepada al akh Abu Luqman atas kontribusinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-9119729149962474585?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/9119729149962474585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/05/download-audio-nasehat-didalam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/9119729149962474585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/9119729149962474585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/05/download-audio-nasehat-didalam.html' title='Download Audio : Nasehat Didalam Menghadapi Fitnah - Ust Ali Basuki LC'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-8724084897811318630</id><published>2011-04-25T22:40:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T22:40:41.546-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Asykari'/><title type='text'>Download Audio : Sikap Kita terhadap Kitabullah - Ust Asykari</title><content type='html'>Bagaimanakah sikap kita terhadap kitabullah, apakah hanya cukup disimpan dirumah atau ditadabburi?. Simak pembahasannya yang disampaikan oleh Ustadz Abu Karimah Asykari di Masjid Baitul Makmur perum Monang-maning Denpasar Bali pada tanggal 24 April 2011 selepas sholat subuh.&lt;br /&gt;Rekamannya ada di &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/hVla4FM1/Dauroh_Bali_Sikap_Kita_terhada.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-8724084897811318630?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/8724084897811318630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/04/download-audio-sikap-kita-terhadap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8724084897811318630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8724084897811318630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/04/download-audio-sikap-kita-terhadap.html' title='Download Audio : Sikap Kita terhadap Kitabullah - Ust Asykari'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-2911140458775321001</id><published>2011-04-25T00:41:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T00:41:52.785-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Asykari'/><title type='text'>Audio : Rekaman Dauroh Ustadz Asykari di Bali, Materi Mitos Wahhabi</title><content type='html'>Dimasyakarakat, banyak orang melekatkan teroris sebagai Wahhabi dan diantara mereka juga mengaitkan simbol-simbol Islam sebagai Wahhabi seperti kalau laki-lakinya memelihara jenggot, celana cingkrang. dan kalau wanitanya bercadar dan sebagainya. Bahkan tokoh sufi Siradjudin Abbas mengatakan didalam salah satu bukunya bahwa salah satu ciri Wahhabi adalah mengharamkan rokok. Benarkah demikian? Simak pembahasannya yang disampaikan oleh Ustadz Asykari pada tanggal 24 April 2011 di Masjid Raya Ukhuwwah Denpasar. Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian 1 : &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/0CKqqRRR/Dauroh_Bali_Mitos_Wahhabi_1_-_.html"&gt;Ust Asykari : Mitos Wahhabi 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kajian 2 : &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/wpgPpWr7/Dauroh_Bali_Mitos_Wahhabi_2_-_.html"&gt;Ust Asykari : Mitos Wahhabi 2&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-2911140458775321001?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/2911140458775321001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/04/audio-rekaman-dauroh-ustadz-asykari-di_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/2911140458775321001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/2911140458775321001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/04/audio-rekaman-dauroh-ustadz-asykari-di_25.html' title='Audio : Rekaman Dauroh Ustadz Asykari di Bali, Materi Mitos Wahhabi'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-1236311861472783768</id><published>2011-04-24T23:55:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T00:29:44.391-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Asykari'/><title type='text'>Audio : Rekaman Dauroh Ustadz Asykari di Bali, Materi Kitab Qowaa'idul Arba'</title><content type='html'>Alhamdulillah dauroh Ustadz Asykari di Bali tanggal 23 dan 24 April 2011 sudah berlalu, dan berikut rekamannya dengan materi kitab Qowaa'idul Arba' yang dikarang oleh al Mujaddid Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekaman 1 : &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/fv-uRJCY/Dauroh_Bali_Qowaaidul_Arba_1-_.html"&gt;Ust Asykari : Qowaa'idul Arba' 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rekaman 2 : &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/APIri1Rj/Dauroh_Bali_Qowaaidul_Arba_2-_.html"&gt;Ust Asykari : Qowaa'idul Arba' 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rekaman 3 :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/tIMlcBkO/Dauroh_Bali_Qowaaidul_Arba_3-_.html"&gt;Ust Asykari : Qowaa'idul Arba' 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rekaman 4 :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/WkOf07O0/Dauroh_Bali_Qowaaidul_Arba_4-_.html"&gt;Ust Asykari : Qowaa'idul Arba' 4&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan download kitabnya di &lt;a href="http://xa.yimg.com/kq/groups/31352131/532220335/name/%28Aqidah%29+Qowaidul+Arba%27.pdf"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-1236311861472783768?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/1236311861472783768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/04/audio-rekaman-dauroh-ustadz-asykari-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1236311861472783768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1236311861472783768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/04/audio-rekaman-dauroh-ustadz-asykari-di.html' title='Audio : Rekaman Dauroh Ustadz Asykari di Bali, Materi Kitab Qowaa&apos;idul Arba&apos;'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-1479105547268491746</id><published>2011-04-18T23:53:00.000-07:00</published><updated>2011-04-18T23:53:58.345-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Mizan'/><title type='text'>Audio : Rekaman kajian Ust Mizan LC. yang diadakan di Bali (Masjid Nurul Huda bandara Ngurah Rai dan Masjid Baitul Makmur PERUM Monang Maning )</title><content type='html'>Alhamdulillah Ustadz Mizan dapat memberikan tausiahnya di Pulau Bali. Berikut rekamannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian tanggal 8 April 2011 di Masjid Nurul Huda &lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/RpWP-fhx/Ust_Mizan_-_Keutamaan_Memegang.html"&gt;Keutamaan Memegang Sunnah 1 - Ustd Mizan&lt;/a&gt; &amp;amp; &lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/1E0VeNOO/Ust_Mizan_-_Keutamaan_Memegang.html"&gt;Keutamaan Memegang Sunnah 2 - Ust Mizan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kajian tanggal 9 April 2011 di Masjid Baitul Makmur Monang Maning &lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/V_X4E2kF/Ust_Mizan_-_Pentingnya_Tauhid_.html"&gt;Pentingnya Tauhid - Ust Mizan&lt;/a&gt; &amp;amp; &lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/j-2hCKU-/Ust_Mizan_-_Pentingnya_Tauhid_.html"&gt;Pentingnya Tauhid 2 - Ust Mizan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kajian tanggal 10 April 2011 di Masjid Nurul Huda &lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/TkNzPaZb/Ust_Mizan_-_Akidah_Imam_Syafii.html"&gt;Akidah Imam Syafi'i - Ust Mizan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-1479105547268491746?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/1479105547268491746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/04/audio-rekaman-kajian-ust-mizan-lc-yang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1479105547268491746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1479105547268491746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/04/audio-rekaman-kajian-ust-mizan-lc-yang.html' title='Audio : Rekaman kajian Ust Mizan LC. yang diadakan di Bali (Masjid Nurul Huda bandara Ngurah Rai dan Masjid Baitul Makmur PERUM Monang Maning )'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-610468594460997318</id><published>2011-04-01T16:50:00.000-07:00</published><updated>2011-04-01T16:50:06.771-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Orang Tua Menawarkan Puterinya atau yang Di Bawah Perwaliannya Kepada Laki-laki Shalih bag 3 (habis)</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Diantara hal yang patut disebutkan disini ialah kisah pernikahan ayah dari Imam al-'azhim' Abdullah bin al-Mubarak &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; yang diberkahi. Ia adalah orang Turki dan hamba sahaya milik seorang pedagang Khawarizmi dari Hamdzan dari Bani Hanzhalah. Ia seorang yang bertakwa lagi shalih, banyak menghabiskan waktu untuk beribadah, suka ber&lt;i&gt;khalwat&lt;/i&gt; (menyendiri dalam rangka beribadah) dan sangat wara'. Diantara kisahnya bahwa dia sedang bekerja dikebun tuannya, dan bermukim disana selama beberapa waktu lamanya. Kemudian tuannya, pemilik kebun ini, suatu hari datang kepadanya. Ia mengatakan kepadanya: " Aku ingin buah delima yang manis." Ia pun pergi ke sebuah pohon dan menghidangkan beberapa buah delima &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;kepadanya. Setelah membelahnya dan merasakannya asam, ia marah kepadanya seraya mengatakan: " Aku meminta yang manis, tapi kenapa engkau menghidangkan yang asam? Ambilkan yang manis." Ia pun pergi dan memetik dari pohon yang lain. Ketika tuannya membelahnya dan masih juga merasakannya asam, maka dia semakin marah kepadanya. Ia melakukan hal itu ketiga kalinya, lalu dia mencicipinya, dan masih juga merasakannya asam, maka dia bertanya kepadanya sesudah itu: " Apakah engkau tidak bisa membedakan antara yang manis dan yang asam?" Ia menjawab: "Tidak." Dia bertanya: " Mengapa demikian?" Ia menjawab: "Karena aku tidak pernah makan darinya sedikitpun sehingga aku (tidak) mengetahui. " Dia bertanya: " Mengapa engkau tidak memakannya?" Ia menjawab: " Karena engkau tidak mengizinkanku untuk memakannya." Mendengar hal ini, pemilik kebun ini heran. Dia mengorek kebenaran hal itu, ternyata dia benar, sehingga ia menjadi mulia dimatanya dan kemuliaannya bertambah disisinya. Dia mempunyai anak gadis yang sering dilamar orang lain; maka dia bertanya kepadanya: " Wahai Mubarak, menurutmu kepada siapa wanita ini dinikahkan?" Ia menjawab: " Kaum Jahiliyyah menikahkan karena kedudukan, kaum Yahudi menikahkan karena harta, Kaum Nasrani menikahkan karena ketampanan/kecantikan, dan umat ini menikahkan karena agama." Akalnya begitu mengagumkannya. Diapun pergi lalu mengabarkannya kepada istrinya dan mengatakan kepadanya: " Aku tidak melihat seorang (calon) suami yang lebih tepat untuk puteriku ini selain Mubarak." Akhirnya dia menikahkan puterinya dengan Mubarak sehingga lahirlah 'Abdullah bin al-Mubarak. Sempurnalah keberkahan ayahnya, dan Allah menumbuhkannya sebagai 'tumbuhan' yang baik.&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Ket :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;7. 'Audatul Hijaab (II/358), dan menisbatkannya kepada kitab 'Uyuunul Akhbar, karya Ibnu Qutaibah (IV/17), Wafayaatul A'yaan, Ibnu Khalkan (II/237), Syadzdzaraatudz Dzahab, karya Ibnul 'Imad (I/296), Mir-aatul Janaan, karya al-Yafi'i (I/379).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di ambil dari buku " Panduan Lengkap Nikah (dari A sampa Z )", Pustaka Ibnu Katsir.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-610468594460997318?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/610468594460997318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/04/orang-tua-menawarkan-puterinya-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/610468594460997318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/610468594460997318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/04/orang-tua-menawarkan-puterinya-atau.html' title='Orang Tua Menawarkan Puterinya atau yang Di Bawah Perwaliannya Kepada Laki-laki Shalih bag 3 (habis)'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-8560967498993176956</id><published>2011-01-21T02:33:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T02:35:57.086-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Orang Tua Menawarkan Puterinya atau yang Di Bawah Perwaliannya Kepada Laki-laki Shalih bag 2</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;Aku menjawab: ‘Semoga Allah merahmatimu. Adakah orang yang akan menikahkanku (dengan puterinya), sedangkan aku tidaklah memiliki (harta) kecuali dua atau tiga dirham? Ia mengatakan: ‘Jika aku yang melakukannya, apakah engkau menerimanya?’ Aku menjawab: ‘Ya.’ Kemudian ia memuji Allah dan bershalawat atas Nabi, lalu menikahkanku dengan mahar dua atau tiga dirham. Aku berdiri dan aku tidak tahu apa yang aku lakukan dengan kegembiraan ini. Aku kembali kerumahku dan mulai memikirkan dari siapa aku mencari pinjaman? Aku melakukan shalat Maghrib. Saat itu aku berpuasa, maka aku mendahulukan makan malamku untuk berbuka. Makan malam tersebut ialah roti dan minyak. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, maka aku bertanya: ‘Siapa?’ Ia menjawab: ‘Sa’id.’ Maka aku membayangkan setiap orang yang bernama Sa’id, kecuali Sa’id bin al-Musayyab. Sebab, ia tidak pernah terlihat sejak 40 tahun kecuali antara rumahnya dan masjid. Aku pun berdiri dan keluar, ternyata Sa’id bin al-Musayyab. Aku menyangka bahwa ia muncul karenanya, maka aku bertanya: ‘Wahai Abu Muhammad, mengapa engkau tidak mengirim orang lain &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;kepadaku lalu aku datang kepadamu?’ Ia menjawab: ‘Tidak, engkau berhak untuk dikunjungi. ‘Aku bertanya: ‘Apa yang akan engkau perintahkan kepadaku?’ Ia menjawab: ‘Engkau adalah seorang duda yang telah menikah, maka aku tidak suka engkau bermalam sendirian. Ini adalah istrimu.’ Tenyata dia berdiri dibelakangnya, karena Sa’id berpostur tinggi (sehingga puterinya tidak terlihat). Kemudian dia menyerahkannya dipintu dan menutup pintu kembali, lalu wanita itu jatuh karena malu. Lalu aku mengikat pintu, kemudian aku naik ke loteng dan memanggil para tetangga. Mereka berdatangan dan bertanya: ‘Ada apa denganmu?’ Aku menjawab: ‘Sa’id bin al-Musayyab menikahkanku dengan puterinya. Ia sudah datang dengan membawa puterinya yang shalihah, dan sekarang berada didalam rumah.’ Mereka pun turun untuk menerimanya dan kabar ini sampai kepada ibuku sehingga dia datang seraya berkata: ‘Aku tidak akan melihat wajahmu jika engkau menyentuh (menggauli)-nya sebelum aku mempersiapkannya selama tiga hari.’ Aku pun menunggu selama tiga hari, kemudian aku menemuinya, ternyata dia adalah wanita yang paling cantik, paling hafal Kitabullah, paling mengetahui sunnah Rasulullah &lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; dan paling mengetahui hak suami. Selama sebulan Sa’id tidak datang kepadaku dan aku pun tidak datang kepadanya. Kemudian aku datang kepadanya setelah peristiwa itu berlangsung sebulan, saat dia berada di halaqahnya, aku mengucapkan salam kepadanya dan dia menjawab salamku. Dia tidak berbicara kepadaku hingga orang-orang yang berada dimasjid telah pergi. Ketika tidak ada lagi seorangpun kecuali aku, dia bertanya: ‘Bagaimana keadaan orang itu?’ Aku menjawab: ‘Dalam keadaan yang disukai oleh Sahabat dan dibenci oleh musuh.’”&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Betapa tenteramnya hati tabi’in yang mulia ini terhadap “masa depan” anaknya, sehingga dia tidak berfikir untuk memperhatikan keadaannya. Karena dia merasa tenteram bahwa puterinya berada dalam belaian laki-laki bertakwa yang takut kepada Allah dan mengetahui hak puterinnya atasnya, serta kedudukannya disisinya.&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;Nabi &lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; memerintahkan kepada kita agar menikahkan puteri-puteri kita dengan orang-orang shalih. Karena jika orang shalih menyukainya, maka dia akan memuliakannya dan jika tidak menyukainya, maka dia tidak akan menghinakannya dan tidak akan menzhaliminya. At-Tirmizi meriwayatkan dari Abu Hurairah &lt;i&gt;Rhadiyallahu ‘Anhu&lt;/i&gt;, ia menuturkan: “Rasulullah &lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Apabila seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian untuk meminang wanita kalian, maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.”&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;5&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Syaikh al-Mubarakfuri berkata dalam tuhfatul Ahwadzi tentang sabda beliau; “Dan kerusakan yang besar”: “Sebab, jika kalian tidak menikahkannya kecuali dengan orang yang berharta atau berpangkat, mungkin kebanyakan wanita-wanita masih tetap tidak bersuami atau kebanyakan pria kalian tidak beristri. Akibatnya, fitnah zina akan merajalela. Jika seseorang hendak menikahkan puterinya, maka dia harus memperhatikan empat perkara, menurut pendapat jumhur, hendaklah ia memperhatikan agama, nasab, dan perbuatannya. Jangan menikahkan wanita muslimah dengan pria kafir atau wanita shalihah dengan pria fasik, dan jangan pula wanita merdeka dengan pria hamba sahaya. Jika wanita tersebut atau walinya ridha meskipun tidak sekufu’ (sederajat), maka pernikahannya sah." &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;................... Bersambung InsyaAllah..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Ket :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;3&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;'&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Audatul Hijaab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(II/582), dan dinisbatkan kepada kitab &lt;i&gt;Min Akhlaaqil 'Ulama',&lt;/i&gt; Muhammad Sulaiman (hal. 123-125)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;4&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;Audatul Hijaab&lt;/i&gt; (II/582)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;5&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;(&lt;b&gt;HR. At-Tirmidzi&lt;/b&gt; no. 1084, dihasankan Al-Imam Al-Albani &lt;i&gt;rahimahullahu&lt;/i&gt; dalam &lt;b&gt;Al-Irwa’&lt;/b&gt; no. 1868, &lt;b&gt;Ash-Shahihah&lt;/b&gt; no. 1022)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;6&lt;/span&gt; &lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jaami' at-Tirmidzi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(IV/173)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-8560967498993176956?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/8560967498993176956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/orang-tua-menawarkan-puterinya-atau_21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8560967498993176956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8560967498993176956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/orang-tua-menawarkan-puterinya-atau_21.html' title='Orang Tua Menawarkan Puterinya atau yang Di Bawah Perwaliannya Kepada Laki-laki Shalih bag 2'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-8304422896867431580</id><published>2011-01-19T06:16:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T06:16:12.468-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Orang Tua Menawarkan Puterinya atau yang Di Bawah Perwaliannya Kepada Laki-laki Shalih bag 1</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Seorang laki-laki tua yang salih berkata kepada Musa ‘alaihissalam :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;“ Sesungguhnya aku bermaksud menikahkanmu dengan salah seorang dari kedua anak perempuanku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;‘Umar bin al-Khattab Rhadiyallahu 'Anhu menawarkan puterinya, Hafshah Rhadiyallahu ‘Anha kepada laki-laki terbaik umat ini. Kita dengarkan penuturan darinya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Al-Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar Rhadiyallahu ‘Anhu menuturkan, ketika Hafshah binti ‘Umar menjanda dari Khunais bin Hudzafah as-Sahmi; ia seorang Sahabat Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dan meninggal di Madinah, maka ‘Umar mengatakan: “Aku datang kepada Utsman lalu aku menawarkan Hafshah kepadanya, tapi dia mengatakan: ‘Aku akan melihat urusanku.’ Setelah beberapa hari kemudian, dia datang kepadaku seraya mengatakan: ‘Tampaknya aku tidak menikah pada saat ini.’ ‘Umar melanjutkan: “Kemudian aku datang kepada Abu Bakar ash-Siddiq, lalu aku katakana: ‘Jika engkau suka, aku menikahkanmu dengan Hafshah binti ‘Umar.’ Tetapi Abu Bakar diam dan tidak memberikan jawaban apapun. Aku lebih marah kepadanya disbanding kemarahanku atas ‘Utsman. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Setelah beberapa hari kemudian, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam meminangnya, lalu aku menikahkannya dengan beliau. Kemudian Abu Bakar menemuiku, lalu mengatakan: ‘Mungkin engkau marah kepadaku ketika engkau menawarkan Hafshah dan aku tidak memberikan jawaban apapun. ‘Aku menjawab: ‘Ya.’&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Abu Bakar berkata: ‘Tidak ada yang menghalangiku untuk memberi jawaban kepadamu tentang apa yang engkau tawarkan kepadaku, melainkan karena aku telah mengetahui bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah menyebut Hafshah. Dan aku tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam. Seandainya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam meninggalkannya, maka aku menerima.’”&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ibnu Hajar mengomentari hadist ini: “Hadist ini berisi anjuran agar manusia menawarkan puterinya atau selainnya dari wanita yang berada dibawah perwalian kepada orang yang diyakini kebaikan dan keshalihannya, karena didalamnya terdapat manfaat yang akan kembali kepada wanita yang ditawarkan kepadanya. Dan tidak boleh malu mengenai hal ini.”&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Berikut ini (kisah) salah dari hamba Allah yang shalih yang menikahkan anak gadisnya kepada pemuda shalih tanpa melihat kepada materi yang telah dijadikan (ukuran) oleh kebanyakan orang dalam menikahkan anak-anak puteri mereka dengan pria fasik lagi gemar berbuat maksiat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dalam biografi hamba yang shalih, Sa’id bin al-Musayyab, disebutkan bahwa ‘Abdul Malik bin Marwan meminang puterinya untuk puteranya, al-Walid, ketika ia mengangkatnya sebagai putera mahkota. Tapi Sa’id menolak untuk menikahkan puterinya dengannya. Abu Wada’ah berkata: “Aku biasa berteman dengan Sa’id bin al-Musayyab, lalu ia kehilanganku selama beberapa hari. Ketika aku datang kepadanya, ia bertanya: ‘Dimana engkau berada?’ Aku menjawab: ‘Istriku meninggal dunia sehingga aku sibuk.’ Ia mengatakan: ‘Mengapa tidak memberitahukan kepada kami sehingga kami bisa menyaksikan jenazahnya?’ Ketika aku hendak bangkit, ia bertanya: ‘Apakah engkau sudah mendapatkan wanita selainnya?’&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;--------- Bersambung insyaAllah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Ket :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;1. HR. Al-Bukhari (no.5122) kitab an-Nikaah, an-Nasa'i (no. 3248) kitab an-Nikaah, Ahmad no. 75)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;2. Fat-hul Baari (IX/178)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-8304422896867431580?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/8304422896867431580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/orang-tua-menawarkan-puterinya-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8304422896867431580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8304422896867431580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/orang-tua-menawarkan-puterinya-atau.html' title='Orang Tua Menawarkan Puterinya atau yang Di Bawah Perwaliannya Kepada Laki-laki Shalih bag 1'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-1758601005350777179</id><published>2011-01-19T00:24:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T00:24:33.355-08:00</updated><title type='text'>Audio : Ustadz Miftah, Nasehat Untuk Pengantin ( Atau yang Akan Jadi Pengantin )</title><content type='html'>Alhamdulillah, rekaman kajian yang membahas tentang nasehat untuk pengantin atau yang akan menjadi pengantin. Kajian disampaikan pada saat acara walimahan salah satu ikhwah yang menikah di Denpasar, oleh Ustadz Miftahul 'Ulum, salah satu ustadz ahlussunnah yang bermukim di Denpasar - Bali.&lt;br /&gt;Link bisa di download di &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/LLgHQXPt/Ust_Miftahul_Ulum_-_Nasehat_Ba.html"&gt;Ust. Miftah : Nasehat Bagi Pengantin&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-1758601005350777179?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/1758601005350777179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/audio-ustadz-miftah-nasehat-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1758601005350777179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1758601005350777179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/audio-ustadz-miftah-nasehat-untuk.html' title='Audio : Ustadz Miftah, Nasehat Untuk Pengantin ( Atau yang Akan Jadi Pengantin )'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-4060934827810956411</id><published>2011-01-17T15:36:00.000-08:00</published><updated>2011-01-17T15:40:40.878-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Hukum Wanita Menjadi Imam Suaminya Karena Lebih Faham ( Tentang Agama )</title><content type='html'>&lt;b&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ditanya&lt;/b&gt; : Bolehkah saya mengimami suami saya dalam shalat, dengan alasan bahwa saya lebih banyak faham dan belajar, yang mana saya mengajar di fakultas Syari'ah, sementara dia setengah buta huruf?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt; Tidak dibolehkan wanita mengimami laki-laki, baik laki-laki itu suaminya, anaknya ataupun ayahnya, sebab wanita tidak boleh menjadi imam laki-laki, karena itu Nabi shollallahu 'alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada wanita."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sekalipun wanita itu lebih faham (terhadap Kitabullah), ia tetap tidak boleh mengimaminya. Adapun sabda Nabi shollallahu 'alaihi wasallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;" Hendaknya kaum ini diimami oleh orang yang paling bagus bacaannya dala&amp;nbsp; Kitabullah diantara mereka "&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wanita bersama laki-laki tidak tercakup dalam khithab ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="verse_4623_language_6_content"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok)." &lt;/i&gt;(Al-Hujurat :11)&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Allah telah membagi masyarakat menjadi dua bagian, yaitu kaum laki-laki dan kaum wanita, berdasarkan ini maka wanita tidak termasuk dalam kategori sabda Nabi :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;" Hendaknya kaum ini diimami oleh orang yang paling bagus bacaannya dala&amp;nbsp; Kitabullah diantara mereka. "&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(Fatawa al-Mar'ah:38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku Fatwa-fatwa tentang Wanita, Darul Haq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-4060934827810956411?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/4060934827810956411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/hukum-wanita-menjadi-imam-suaminya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/4060934827810956411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/4060934827810956411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/hukum-wanita-menjadi-imam-suaminya.html' title='Hukum Wanita Menjadi Imam Suaminya Karena Lebih Faham ( Tentang Agama )'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-1826809573159973109</id><published>2011-01-17T14:34:00.000-08:00</published><updated>2011-01-17T14:37:39.326-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Benarkah Shaf yang Paling Utama Bagi Wanita Dalam Shalat Adalah Shaf yang Paling Belakang?</title><content type='html'>Syaikh Shalih Al Fauzan ditanya : Kaum Wanita dibulan Ramadhan berlomba-lomba untuk mendapatkan shaf paling belakang dalam sholat berjama'ah di Masjid, mereka enggan duduk di shaf pertama sehingga hal itu menyebabkan shaf-shaf pertama ditempat shalat kaum wanita menjadi kosong, dan sebaliknya shaf terakhir penuh membludak hingga menutup jalan bagi kaum wanita yang ingin menuju ke shaf depan, hal ini mereka lakukan berdasarkan Sunnah Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam yang berarti :&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sebaik-baiknya shaf wanita (dalam shalat) adalah shaf paling belakang", mohon penjelasan Anda tentang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban : Mengenai hal ini detailnya sebagai berikut :Jika kaum wanita itu shalat dengan adanya tabir pembatas antara mereka dengan kaum pria, maka shaf yang terbaik adalah shaf terdepan karena hilangnya hal yang dikhawatirkan terjadi antara pria dan wanita. Dengan demikian sebaik-baik shaf wanita adalah shaf pertama sebagaimana shaf-shaf pada kaum pria, karena keberadaan tabir pembatas itu dapat menghilangkan kekhawatiran terjadinya fitnah. Hal ini berlaku jika ada tabir pembatas antara pria dan wanita. Dan bagi kaum wanita pun harus meluruskan, menertibkan dan mengisi shaf depan yang kosong, kemudian shaf berikutnya, sebagaimana ketetapan ini berlaku pada shaf kaum pria. Jadi, ketetapan-ketetapan ini berlaku bila ada tabir pembatas. (Kitab Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Fauzan, 3/57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari buku : Fatwa-fatwa tentang wanita. Darul Haq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-1826809573159973109?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/1826809573159973109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/benarkah-shaf-yang-paling-utama-bagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1826809573159973109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1826809573159973109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/benarkah-shaf-yang-paling-utama-bagi.html' title='Benarkah Shaf yang Paling Utama Bagi Wanita Dalam Shalat Adalah Shaf yang Paling Belakang?'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-488449180419473469</id><published>2011-01-12T21:31:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:31:05.885-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Armen'/><title type='text'>Audio : Ust Armen : Laki laki Pemimpin Atas Wanita</title><content type='html'>Kajian yang sangat apik yang disampaikan oleh Al Ustadz Armen Halim Naro rahimahullah. Semoga bisa bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/mQO-fUwA/Armen_Halim_Naro_-_Laki-laki_P.html"&gt;Ust Armen : Laki laki Pemimpin Atas Wanita 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/2To5px1S/Armen_Halim_Naro_-_Laki-laki_P.html"&gt;Ust Armen : Laki laki Pemimpin Atas Wanita 2&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-488449180419473469?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/488449180419473469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/audio-ust-armen-laki-laki-pemimpin-atas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/488449180419473469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/488449180419473469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/audio-ust-armen-laki-laki-pemimpin-atas.html' title='Audio : Ust Armen : Laki laki Pemimpin Atas Wanita'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-8763234870679599046</id><published>2011-01-03T21:17:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T21:17:29.879-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Luqman Ba&apos;abduh'/><title type='text'>Audio : Ust Luqman, Timbangan Amal di Yaumul Hisab</title><content type='html'>Bismillah.&lt;br /&gt;Semua amalan kita akan kita pertanggung jawabkan di yaumul hisab nantinya. Pembahasan tentang permasalahan ini diadakan di Bali beberapa waktu silam. Rekaman kajiannya bisa ditemukan di link berikut : &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/YYGKoA5C/Ust_Luqman_-_Timbangan_Amal_di.html"&gt;Ust. Luqman : Timbangan Amal di Yaumul Hisab&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-8763234870679599046?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/8763234870679599046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/audio-ust-luqman-timbangan-amal-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8763234870679599046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/8763234870679599046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/audio-ust-luqman-timbangan-amal-di.html' title='Audio : Ust Luqman, Timbangan Amal di Yaumul Hisab'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-2073887733920838384</id><published>2011-01-02T19:28:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T19:28:36.747-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Luqman Ba&apos;abduh'/><title type='text'>Audio : Nasehat Untuk Para Ummahat</title><content type='html'>Bismillah.&lt;br /&gt;Alhamdulillah beberapa waktu yang silam Ustadz Luqman Ba'abduh memberikan tausiyahnya di Bali teruntuk ummahat, yang sedang atau akan mendidik anak2nya&lt;br /&gt;Silahkan donwload rekamannya di Link berikut : &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/UTkbMNWY/Ust_Luqman_-_Nasehat_Untuk_Umm.html"&gt;Ust. Luqman : Nasehat Untuk Para Ummahat&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-2073887733920838384?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/2073887733920838384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/audio-nasehat-untuk-para-ummahat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/2073887733920838384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/2073887733920838384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2011/01/audio-nasehat-untuk-para-ummahat.html' title='Audio : Nasehat Untuk Para Ummahat'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-1730688730804433659</id><published>2010-12-30T00:31:00.000-08:00</published><updated>2010-12-30T00:31:22.377-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Mizan'/><title type='text'>Audio : Mencukupkan Diri Beramal Dengan Apa Yang Di Bawa Oleh Rasulullah</title><content type='html'>Bismillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah pada kesempatan kali ini, salafbali memberikan rekaman kajian yang disampaikan oleh Ust. Mizan Qudsiah LC ( lulusan Universitas Madinah ) yang disampaikan di Masjid Baitul Makmur Perumnas Monang Maning Denpasar Bali ( Kalau pada hari minggu, jumlah jama'ah sholat subuhnya seperti sholat Jum'at ). Pada kajian ini dibahas bahwa umat Muhammad Shollallahu 'alaihi wasallam haruslah mencukupkan diri beramal beribadah sesuai dengan apa yang dibawa oleh beliau shollallahu 'alaihi wasallam dan tidak berlebih lebihan. Selain itu dibahas juga permasalahan tentang jilbab muslimah, suami yang dayyuts, poligami dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/qprcy_tV/Ust_Mizan_-_Mencukupkan_berama.html"&gt;Ust. Mizan - Mencukupkan Diri Beramal Dengan Apa Yang Di Bawa Oleh Rasulullah&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-1730688730804433659?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/1730688730804433659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2010/12/audio-mencukupkan-diri-beramal-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1730688730804433659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/1730688730804433659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2010/12/audio-mencukupkan-diri-beramal-dengan.html' title='Audio : Mencukupkan Diri Beramal Dengan Apa Yang Di Bawa Oleh Rasulullah'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-4066317436490176132</id><published>2010-12-28T19:57:00.000-08:00</published><updated>2010-12-30T00:41:20.089-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Mizan'/><title type='text'>Audio : Kebenaran tidaklah diukur dengan banyaknya jumlah</title><content type='html'>Alhamdulillah, kali ini rekaman Ustadz Mizan Qudsiah LC, yang diambil beberapa waktu lalu dari kajian beliau di Bali, di Masjid Nurul Huda Bandara Ngurah Rai Bali. Kajian yang sangat bagus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download di &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/wPrHgrYk/Mizan_Q_-_Kebenaran_tidaklah_d.html"&gt;Ust. Mizan : Kebenaran Tidaklah Diukur Dengan Banyaknya Jumlah&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-4066317436490176132?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/4066317436490176132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2010/12/kebenaran-tidaklah-diukur-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/4066317436490176132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/4066317436490176132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2010/12/kebenaran-tidaklah-diukur-dengan.html' title='Audio : Kebenaran tidaklah diukur dengan banyaknya jumlah'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5653876416855631169.post-6148888706618289827</id><published>2010-12-23T18:17:00.000-08:00</published><updated>2010-12-30T00:40:46.071-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Luqman Ba&apos;abduh'/><title type='text'>Audio : Daurah Ustadz Luqman Ba'abduh Yang di Adakan di Masjid Raya Ukhuwwah Denpasar 18-19 Des'10 dengan tema " Mewaspadai Bahaya Liberalisme "</title><content type='html'>Bismillah.&lt;br /&gt;Alhamdulillah blog ahlussunnah wal jama'ah di Bali hadir dihadapan antum sekalian. Blog ini berusaha untuk meniti para generasi terbaik umat ini dari kalangan para Sahabat, Tabi'in, dan Tabi'uttabi'in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dan untuk memulainya, admin memulai dengan memberikan rekaman daurah yang dilaksanakan di Masjid Raya Ukhuwwah Denpasar tanggal 18-19 Des' 10 dengan tema " Mewaspadai Bahaya Liberalisme " yang di isi oleh Al Ustadz Luqman Ba'abduh dari ma'had Assalafy Jember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan antum check link berikut dan semoga bermanfaat :&lt;br /&gt;Kajian 1 &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/Zjff3emh/Ust_Luqman_Baabduh_-_Mewaspada.html"&gt;Ust. Luqman : Mewaspadai Bahaya Liberalisme 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kajian 2 &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/daX14syN/Ust_Luqman_Baabduh_-_Mewaspada.html"&gt;Ust. Luqman : Mewaspadai Bahaya Liberalisme 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kajian 3 &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/heVtYS_f/Ust_Luqman_Baabduh_-_Mewaspada.html"&gt;Ust. Luqman : Mewaspadai Bahaya Liberalisme 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kajian 4 &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/9W8zMpXY/Ust_Luqman_Baabduh_-_Mewaspada.html"&gt;Ust. Luqman : Mewaspadai Bahaya Liberalisme 4-Tanya Jawab&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5653876416855631169-6148888706618289827?l=salafbali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafbali.blogspot.com/feeds/6148888706618289827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2010/12/rekaman-daurah-ustadz-luqman-baabduh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/6148888706618289827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5653876416855631169/posts/default/6148888706618289827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafbali.blogspot.com/2010/12/rekaman-daurah-ustadz-luqman-baabduh.html' title='Audio : Daurah Ustadz Luqman Ba&apos;abduh Yang di Adakan di Masjid Raya Ukhuwwah Denpasar 18-19 Des&apos;10 dengan tema &quot; Mewaspadai Bahaya Liberalisme &quot;'/><author><name>Ahlussunnah Bali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09231705259627895289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
